Wednesday, 12 March 2014

PERSETAN

Kondisiku saat ini dihadapkan pada keadaan yang seram. dilain sisi saya memikirkan orang tua di kampung. dilain sisi saya memikirkan masa depanku. tetapi yang menjadi prioritas atau yang menjadi beban atau arah pikiranku yang paling dikuras adalah memikirkan kondisi mereka yang mencintai saya ketika mengetahui saya dengan kondisiku saat ini .. itulah persepsi orang ketika menjadi saya. tetapi kadang juga persepsi itu muncul pada diriku manakala saya berhasil dihegemoni oleh pemahaman orang. orang yang sok memahami saya. orang yang sok memahami pola pemikiran saya. orang yang sok bisa menjadi diri saya secara utuh.tetapi saya apresiasi apa yang mereka pikirkan tentang saya. itu merupakan bukti bahwa mereka respek kepada saya, mereka menjadikan saya sebagai tolak ukur kesuksesan mereka. mereka bisa belajar dari saya, belaja dari apa yang saya alami untuk mereka agar tidak melakukan seperti apa yang saya lakukan.


saat ini saya sadar, saya tidak terlalu memikirkannya. saya tidak terlalu menjadikan beban pikiran yang akan membuat saya putus asa. saya sama sekali tidak merasakan hal-hal aneh yang akan mengarahkan saya putus asa. tidak sama sekali. saya selalu memahami bahwa inilah keadaan saya yang memang ukurannya adalah diri saya sendiri. apapun yang terjadi pada diri saya itulah konsekuensi dari tindakan saya atau pemahaman saya. saya selalu meyakini bahwa jalan hidupku saya yang jalani bukan orang lain atau bukan yang dialami siapapun. saya yang kemudian merasakannya.

saya hanya berusaha merdeka dengan kondisiku saat ini. merdeka menjadi diri yang tidak dipegang kepalanya. saya bersyukur diberi kesehatan dan nikmat yang berupa waktu. saya bersyukur diberi rezeki yang alhamdulillah tiada tara, seperti apa yang saya miliki sekarang ini. suatu nikmat yang memang jarang saya bersyukur. jarang juga saya menjalankan perintahNya. tetapi berada pada jalur kebaikan Insya Allah itu merupakan naluriah saya. saya menyadari dalam kondisi kebaikan kita akan merasakan kenyamanan.

dari diriku yang paling dalam, mungkin letaknya di hatiku yang paling dalam saya selalu memahami bahwa tindakanku selama ini sangat tidak berguna. saya selalu menyadari bahwa kebiasaan saya sama saja akan membuat kaget ketika orang-orang yang mencintai saya mengetahui keadaanku. saya sangat egois. itulah saya. tetapi saya selalu yakin akan masa depan saya. itulah saya. kelebihan saya adalah saya selalu yakin akan masa depan saya. itulah kelebihan saya meskipun tidak realistis dengan tindakanku. saya tidak mempersoalkan.

saya kemudian menganalisa diriku bahwa saya ternyata tipe orang yang ingin merdeka. saya sangat tidak menyukai pola kehidupan yang selalu ditekan. pola kehidupan yang menjadikan diri berpikir pada kadar yang telah ditentukan. saya lebih suka berpikir bebas. berpikir merdeka demi tujuan dan visi saya.

itulah saya. hahaha..


No comments:

Post a Comment