Tuesday, 26 November 2013

MELIHAT DIRI

Ilustration
Setiap manusia pasti berbeda dari segi karakter meski ada yang sama dari wajahnya (kembar siam). Perbedaan karakter itu pasti ada meskipun sekecil zahra. lantas apa perbedaan saya dengan orang lain dari sisi karakter tsb??

apakah karakter saya jelek jika dibandingkan dengan orang lain? atau malah saya lebih baik dari orang lain? saya terkadang bingung bagaimanakah orang menilai saya?? apakah dengan pendekatan fisik atau pendekatan persuasif (step by step) untuk mengawali pertemanan.

Pemahaman karakter baik menurut saya adalah tolak ukur apakah orang nyaman dengan seseorang yang mempunyai karakter tsb, apakah dia tidak merasa di diskriminasi, apakah dia tidak dihina, apakah dia merasa dihargai, mungkin seperti itulah tolak ukur seseorang yang mempunyai karakter baik.

"TIDAK FOKUS" bela..

Ilustration
Hari ini saya berada di perpustakaan UIN Alaudin Samata Gowa. dan memikirkan berbagai perkara yang saya alami beberapa menit yang telah berlalu. pemahamanku sekarang pikiran ini mengklaim apa yang di alami mataku yang kemudian menembus perasaanku (hasrat).

Hasratku beberapa menit sebelum saya berada di lantai 3 perpustakaan ini perasaanku mengalami hal yang sama dengan indra penglihatanku. kedua Instrumen yang ada pada diriku itu dihadapkan pada wanita yang berada di depanku ketika aku sedang membaca buku di pojok perpustakaan lantai 1. saya kembali merasa ada keanehan pada diri ini yang cenderung tidak fokus lagi ke buku yang saya baca. tetapi yang ada di pikiranku saat itu adalah dengan melihatnya  kemudian dia bisa mengetahui dan merasakan betapa besar harapanku agar dia mau menerima isyarat hati ini. keanehan kedua pikiranku pada saat itu sempat mendukung tercapainya hasrat ini.

Sunday, 24 November 2013

SAYA TIDAK TAHU PEMAHAMANMU WAHAI WANITA



 Dulu diri ini seperti berada di alam yang dipenuhi  dengan keinginan-keinginan yang terwujud terkait keinginan memandapatkan seorang wanita untuk dijadikan teman khusus. Persepsi akan seorang wanita pun seolah gampangan untuk    dipacarin dialam tersebut. Sekilas pemahaman akan wanita terlihat jelas untuk kemudian mengarahkan dia seperti keinginan yang kita inginkan.

Cara-cara untuk meyakinkannya pun eksis dengan pemahaman bahwa dengan cara ini dia pasti akan mengiyakan untuk menjadi teman khususku. Cara-cara itu sekilas sangat kontradiksi dengan pemahaman orang-orang yang saya kenal selama ini. Cara saya dengan cara mereka berbeda jauh, sangat jauh. 
Saya kemudian meyakini bahwa kekuatan retorika yang menjadi modal besar agar persepsi tentang meyakinkan wanita terwujud, dalam hal ini wanita akan dengan mudah tergoyah dengan kekuatan retorika, dlm hal ini juga perpaduan retorika dengan reaiitas yang dihadapi yang rasional tanpa memikirkan keterkaitan antara perasaan (hati), pengalaman wanitanya, karakternya.

Saturday, 23 November 2013

KEHADIRANMU



Melihatnya merupakan keanehan pd diri ini yg belum terumuskan. Melihatnya bagaikan kecenderungan hasrat yang begitu berkecamuk di dalam diri yang belum di tau sumbernya, apakah ini dari suara hati untuk mengarahkan badan atau pikiran yang masih berorientasi pd kecantikannya sehingga mata enggan berpaling. Sejenak pemahamanku akan diri ini mulai eksis untuk menganalisis apa yang sebenarnya saya alami.

Di pondokan teman yang begitu memperlihatkan ke optimisan untuk meraih ide-ide cemerlang untuk mengawali langkah ini dari kegagalan sebelumnya untuk kembali menerjang ketidakpastian visi. Dipondokan yang di lalui angin sepoi-sepoi dari beberapa baju yg di jemur dan dengan lembaian baju mengarahkan diri ini teringat akan sosok kehadirannya yang belum beberapa lama menjemur pakaiannya yang beda dari pakaian yang sering saya lihat.

Friday, 22 November 2013

KESOMBONGAN



Kesan bahwa keinginan untuk memberitahukan kepada seseorang terlihat aneh ketika pemahamanku tentang itu eksis di pikiranku. Hasrat hati ingin memberitahukan, tapi yang saya pikirkan berbeda karena persoalan dampak dari tindakan tersebut.

Keinginan ini berkecamuk, identifikasi pemahaman tersebut bermunculan di benakku. Kebiasaan mungkin yang mengarahkan tindakan ini, pembicaraan ini.

Pemahaman adalah sesuatu yg eksis di akal dari eksistensi eksternal di luar diri yg berbentuk materi maupun non materi (anggapan)..

Saya menyadari hal ini tindakanku ini sombong (angkuh) sehingga seiring berjalannya waktu saya berusaha meminimalisir apa yang saya rasakan yang kontradiksi dengan pikiranku (pemahamanku).

Aku milikmu wahai pikiranku dan tidak mungkin pikiranku menguasaiku itu idealnya akan tetapi susah ketika sudah di alam materi sebab materi selalu bergerak dan mengevaluasinya sesuai dengan kondisi yang memungkinkan.

pergerakan hati menuju kebaikan pasti ada dalam fitrah manusia misalkan berlaku adil,patuh dan tunduk pada sesuatu yang normatif ,aku harus selalu siap menghadapi benturan kerasnya alam

mengenai kediktatoran diri yang terlihat pd tindakan yang terkesan jelek itu wajar pada hal hal tertentu misalkan berlaku tegas pada keadaan mendesak dan goyang pada keadaan gempa bumi internal diri dan eksternal yang selalu bersatu.

Wednesday, 20 November 2013

PAGIKU MENYEDIHKAN

Pagi merupakan keindahan tersendiri bagi yang merasakannya. siapapun  akan merasakan kenyamanan jk dihadapkan pada sunrice, kopi hangat pasca selesai mandi, mata yang begitu segar melihat pemandangan diluar rumah dan lain-lain.

Tuhan memang Maha Mencintai keIndahan dan Maha Adil dengan menciptakan malam dan siang. diwaktu siang kita dituntut untuk bekerja, menjalankan aktivitas, dan malam waktu kita istrahat. dan selanjutnya pada pagi hari dikala bangun dihadapkan pada kenikmatan (kesegaran) untuk mengawali rutinitas.

tapi beda dengan pagi yang sering saya alami. pagi yang melanda saya jauh dari harapan kenikmatan. pasalnya saya tidak pernah tidur semalaman sampai fajar menjemput saya tak kunjung tidur, dan itu menjadi kebiasaan yang mengarahkan saya untuk merubahnya dikala melihat teman-teman yang sudah terbiasa bangun pagi, karena pemahaman saya tentang keindahan pada pagi hari jika diawali dengan tidur yang cukup dan berakhir dengan pagi yang indah dengan meninggalkan penat atau persoalan sebelumnya.

saya tidak terlalu mempersoalkan kenikmatan pagi seperti bangun pagi langsung mandi selanjutnya menikmati hidangan pagi dengan secangkir kopi hangat, atau sejenisnya. tapi yang menjadi persoalan bagi saya adalah tidak terbinanya kebiasaan yang produktif dan tersistematis dalam hal ini tidak merasakan kebiasaan yang dulu pernah saya rasakan sewaktu SMA dengan bangun pagi2 sekali.

saya selalu mengharapkan bangun pagi. sebelum menjalankan aktivitas karena ketika sudah diawali dengan tidur akan membuat cakrawala berpikir dengan lebih matang lagi mempersiapkan lembaran baru untuk pengetahuan-pengetahuan baru.

tapi saya selalu dibenturkan dengan agenda-agenda yang tidak penting untuk mengisi malamku. kebiasaan-kebiasaan yang tidak mencerminkan kedewasaan, kegundahan, dan berbagai kebingungan yang melanda saya.

pagi ini saya berhadapan dengan kopi, rokok, dan teman-teman yang sudah memperlihatkan wajah yang natural selepas petualangannya di alam bawa sadar kini nampak dengan wajah yang pesimis untuk mengawali aktivitasnya tapi saya sama sekali beda. malah saya ingin tidur dikala mereka sudah terjaga.

alangkah lucunya diri ini. saya tidak lagi membedakan kebiasaan kelelawar dengan kebiasaan yang saya lakukan setiap harinya.

saya sebaiknya berkonsultasi dengan ayam yang selalu konsisten dengan kebiasaannya.

diri yang selalu mengharapkan kebaikan tak kunjung memperlihatan kebaikan untuk memaknai keinginan tubuh ini. apakah gerangan yang sebenarnya terjadi???

aneh.. atau bagaiman?? saya sudah pernah mencoba ingin tidur malam (jam 10, sampai sam 12 malam) tapi sulit untuk membawa jiwa ini ke alamt bawa sdar untuk berpetualang di singgasana keesaanNya. tapi sulit .. apakah siang harinya saya tidak menjalankan aktivitas yang menguras tenaga .. ?? bisa jadi hal itu yang menjadi penyebab. atau mungkin juga minum kopi. ahh.. kalau itu hampir setiap malam...

wahhhh.. rancu kehidupan bro... sis...

#merubah rutinitas keseharian dengan menguras energi  dan kurang minum kopi malam...
solusi pagi ini.. thanks tulisanku...

HARI-HARIKU YANG MENYEDIHKAN

Tekad atau persistensi tak kunjung eksis dibenakku, tak kunjung saya rasakan untuk mendorong hasrat ini. Hasrat yang mungkin tidak terarah yang pada akhirnya menyebabkan tidak munculnya tekad tadi atau apa?? mungkin juga pemahaman tekad blm terumuskan secara detail??, atau tekad yang selama ini di idam-idamkan sebatas pengharapan bukan kebutuhanku?? masih banyak mungkin pertanyaan yang bisa memicu untuk munculnya tekad tersebut. atau akibat keterbatasan referensiku ttg tekad yang kemudian pemahamanku cara memunculkan tekad tak kuncung eksis? yg berdampak juga kepada pertanyaanku yg sedikit membutuhkan jawaban?? padahal perlu banyak pertanyaan agar pemahaman tekad tersebut dipahami secara detil?? haaahh.. bingung..

saya tidak bisa ingkari atau nafikan sangat banyak hasrat atau keinginan yang bergejolak di dada ini atau dipikiran ini. saya ingin sekali hasrat ini terealisasi dlm bentuk tindakan yang pada akhirnya berefek pd realitas yang saya hadapi, tidak lain meminimalisir hasrat yang terlalu banyak.

pemahaman akan hasratku memang begitu tersistematis, ada juga pemahaman akan hasrat masih ranah harapan dan belum terumuskan. diantara beberapa hasrat yang tersistematis tersebut sebenarnya sudah mengarahkan tekad agar eksis, tetapi belum beberapa lama kemudian tekad tersebut menunjukan kelemahannya.

motivasi kemudian berdatangan entah dari mana sumbernya?? yang ingin saya bilang bahwa motivasi tetap saja menjadi faktor penting untuk memunculkan tekad tersebut tetapi beberapa saat kemudian motivasi tersebut sedikit demi sedikit hilang di benakku.

KONSISTENSI. kata itu yang kemudian mengarahkan saya agar tetap fokus pada hasrat dan tekad untuk mewujudkan atau mendorong keluar api yang membara di benak ini. tapi tubuh kadang tidak mendukung apa keinginan hasrat tadi.. tubuh yg selalu menjadi faktor penentu untuk terealisasinya keinginan tadi.

Kebiasaan??? apakah kebiasaan bermalas-malasan?? apakah kebiasaan hedon?? apakah kebiasaan yg menjadi faktor penentu?? kata itu yang sekarang eksis di benakku. kata itu juga mungkin yang menjadi faktor kegundahanku saat ini, yang tidak menutup kemungkinan kata yang muncul kedepannya yang berperan meminimalisir tekad ku..

kebiasaan yang seperti apakah selama ini yg selalu dialami tubuh ini?? apakah kebiasaan ini selalu diawasi oleh pikiran bawa sadar atau ke kritisanku dalam menilai orang?? yang tidak sebanding dengan ke kritisanku dalam menilai diriku sendiri??? apakah pemahamanku tentang kebiasaan masih sangat dangkal???

ke ikut sertaan pikiran memang saya selalu apresiasi karena perannya untuk selalu mengarahkan tindakan ini sidikit dari banyaknya pengetahuanku tentang kehidupan (kebiasaan) terkontrol dengan selalu berpedoman pada suara hatiku (bahasa universal) yang membimbing diri ini untuk selalu memaknai arti dari diriku...

saat ini saya masih bingung dengan tindakanku menulis kalimat-kalimat per kalimat diatas... maaf...

Sangat Memprihatinkan##

Wednesday, 13 November 2013

KEBERADAAN SAYA

Saya sadar dengan eksistensiku saat ini. saya memahami bahwa saya kadang lalai dengan tanggung jawab, saya lalai akan status saya sebagai mahasiswa, bahwa saya juga lalai akan nasihat-nasihat yang selama ini menjadi batu loncatan saya.
memahami karakterku memang sangat susah, sangat memerlukan persistensi, dan apabila persistensi itu eksis dibenakku Insya Allah, malahan saya tidak menjalani apa yang kemudian terbesit di benakku ttg persistensi tsb. 

saya dulu yang cenderung dalam keadaan yang serba nyaman, sekarang tidak memperlihatkan hal itu lagi. saya sekarang sudah berada dalam zona tidak nyaman yang mengarahkan saya untuk tidak konsisten dengan tujuanku dinegeri orang. saya pahami bahwa zona nyaman memang sangat efisien jika dibenturkan dengan tujuanku di negeri orang ini. tetapi hal itu sangat kontradiksi dengan bahasa hatiku selama ini apabila saya larut terus dalam keadaan sprt itu. saya saat ini berada dalam zona tidak nyaman yang memang membutuhkan strategi khusus untuk mensinergikan antara keinginan dan realitas yang kadang kontradiksi dengan pikiran serta perasaanku, tapi mau diapa saya harus jalani zona tidak nyaman ini dengan keyakinan bahwa saya akan menjadi sosok seperti yang sudah lama terbesit di benakku tentang kesuksesan.

keadaan ini memang membutuhkan langkah atau strategi yang membutuhkan banyak energi untuk dipikirkan dan direnungkan agar terealisasinya hasrat yang terpendam selama ini.

saya tidak jarang pesimis dengan tindakan-tindakan yang saya jalani ini. terkadang sangat melelahkan dan terkadang juga sangat meminimalisir energi dan keuangan saya. saya tidak seperti dulu yang akrab dengan teman-teman saya, saya tidak seperti dulu yang memperlihatkan keterbukaan, saya sekarang bersolo karir untuk memenuhi ambisi saya. saya kadang berpikir teman-teman berpikiran melenceng dari dugaan saya, tapi saya tidak menjadikan itu persoalan buat saya. saya tidak mau mengurusi mereka karena banyak persoalan yang kemudian membutuhkan saya untuk segera saya selesaikan terutama keadaan saya yang memperlihatkan kepesimisan dalam meraih impian dan masa depan saya.

saya hanya berdoa, dan berjuang dan membentangkan harapan-harapan keemasan buat diri saya. insya allah langkah serta strategi ini bisa memperlihatkan kebanggaan buat diri saya sendiri dan orang-orang terdekat saya yang selalu mensport saya dalam berbagai hal. meskpin terkadang sangat kontradiksi dengan pemahaman teman-teman saya tidak persoalkan. intinya ini sudah langkah saya yang mengharuskan saya untuk terus jalan dan jalan demi impian saya ... Insya Allah...