Friday, 31 January 2014

SAYA AKAN BIJAKSANA


Bismillahirrahmanirrahim.

pemahamanku sekarang adalah diri ini sangat jauh dari ilmu tuhan yang Maha. Sangat sedikit dari banyaknya Ilmu tuhan yang terpanjar di belahan bumi. Saya sendiri tidak bisa mengolah diri supaya sesuai dengan arahan tuhan, arahan panutan seluruh manusia di bumi; Rasulullah saw. Saya memahami bahwa pemahaman ini saja belum cukup menggambarkan banyaknya Ilmu tuhan. saya meyakini dengan sepenuh jiwa, sepenuh hati, sepenuh pemikiran bahwa ketika pemahaman akan Ilmu tuhan sudah kita dapatkan Insya Allah dengan izinNya kita akan bijaksana di muka bumi. Saya tidak nafikan keyakinan ini juga akibat dari pemahamanku, ilmuku, pengalamanku dari membaca buku, perkataan orang yang pernah saya dengar dan saya memutuskan untuk mengiyakan bahwa hal itu benar tetapi didukung juga dengan perkataan Tuhan, perkataan panutan saya dan seluruh manusia di bumi, yang menyatakan bahwa Ilmu sangat penting, Ilmu tuhan jelas adanya, Ilmu tuhan sangat luas, jikapun manusia memiliki ilmu pengetahuan yang banyak, kebanyakan ilmunya itu jika di perumpamakan bagaikan tetes tinta. Dan ilmu tuhan meliputi alam semesta.
Siapa yang tidak ingin memiliki banyak ilmu yang kemudian membuat dia bijaksana. seorang yang Bijaksana dalam pemahaman saya dalah seorang yang memiliki pemahaman akan dunia, dari yang terkecil sampai kepada yang besar. Bijaksana laksana Rasulullah, meskipun kita tidak seperti Rasulullah karena Rasulullah sudah diberi keistimewaan dimata tuhan tetapi setidaknya pemahaman kita mendekati pemahaman Rasulullah dan para sahabatnya. Minimal pemahaman kita setingkat dengan orang-orang yang sudah diberi petunjuk oleh Allah SWT, orang-orang yang diberi petunjuk yang kemudian mereka berbuat bijak kepada alam, manusia dan tuhan. saya ingin sekali seperti mereka yang sudah diberi petunjuk.
Kebijaksanaan yang jelas terlihat seperti baginda besar Nabi Muhammad saw. Dengan perilaku yang luar biasa, tidak seorang pun dimuka bumi yang menandingi perilaku, akhlak, yang terpanjar dari Cahaya Allah SWT, sehingga siapapun yang melihat wajah beliau pasti akan merasa damai, merasa tentram, kecuali bagi mereka yang sudah dihasut oleh iblis.

Sangat banyak ilmu dimuka bumi tanpa kita sadari. Berbicara dengan sesama manusia pun itu termasuk ilmu pengetahuan, yaitu pengetahuan yang dengan berbicara saja kemudian pengetahuan tersebut akan  bercabang-cabang. Dalam hal ini pengetahuan komunikasi, logika, pengetahuan kejiwaan (psikologi), ilmu kesehatan. Denga dan masih banyak lagi ilmu pengetahuan yang mungkin belum kita sadari dengan pendekatan berbicara saja. Dunia ini semua tak luput dari ilmu pengetahuan, bukan Cuma ketika bertemu seseorang dan kemudian berbicara dengannya tetapi ketika berjalan sendiri ditengah hutan pemandangan indah akan mendapatkan ilmu pengetahuan seperti ilmu tentang fisika, dalam hal ini melihat cahaya yang terpantul, melihat tumbuhan (biologi), melihat orang berkendara mobil ( ilmu teknologi), berjalan-jalan yang di injak tanah dan itu termasuk pengetahuan tentang tanah, geologi, dan masih banyak lagi pengetahuan yang nantinya akan didapatkan ketika sedang berjalan-jalan saja. Dan masih sangat banyak ilmu pengetahuan yang akan mengantarkan kita untuk memahami kehidupan yang luas ini jika kita menyadari akan adanya ilmu itu sehingga membuat kita bijaksana kepada alam, dan apa saja yang kita dapatkan.
Ketika tadi berbicara ilmu tuhan dengan pendekatan materi ternyata ilmu tuhan bukan melingkupi materi saja, tetapi dibalik materi yaitu non materi dalam hal ini sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata, bahkan seluruh indra manusia. Seperti ilmu tentang kejiwaan, ilmu tentang kekuasaan (politik), meskipun berdampak pada materi, serta ilmu agama yang menjadi  pembahasan fundamental dan pokok pada orang-orang yang merasa ilmu itu sangat penting, dan tidak akan berpengaruh bagi siapa saja yang merasa ilmu itu tidak penting kemudian tidak terlalu membahasnya.
Saya melihat alam semesta ini tak luput dari ilmu tuhan. semenjak bangun tidur kita sudah mendapati ilmu tuhan sampai kita tidur untuk selama-lamanya kita masih menjumpai ilmu tuhan yaitu ilmu yang baru di alam baru yang kita dituntut untuk memahami ilmu itu ketika masih hidup yaitu ilmu agama (akhirat). Sangat banyak ilmu tuhan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Ilmu pengetahuan yang kita bidangi saat ini ketika masih belajar di tingkat SD sampai perguruan tinggi mungkin masih sangat sedikit. Tidak ada yang tau selain Allah klimaks dari ilmu yang kita bidangi tersebut yang mengarahkan kita untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan profesor sekaligus kita tidak bisa katakan dia sudah memahami secara sempurna ilmunya tersebut meskipun dia sudah menggagas hal baru. Tolak ukur kesempurnaan ilmunya tersebut sama sekali tidak ada. Karena sampai saat ini belum ada yang ukuran tentang sempurnahnya ilmu seseroang.
Ketika berbicara mengenai bermacam-macam ilmu pengetahuan, yang menjadi pertanyaan adalah apakah ilmu pengetahuan yang akan membuat orang bijaksana. seperti halnya Rasulullah saw. Apakah dia yang menguasai semua ilmu pengetahuan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya? Dalam hal ini menguasai ilmu komunikasi, ilmu politik, ilmu alam, dll. Atau ada ilmu pengetahuan tertentu yang akan membuat orang mendekati pemahaman Rasulullah saw?
Rasulullah pernah mengatakan bahwa dialah rahmatanlilalamin, rahmat bagi seluruh alam. Dialah seorang manusia yang menjadi panutan seluruh manusia yang ada dimuka bumi dengan nilai-nilai Keislaman yang telah dibawanya. Dan dialah suri tauladan. Kita harus wajib mengikuti apa saja yang dia lakukan karena apapun yang dilakukan Rasulullah sesuai dengan perintah Allah swt. Jadi sudah selayaknya kita meneladani belau. beliau sangat bijaksana, akhlak (perilaku) nya sangat terpuji, akhlak mulia, selalu berbuat baik kepada siapa saja meskipun kepada orang yang mencelahnya, beliau tetap berbuat baik. Saya tidak bisa sebutkan satu persatu kisah Rasulullah yang merupakan kisah yang penuh nilai-nilai kebaikan karena sangat banyak kisah. Rasulullah adalah manusia yang paling bijaksana.
Dalam penjelasan diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa bagaimanapun caranya kita harus bisa sampai kepada Rasulullah saw, dalam hal pemahaman seperti pemahaman Rasulullah saw dan kemudian berperilaku selayaknya perilaku Rasulullah saw. Tetapi dalam hal ini yang perlu ditegaskan bahwa bagaimana caranya kita berperilaku ketika pemahaman tentang perilaku itu kita tidak tau. Apakah ada manfaatnya tau tidak ada. Karena sebaik-baik perilaku adalah memahami apa manfaat dari perilaku tersebut. Kita semua meyakini bahwa apapun perilaku Rasulullah pasti ada manfaatnya, tidak serta merta dia melakukan begitu saja tetapi itu merupakan nilai-nilai Al-Qur’an.  Olehnya itu kita diharuskan untuk sampai kepada pemahaman Rasulullah sehingga kita mengamalkan pemahaman itu, pemahaman tentang Islam secara menyeluruh. Ketika pemahaman Islam telah menyeluruh dan kemudian perilaku seperti Rasulullah dengan nilai-nilai keislamannya, Insya Allah kita tidak jauh beda dengan Rasulullah. Kita kemudian akan bijaksana dalam menjalani kehidupan. Persoalan apapun yang kita dapatkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita akan bersikap tenang, penuh dengan kesabaran karena kita telah memahami konsekuensi dibalik tindakan serta ucapan.

No comments:

Post a Comment