 |
| Siskal Frabi, Pantai Marlboro, Mawasangka |
Gondrong
dalam artian saya adalah panjang rambut dan umunya adalah sebutan dari
laki-laki yang memiliki rambut panjang diatas rata-rata lelaki yang pada
umumnya berambut pendek. Lelaki yang memiliki rambut gondrong biasanya seperti
wanita yang memiliki rambut panjang. Tetapi dalam hal ini wanita kurang srek
atau tidak pantas dipanggil gondrong meskipun rambutnya panjang, hal ini
terlihat dalam kehidupan sehari-hari, orang tidak pernah menyebut wanita dengan
sebutan gondrong rambutnya, tetapi lebih melekat kepada laki-laki yang memiliki
rambut panjang dengan sebutan gondrong.
Memiliki
rambut gondrong bagi pria merupakan keunikan tersendiri, karena yang sudah
tertancap dalam pikiran dan benak kita ialah yang berambut panjang alias
gondrong itu dimiliki wanita, wanitalah yang seharusnya memiliki rambut
gondrong alias panjang bukan pria, dan pria didominasi dengan rambut pendek krn
itulah budaya yang sudah mendarah daging di kehidupan kita sehari-hari. entah
asal usul budaya ini dari mana.. saya juga belum menelusuri sejarahnya. Tapi
dilihat dari konteks sejarah yang penulis tahu, dimasa Rasulullah Saw,
teknologi belum secanggih di era modern saat ini, dikala saat itu gunting
sangat sulit ditemukan atau bahkan tidak ada, adapun ada alternatif lain untuk
mencukur rambut bisa digunakan benda yang tajam yang ada pada saat itu, seperti
pisau, pedang atau sejenisnya yang pada akhirnya tidak terlalu menjadi hal yang
membudaya untuk seseorang mencukur rambutnya. Dan untuk mencukur rambut
merupakan hal yang sangat tidak dipersoalkan. Itulah kenapa orang-orang dulu
baik perempuan maupun laki-laki dominan memiliki rambut panjang.