Masalah menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia adalah sesuatu yg harus diselesaikan (dipecahkan), soal atau
persoalan yang harus di selesaikan. Masalah pasti terjadi pada manusia tanpa
terkecuali dan siapapun orangnya. bisa juga terjadi pada selain manusia, yaitu
hewan, tumbuhan.
Dalam kasus hewan dan tumbuhan
sering kita dapatkan permasalahan yang dihadapi kedua jenis makhluk hidup itu
jika dalam kondisi tertentu yang tidak diinginkan dan kemudian berdampak pada
arah gerak, tindakan dua jenis makhluk hidup itu. dalam kasus binatang, anjing
misalkan akan menggonggong jika mendapati anaknya sedang diganggu oleh manusia,
kepekaan induk anjing ketika itu sangat terlihat, pemecahan masalah anjing itu
yaitu dengan menggonggong siapa saja yang mengganggu anaknya dengan harapan
manusia atau apapun yang mengganggu anaknya agar segera pergi meninggalkan anak
anjing itu. dalam kasus tumbuhan, pernah kita melihat bunga puteri malu yang
ketika daunnya disentuh oleh tangan manusia, dengan spontan daunnya mengkerut.
Entah malu yang dilanda bunga itu atau mungin tumbuhan puteri malu itu enggan
untuk disentuh. Analoginya bisa melalui bunga puteri malu dan untuk jenis
tumbuhan-tumbuhan lain juga. Kita percaya makhluk hidup tidak ingin diganggu
dan tidak ingin mendapatkan masalah. Tetapi dalam pembahsan ini saya akan fokus
pada masalah itu yang dialami/dilanda manusia secara umum.
Masalah yang dialami oleh
manusia terbilang sangat kompleks, misalnya seseorang yang harus berhadapan
dengan pihak kepolisian karena dianggap telah melakukan pembunuhan, terlibat
kasus pencucian yang pada akhirnya berhadapan dengan KPK sampai pada
masalah-masalah kecil yang kemudian bisa didefinisikan bahwa itu masalah yang
dihadapinya demi suatu pengharapan akan tidak adanya kontradiksi dalam
kehidupannya. Masalah yang dialami seseorang berbeda-beda tetapi tidak menutup
kemungkinan juga akan mendapatkan masalah yang sama dalam waktu yang berbeda
atau dalam waktu yang sama. Jika kita mengambil contoh masalah pembunuhan ,
baik itu dalam keadaan belum terbukti kebenarannya ,di fitnah ataupun
tindakannya itu benar telah melakukan pembunuhan dalam kondisi itu, dia mengalami
suatu perubahan pada dirinya yang mengarahkan dia dalam situasi tidak nyaman.
itulah ilustrasi masalah yang dialami seorang manusia. Itulah masalah yang
harus diselesaikan supaya kembali mengarahkan dirinya pada satu titik
keseimbangan (kenyamanan) dan tidak lagi terikat dalam masalah.
Ketidaknyamanannya adalah dia nantinya apabila terbukti akan dijebloskan ke
penjara. Dia tidak nyaman mendekam di pencara. Saat itu kenyamanannya adalah
terlepas dari masalah itu. dan kembali menjalani kehidupannya yang nyaman.
Dalam hukum sebab akibat (Kausalitas),ketika ada akibat pasti ada
sebabnya. Tidak mungkin ada akibat tanpa adanya unsur sebab. Begitu juga dengan
masalah. Ada masalah pasti juga ada penyebabnya. Tidak mungkin ada masalah yang
tidak mempunyai sebab. Dalam masalah pembunuhan, masalah anda tidak nyaman
karena berakibat tidak nyaman buat anda. Masalah itu bisa saja terjadi akibat dari
perilaku anda, perilaku orang lain, atau bahkan sesuatu yang tidak diketahui
asal muasalnya tetapi eksis sebagai sebuah masalah tetapi kita meyakini pasti
ada penyebabnya, ketidaktahuan kita bisa jadi akibat pemahaman kita tentang
sebabnya belum ada, belum ada karena
kita belum ingin mecari tahu atau belum tau sama sekali, bahkan tidak tau sama
sekali akibat kelalaian kita.
Dalam hal ini saya tidak
membahas tentang penyebab dari masalah itu. Yang ingin saya katakan adalah bagaimana
sikap anda ketika dalam kondisi terlibat dalam masalah, bagaimana pemahaman
anda terhadap masalah itu, bagaimana langkah anda memecahkan/menyelesaikan
masalah itu, bagaimana menjalani masalah itu tanpa merasa ada tekanan yang
membuat anda tidak nyaman. Apakah anda bisa menjawab pertanyaan itu satu demi
satu ketika dihadapkan pada realitas yang membuat anda saat ini tidaknyaman
(dalam kondisi terlibat dalam masalah).
Tidak bisa dinafikan bahwa
pemahaman akan masalah, manusia pasti mengalami banyak kontradiksi dalam dirinya
yang membuat dia tidak nyaman. Itulah masalah yang harus dipecahkan agar tidak
lagi berlama-lama dalam kondisi tidak nyaman atau mengalami kontradiksi.
Banyak orang yang ketika
dihapkan pada masalah yang kemudian mengantarkan dia pada sikap yang tidak
terarah (bingung). Ada juga yang ketika mengalami masalah yang kemudian
berdampak stres, bahkan ada juga yang lari dari masalah. Apalagi ketika
terlibat dalam masalah dan kemudian ada yang berusaha membikin panas
keadaan/membuat diri makin tidak stabil, yang ada hanya sisi negatif,
sedikitpun hal-hal positif tidak muncul.
Mengutip perkataan dari salah
seorang senior saya pada kesempatan tatap wajah disebuah warkop, beliau
mengatakan bahwa masalah merupakan kontradiksi antara keinginan dan realitas.
Dalam hal ini realitas yang tidak persis sama dengan harapan dan keinginan
kita. Contohnya adalah ketika keinginanmu membeli sebuah kopi torabika tetapi
yang ada di warung itu Cuma kopi dengan merek luwak white coffe. Sama halnya jika
anda mencintai seorang wanita tetapi wanita itu tidak mencintai anda. Itulah
masalah.
Dalam kasus besar seperti
masalah pembunuhan adalah masalah yang tidak lain adalah akibat dari perilaku
anda. Sebelumnya anda sudah tahu bahwa membunuh itu merupakan tindakan kriminal
yang akibatnya anda akan dijebloskan tetapi kemudian anda melakukannya terlepas
dari penyebab dari tindakan sadis anda. Anda harus siap menanggung konsekuensi
dari tindakan anda. Itulah pemecahan masalah yang paling efektif demi rasa
terpuaskan buat anda. Seperti dalam penjabaran definisi “masalah” menurut KBBI
bahwa masalah adalah sesuatu yang harus dipecahkan/diselesaikan atau persoalan
yang harus dicari jalan keluarnya. Tetapi jika anda tidak melakukan pembunuhan,
tetapi anda ternyata difitnah, anda harus menindaklanjuti keadaan itu. anda
jangan tinggal diam dalam kondisi yang membuat anda tidak nyaman.
Pemahaman masalah adalah
sesuatu yang sangat perlu kita ketahui secara radikal. Dalam hukum kausalitas
mengatakan bahwa tidak ada akibat jika tidak ada sebab. Sama halnya masalah
merupakan akibat dari sesuatu yang anda lakukan, pemahaman saat ini adalah
akibat dari sesuatu yang pernah anda alami, baik itu pengalaman indra (membaca,
melihat perkara, mendengar, dll.). apapun yang kita lakukan pasti ada efek dari
apa yang kita lakukan itu, itulah yang dinamakan akibat dari kelakuan kita.
Entah itu efeknya pada tindakan, atau efeknya pada pemahaman baru, atau juga
berdampak pada orang lain. Efek pada tindakan seperti orang melakukan pemukulan
pada anda yang kemudian anda bingung kenapa orang memukul anda. Anda harus
sadar bahwa apabila saya membalas pasti akan menimbulkan dampak yang lebih
besar. Anda harus paham bahwa pasti ada sebab dari pemukulan orang lain kepada
anda. Entah itu mungkn dendam lama, atau orang yang tidak senang kepada kita
akibat dari tindakan kita yang kurang baik menurut pemahamannya, atau orang
memukul anda itu ternyata suruan dari orang yang tidak menyukai anda. Disitulah
anda harus mengambil sikap bahwa itu bukan tekanan buat anda. Itu merupakan pelajaran
buat anda. Anda harus bersyukur dengan cara itulah anda ditegur karena
kesalahan kita atau demi kebaikan kita kedepan meskipun kita sadari tindakannya
kurang baik. Anda harus berpikir positif bahwa pemukulan itu merupakan suatu
cara terbaik demi mengekspresikan apa yang orang lain rasakan kepada anda. Anda
kemudian terus menganalisis tentang kelakuanku sebelumnya yang membuat dia
memukul anda. Apabila kelakuan anda kemarin salah, tidak ada cara lain selain
meminta maaf dan berjanji tidak akan lagi mengulangi kelakuan itu. tetapi
apabila kelakuan anda itu tidak melenceng dari nilai-nilai etika dan moral anda
harus menerimanya juga bahwa mungkin itu cuma salah paham. Dan anda tidak
menyesalkan tindakannya, anda harus menyadari bahwa itu akibat dari pemahamannya
yang belum menyeluruh, dalam artian dia belum mengetahui. Anda harus ikhlas.
Mengutip dari buku harian
kakak saya yang bernama hasan, dia mengatakan bahwa masalah tidak lain adalah
warna kehidupan. Tidak adanya masalah, kehidupan datar-datar saja. Kehidupan
tanpa masalah seperti sayur tanpa garam. Dengan garamlah yang membuat sayur
semakin lezat. Lidah merasakan kenyamanan, kita merasakan kenikmatan, sayurpun
tanpa hambatan melewati tenggorokan dengan tanpa tantangan.
Dari pernyataan kakak saya itu
kemudian memberi pemahaman baru buat saya akan masalah yang membuat kehidupan
lebih baik. Masalah akan membuat kehidupan akan sedikit demi sedikit semakin
jelas. jelas dalam artian bahwa masalah akan memperlihatkan beberapa aspek
ketidaktahuan kita akan realitas menjadi tahu. masalah yang terus menerus
datang akan membikin pertahanan yang kuat pada kita. Sama halnya seperti
seorang nahkoda yang handal akan semakin handal jika terus dihadapkan pada
gelombang-gelombang besar ditengah samudra.
Dari pemahaman dasar bahwa
sesuatu yang terjadi pasti ada sebabnya menjadikan kita tahu bahwa intelektual,
emosional, spiritual akan semakin terasah dengan kehadiran masalah. Tidak cukup
pintar jika terus membaca buku, tetapi bagaimana dengan kontradiksinya
keinginan dengan realitas ketika ingin menulis buku tetapi tidak tahu langkah
awal untuk memulai menulis sebuah buku. Ketika berhadapan dengan laptop anda
bingung apa yang harus anda tulis. Anda ingin sekali menulis buku, tetapi
masalah anda hari ini adalah anda tidak tahu harus memulainya dari mana.
Penyelesaian dari masalah anda adalah anda harus menulis dari sekarang. Dan
kemudian anda menyadari bahwa menyelesaikan masalah dalam menulis sebuah buku
adalah tidak mulai menulis saat ini. Anda terus berkecimpung dalam dunia
imajinasi tanpa praktek menulis. Dan sekarang anda menyadari bahwa ternyata
untuk menulis sebuah buku adalah dengan praktek menulis mulai dari sekarang
tidak menunggu besok.
Masalah adalah kata yang
begitu simpel tetapi sangat menguras emosional, bahkan intelektual kita, tetapi
ternyata dengan pemahaman akan masalah membuat kita akan sedikit-demi sedikit
tahu tentang kehidupan yang kita telah ketahui akan terus berjalan sampai hari
kiamat. Apapun yang kita lakukan akan memperlihatkan seperti apa kualitas dan
kapasitas kita sebagai manusia. Masalah akan menjadikan kita terus memfungsikan
akal, perasaan yang tercermin dari tindakan kita demi suatu titik kesimbangan
(kenyamanan) yang seiring berjalannya waktu akan menjadikan kita pribadi yang
bijaksana. dalam kehidupan yang makin hari makin mengglobal pasti masalah akan
memperlihatkan varian-variannya. Disitulah kita belajar hal baru demi pemahaman
baru, demi kedewasaan berpikir dan kepekaan hati. Akhir kata kita harus sepakat
bahwa masalah bukan ketidaknyamanan tetapi proses untuk menjumpai kenyamanan
yang lebih hakiki. Yang pada akhirnya kita akan sampai pada titik keseimbangan
yang tidak akan tergeser lagi.
No comments:
Post a Comment