Saya sadar dengan
eksistensiku saat ini. saya memahami bahwa saya kadang lalai dengan tanggung
jawab, saya lalai akan status saya sebagai mahasiswa, bahwa saya juga lalai
akan nasihat-nasihat yang selama ini menjadi batu loncatan saya.
memahami karakterku
memang sangat susah, sangat memerlukan persistensi, dan apabila persistensi itu
eksis dibenakku Insya Allah, malahan saya tidak menjalani apa yang kemudian
terbesit di benakku ttg persistensi tsb.
saya dulu yang cenderung dalam keadaan yang serba nyaman, sekarang tidak memperlihatkan hal itu lagi. saya sekarang sudah berada dalam zona tidak nyaman yang mengarahkan saya untuk tidak konsisten dengan tujuanku dinegeri orang. saya pahami bahwa zona nyaman memang sangat efisien jika dibenturkan dengan tujuanku di negeri orang ini. tetapi hal itu sangat kontradiksi dengan bahasa hatiku selama ini apabila saya larut terus dalam keadaan sprt itu. saya saat ini berada dalam zona tidak nyaman yang memang membutuhkan strategi khusus untuk mensinergikan antara keinginan dan realitas yang kadang kontradiksi dengan pikiran serta perasaanku, tapi mau diapa saya harus jalani zona tidak nyaman ini dengan keyakinan bahwa saya akan menjadi sosok seperti yang sudah lama terbesit di benakku tentang kesuksesan.
keadaan ini memang membutuhkan langkah atau strategi yang membutuhkan banyak energi untuk dipikirkan dan direnungkan agar terealisasinya hasrat yang terpendam selama ini.
saya tidak jarang pesimis dengan tindakan-tindakan yang saya jalani ini. terkadang sangat melelahkan dan terkadang juga sangat meminimalisir energi dan keuangan saya. saya tidak seperti dulu yang akrab dengan teman-teman saya, saya tidak seperti dulu yang memperlihatkan keterbukaan, saya sekarang bersolo karir untuk memenuhi ambisi saya. saya kadang berpikir teman-teman berpikiran melenceng dari dugaan saya, tapi saya tidak menjadikan itu persoalan buat saya. saya tidak mau mengurusi mereka karena banyak persoalan yang kemudian membutuhkan saya untuk segera saya selesaikan terutama keadaan saya yang memperlihatkan kepesimisan dalam meraih impian dan masa depan saya.
saya hanya berdoa, dan berjuang dan membentangkan harapan-harapan keemasan buat diri saya. insya allah langkah serta strategi ini bisa memperlihatkan kebanggaan buat diri saya sendiri dan orang-orang terdekat saya yang selalu mensport saya dalam berbagai hal. meskpin terkadang sangat kontradiksi dengan pemahaman teman-teman saya tidak persoalkan. intinya ini sudah langkah saya yang mengharuskan saya untuk terus jalan dan jalan demi impian saya ... Insya Allah...