Wednesday, 20 November 2013

PAGIKU MENYEDIHKAN

Pagi merupakan keindahan tersendiri bagi yang merasakannya. siapapun  akan merasakan kenyamanan jk dihadapkan pada sunrice, kopi hangat pasca selesai mandi, mata yang begitu segar melihat pemandangan diluar rumah dan lain-lain.

Tuhan memang Maha Mencintai keIndahan dan Maha Adil dengan menciptakan malam dan siang. diwaktu siang kita dituntut untuk bekerja, menjalankan aktivitas, dan malam waktu kita istrahat. dan selanjutnya pada pagi hari dikala bangun dihadapkan pada kenikmatan (kesegaran) untuk mengawali rutinitas.

tapi beda dengan pagi yang sering saya alami. pagi yang melanda saya jauh dari harapan kenikmatan. pasalnya saya tidak pernah tidur semalaman sampai fajar menjemput saya tak kunjung tidur, dan itu menjadi kebiasaan yang mengarahkan saya untuk merubahnya dikala melihat teman-teman yang sudah terbiasa bangun pagi, karena pemahaman saya tentang keindahan pada pagi hari jika diawali dengan tidur yang cukup dan berakhir dengan pagi yang indah dengan meninggalkan penat atau persoalan sebelumnya.

saya tidak terlalu mempersoalkan kenikmatan pagi seperti bangun pagi langsung mandi selanjutnya menikmati hidangan pagi dengan secangkir kopi hangat, atau sejenisnya. tapi yang menjadi persoalan bagi saya adalah tidak terbinanya kebiasaan yang produktif dan tersistematis dalam hal ini tidak merasakan kebiasaan yang dulu pernah saya rasakan sewaktu SMA dengan bangun pagi2 sekali.

saya selalu mengharapkan bangun pagi. sebelum menjalankan aktivitas karena ketika sudah diawali dengan tidur akan membuat cakrawala berpikir dengan lebih matang lagi mempersiapkan lembaran baru untuk pengetahuan-pengetahuan baru.

tapi saya selalu dibenturkan dengan agenda-agenda yang tidak penting untuk mengisi malamku. kebiasaan-kebiasaan yang tidak mencerminkan kedewasaan, kegundahan, dan berbagai kebingungan yang melanda saya.

pagi ini saya berhadapan dengan kopi, rokok, dan teman-teman yang sudah memperlihatkan wajah yang natural selepas petualangannya di alam bawa sadar kini nampak dengan wajah yang pesimis untuk mengawali aktivitasnya tapi saya sama sekali beda. malah saya ingin tidur dikala mereka sudah terjaga.

alangkah lucunya diri ini. saya tidak lagi membedakan kebiasaan kelelawar dengan kebiasaan yang saya lakukan setiap harinya.

saya sebaiknya berkonsultasi dengan ayam yang selalu konsisten dengan kebiasaannya.

diri yang selalu mengharapkan kebaikan tak kunjung memperlihatan kebaikan untuk memaknai keinginan tubuh ini. apakah gerangan yang sebenarnya terjadi???

aneh.. atau bagaiman?? saya sudah pernah mencoba ingin tidur malam (jam 10, sampai sam 12 malam) tapi sulit untuk membawa jiwa ini ke alamt bawa sdar untuk berpetualang di singgasana keesaanNya. tapi sulit .. apakah siang harinya saya tidak menjalankan aktivitas yang menguras tenaga .. ?? bisa jadi hal itu yang menjadi penyebab. atau mungkin juga minum kopi. ahh.. kalau itu hampir setiap malam...

wahhhh.. rancu kehidupan bro... sis...

#merubah rutinitas keseharian dengan menguras energi  dan kurang minum kopi malam...
solusi pagi ini.. thanks tulisanku...

HARI-HARIKU YANG MENYEDIHKAN

Tekad atau persistensi tak kunjung eksis dibenakku, tak kunjung saya rasakan untuk mendorong hasrat ini. Hasrat yang mungkin tidak terarah yang pada akhirnya menyebabkan tidak munculnya tekad tadi atau apa?? mungkin juga pemahaman tekad blm terumuskan secara detail??, atau tekad yang selama ini di idam-idamkan sebatas pengharapan bukan kebutuhanku?? masih banyak mungkin pertanyaan yang bisa memicu untuk munculnya tekad tersebut. atau akibat keterbatasan referensiku ttg tekad yang kemudian pemahamanku cara memunculkan tekad tak kuncung eksis? yg berdampak juga kepada pertanyaanku yg sedikit membutuhkan jawaban?? padahal perlu banyak pertanyaan agar pemahaman tekad tersebut dipahami secara detil?? haaahh.. bingung..

saya tidak bisa ingkari atau nafikan sangat banyak hasrat atau keinginan yang bergejolak di dada ini atau dipikiran ini. saya ingin sekali hasrat ini terealisasi dlm bentuk tindakan yang pada akhirnya berefek pd realitas yang saya hadapi, tidak lain meminimalisir hasrat yang terlalu banyak.

pemahaman akan hasratku memang begitu tersistematis, ada juga pemahaman akan hasrat masih ranah harapan dan belum terumuskan. diantara beberapa hasrat yang tersistematis tersebut sebenarnya sudah mengarahkan tekad agar eksis, tetapi belum beberapa lama kemudian tekad tersebut menunjukan kelemahannya.

motivasi kemudian berdatangan entah dari mana sumbernya?? yang ingin saya bilang bahwa motivasi tetap saja menjadi faktor penting untuk memunculkan tekad tersebut tetapi beberapa saat kemudian motivasi tersebut sedikit demi sedikit hilang di benakku.

KONSISTENSI. kata itu yang kemudian mengarahkan saya agar tetap fokus pada hasrat dan tekad untuk mewujudkan atau mendorong keluar api yang membara di benak ini. tapi tubuh kadang tidak mendukung apa keinginan hasrat tadi.. tubuh yg selalu menjadi faktor penentu untuk terealisasinya keinginan tadi.

Kebiasaan??? apakah kebiasaan bermalas-malasan?? apakah kebiasaan hedon?? apakah kebiasaan yg menjadi faktor penentu?? kata itu yang sekarang eksis di benakku. kata itu juga mungkin yang menjadi faktor kegundahanku saat ini, yang tidak menutup kemungkinan kata yang muncul kedepannya yang berperan meminimalisir tekad ku..

kebiasaan yang seperti apakah selama ini yg selalu dialami tubuh ini?? apakah kebiasaan ini selalu diawasi oleh pikiran bawa sadar atau ke kritisanku dalam menilai orang?? yang tidak sebanding dengan ke kritisanku dalam menilai diriku sendiri??? apakah pemahamanku tentang kebiasaan masih sangat dangkal???

ke ikut sertaan pikiran memang saya selalu apresiasi karena perannya untuk selalu mengarahkan tindakan ini sidikit dari banyaknya pengetahuanku tentang kehidupan (kebiasaan) terkontrol dengan selalu berpedoman pada suara hatiku (bahasa universal) yang membimbing diri ini untuk selalu memaknai arti dari diriku...

saat ini saya masih bingung dengan tindakanku menulis kalimat-kalimat per kalimat diatas... maaf...

Sangat Memprihatinkan##