Sunday, 26 January 2014

Setitik cahaya



Mulai rasanya hati  suci yang merupakan karunia terindah yang diberikan Allah ini keluar dari belenggu-belenggu atau persepsi-persepsi yang negative tadi, berbagai upaya untuk kemudian menghilangkan, memuskahkan untuk kembali kepada Sang Pemilik Hati ini. Diawali dengan merenung dikeheningan malam yang larut dikala semua orang yang berada dikost tertidur lelap saya mencoba dan mengarahkan pikiranku kepada fitrah yang diberikan Tuhanku yaitu Allah dengan menggunakan  potensi-potensi yang diberikan, membaca-membaca artikel-artikel motivasi karangan dari berbagai sumber yang substansinya tentang motivasi, adalah keinginanku untuk merubah diriku agar lebih baik tentunya diawali dengan tindakan, karena yang perlu dipahami substansi dari perubahan adalah ketika kita awali dengan tindakan dan tindakan dalam segala hal. Seperti apa yang dikutip K.H Abdullah Gymastiar bahwasanya “seseorang tidak akan mendapatkan dari apa yang ia harapkan. Namun ia akan mendapatkan dari apa yang ia usahakan”. Sinergis dengan perkataan Inspiring Motivator, Intrepreneur, Penulis Muda, “seseorang akan ‘berhasil’ jika saat ini anda awali dengan bertindak”. Dan tentunya niat yang tulus untuk berubah dan kembali ke Pemilik hati yang sebenarnya (Allah SWT).


 Alhamdulillah dari sedikit dari sekian banyak buku yang telah saya bisa berdampak sedikit lebih pada hasratku untuk sedikitnya berubah dari sebelumnya. Tindakan dan tindakan kata-kata itu yang selalu saya tanamkan dibenakku, Ibadah sholat sudah aku lakukan tapi entah kenapa ibadah sholatku masih terputus-putus. Entah kenapa seperti itu. Dan saya mengambil kesimpulan imanku belum begitu kokoh dan masih jauh dari pemahaman tentang agama Islamku atau mungkin persepsi-persepsiku yang negatif masih begitu banyak membelenggu hatiku yang suci ini yang diberikan Allah, atau iblis-iblis menang dalam menggodaku atau bahkan juga factor lingkungan yang membuat saya seperti ini. Wallahu’alam. Pokoknya harus bertindak untuk perubahan.

Dan seiring berjalannya waktu, aku sadar ternyata tindakan-tindakan yang aku lakukan merupakan manifestasi dari niat yang telah aku tanamkan untuk berubah kearah yang lebih baik. “Orang bertindak bukan karena apa yang terjadi disekelilingnya, tapi orang bertindak (melakukan/memilih sesuatu) karena apa yang ada dalam isi pikirannya dan apa yang ia rasakan dalam hatinya”(Asrul Fauzi). Di awali dengan tindakan membaca buku. Dan tentu anda bertanya, kenapa dengan membaca buku? Dengan membaca buku, persepsi saya mengatakan saya sudah mendapatkan setitik cahaya untuk berubah yang awalnya gelap gulita yang saya tidak tahu akar pemasalahan sehingga saya berputar-putar pada poros yang tidak ditemukan temunya dan dengan membaca buku telah mengubah hidup saya dan menambah wawasan saya untuk dapat mengerti strategi-strategi untuk berubah. Seperti apa yang dibahasakan Inspirasi Motivator, Intrepreneur, Penulis Muda Asrul Fauzi, “anda langka? Karena ketika anda membaca buku, di bumi belahan lain ada orang yang mulai berpikir untuk sukses, di kampus tetangga anda , ada mahasiswa yang ingin berhasil. Namun tahukah bahwa mereka belum akan pernah sukses untuk berubah? Serius! Mereka sampai kapanpun bahkan, tidak akan pernah berhasil, karena apa? Sebab, mereka belum bertindak!”, dan membaca juga merupakan proses pengembangan tahap demi tahap untuk mencapai hal-hal akan bermanfaat buat emosional, spiritual, dan intelektual yang tiada lain buat kualitas diri yang lebih baik kedepan. mereka yang dengan sadar dan penuh inisiatif selalu berusaha memanfaatkan kemampuan membacanya itu, bertujuan untuk meningkatkan nilai dirinya serta mengembangkan potensi intelektualnya sebagai warga dari masyarakat yang berkebudayaan (Aldous Huxley).  

Dan tentunya bagi orang-orang yang telah memahami dari membaca merupakan suatu titik cahaya untuk mengantarkannya ke kehidupan berikutnya yang lebih baik dan berarti.  "Setiap orang yang tahu, bagaimana membaca, memiliki dalam dirinya kekuatan untuk memperkembangkan diri, untuk melipatgandakan cara dan jalan kehidupan, untuk membuat hidupnya penuh, berarti dan menarik" (Aldous Huxley). Membaca juga merupakan kegiatan fisik yang merupakan kunci memperoleh ilmu pengetahuan. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, (QS. 96:1).

Bahkan dewasa ini untuk kemudian menuju ketitik klimaks dalam perubahan tentunya sebagai seseorang intelektual kampus awal yang harus ditempuh adalah membaca lingkungan kita, terkait hal-hal diluar diri kita, orang-orang disekitar kita, tentunya membaca dengan hati dan mengamati dengan akal pikiran kita yang jernih. Olehnya itu membacalah secara menyeluruh dan seksama, karena semakin banyak membaca lingkungan disekitar, semakin bijak dalam memilih dan menentukan bersama siapa dan mau kemana arah tujuan hidup untuk meraih masa depan.

No comments:

Post a Comment