Mulai
rasanya hati suci yang merupakan karunia
terindah yang diberikan Allah ini keluar dari belenggu-belenggu atau
persepsi-persepsi yang negative tadi, berbagai upaya untuk kemudian
menghilangkan, memuskahkan untuk kembali kepada Sang Pemilik Hati ini. Diawali
dengan merenung dikeheningan malam yang larut dikala semua orang yang berada
dikost tertidur lelap saya mencoba dan mengarahkan pikiranku kepada fitrah yang
diberikan Tuhanku yaitu Allah dengan menggunakan potensi-potensi yang diberikan, membaca-membaca
artikel-artikel motivasi karangan dari berbagai sumber yang substansinya
tentang motivasi, adalah keinginanku untuk merubah diriku agar lebih baik
tentunya diawali dengan tindakan, karena yang perlu dipahami substansi dari
perubahan adalah ketika kita awali dengan tindakan dan tindakan dalam segala
hal. Seperti apa yang dikutip K.H Abdullah Gymastiar bahwasanya “seseorang tidak akan mendapatkan dari apa
yang ia harapkan. Namun ia akan mendapatkan dari apa yang ia usahakan”.
Sinergis dengan perkataan Inspiring Motivator, Intrepreneur, Penulis Muda, “seseorang akan ‘berhasil’ jika saat ini anda
awali dengan bertindak”. Dan tentunya niat yang tulus untuk berubah dan
kembali ke Pemilik hati yang sebenarnya (Allah SWT).
Alhamdulillah dari sedikit dari sekian banyak
buku yang telah saya bisa berdampak sedikit lebih pada hasratku untuk
sedikitnya berubah dari sebelumnya. Tindakan dan tindakan kata-kata itu yang
selalu saya tanamkan dibenakku, Ibadah sholat sudah aku lakukan tapi entah
kenapa ibadah sholatku masih terputus-putus. Entah kenapa seperti itu. Dan saya
mengambil kesimpulan imanku belum begitu kokoh dan masih jauh dari pemahaman
tentang agama Islamku atau mungkin persepsi-persepsiku yang negatif masih
begitu banyak membelenggu hatiku yang suci ini yang diberikan Allah, atau iblis-iblis
menang dalam menggodaku atau bahkan juga factor lingkungan yang membuat saya
seperti ini. Wallahu’alam. Pokoknya harus bertindak untuk perubahan.
Dan
seiring berjalannya waktu, aku sadar ternyata tindakan-tindakan yang aku
lakukan merupakan manifestasi dari niat yang telah aku tanamkan untuk berubah
kearah yang lebih baik. “Orang bertindak
bukan karena apa yang terjadi disekelilingnya, tapi orang bertindak
(melakukan/memilih sesuatu) karena apa yang ada dalam isi pikirannya dan apa
yang ia rasakan dalam hatinya”(Asrul Fauzi). Di awali dengan tindakan
membaca buku. Dan tentu anda bertanya, kenapa dengan membaca buku? Dengan
membaca buku, persepsi saya mengatakan saya sudah mendapatkan setitik cahaya
untuk berubah yang awalnya gelap gulita yang saya tidak tahu akar pemasalahan
sehingga saya berputar-putar pada poros yang tidak ditemukan temunya dan dengan
membaca buku telah mengubah hidup saya dan menambah wawasan saya untuk dapat
mengerti strategi-strategi untuk berubah. Seperti apa yang dibahasakan Inspirasi
Motivator, Intrepreneur, Penulis Muda Asrul Fauzi, “anda langka? Karena ketika anda membaca buku, di bumi belahan lain ada
orang yang mulai berpikir untuk sukses, di kampus tetangga anda , ada mahasiswa
yang ingin berhasil. Namun tahukah bahwa mereka belum akan pernah sukses untuk
berubah? Serius! Mereka sampai kapanpun bahkan, tidak akan pernah berhasil,
karena apa? Sebab, mereka belum bertindak!”, dan membaca juga merupakan
proses pengembangan tahap demi tahap untuk mencapai hal-hal akan bermanfaat
buat emosional, spiritual, dan intelektual yang tiada lain buat kualitas diri
yang lebih baik kedepan. mereka
yang dengan sadar dan penuh inisiatif selalu berusaha memanfaatkan kemampuan membacanya
itu, bertujuan untuk meningkatkan nilai dirinya
serta mengembangkan potensi intelektualnya sebagai warga dari masyarakat yang
berkebudayaan (Aldous
Huxley).
Dan tentunya bagi orang-orang yang telah memahami dari membaca merupakan
suatu titik cahaya untuk mengantarkannya ke kehidupan berikutnya yang lebih
baik dan berarti. "Setiap orang yang tahu, bagaimana
membaca, memiliki dalam dirinya kekuatan untuk memperkembangkan diri, untuk
melipatgandakan cara dan jalan kehidupan, untuk membuat hidupnya penuh, berarti
dan menarik" (Aldous Huxley). Membaca juga merupakan kegiatan fisik
yang merupakan kunci memperoleh ilmu pengetahuan. Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, (QS. 96:1).
Bahkan
dewasa ini untuk kemudian menuju ketitik klimaks dalam perubahan tentunya
sebagai seseorang intelektual kampus awal yang harus ditempuh adalah membaca
lingkungan kita, terkait hal-hal diluar diri kita, orang-orang disekitar kita,
tentunya membaca dengan hati dan mengamati dengan akal pikiran kita yang jernih.
Olehnya itu membacalah secara menyeluruh dan seksama, karena semakin banyak
membaca lingkungan disekitar, semakin bijak dalam memilih dan menentukan
bersama siapa dan mau kemana arah tujuan hidup untuk meraih masa depan.
No comments:
Post a Comment