Wednesday, 12 March 2014

MASALAH ITU



Masalah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sesuatu yg harus diselesaikan (dipecahkan), soal atau persoalan yang harus di selesaikan. Masalah pasti terjadi pada manusia tanpa terkecuali dan siapapun orangnya. bisa juga terjadi pada selain manusia, yaitu hewan, tumbuhan.

Dalam kasus hewan dan tumbuhan sering kita dapatkan permasalahan yang dihadapi kedua jenis makhluk hidup itu jika dalam kondisi tertentu yang tidak diinginkan dan kemudian berdampak pada arah gerak, tindakan dua jenis makhluk hidup itu. dalam kasus binatang, anjing misalkan akan menggonggong jika mendapati anaknya sedang diganggu oleh manusia, kepekaan induk anjing ketika itu sangat terlihat, pemecahan masalah anjing itu yaitu dengan menggonggong siapa saja yang mengganggu anaknya dengan harapan manusia atau apapun yang mengganggu anaknya agar segera pergi meninggalkan anak anjing itu. dalam kasus tumbuhan, pernah kita melihat bunga puteri malu yang ketika daunnya disentuh oleh tangan manusia, dengan spontan daunnya mengkerut. Entah malu yang dilanda bunga itu atau mungin tumbuhan puteri malu itu enggan untuk disentuh. Analoginya bisa melalui bunga puteri malu dan untuk jenis tumbuhan-tumbuhan lain juga. Kita percaya makhluk hidup tidak ingin diganggu dan tidak ingin mendapatkan masalah. Tetapi dalam pembahsan ini saya akan fokus pada masalah itu yang dialami/dilanda manusia secara umum.

Masalah yang dialami oleh manusia terbilang sangat kompleks, misalnya seseorang yang harus berhadapan dengan pihak kepolisian karena dianggap telah melakukan pembunuhan, terlibat kasus pencucian yang pada akhirnya berhadapan dengan KPK sampai pada masalah-masalah kecil yang kemudian bisa didefinisikan bahwa itu masalah yang dihadapinya demi suatu pengharapan akan tidak adanya kontradiksi dalam kehidupannya. Masalah yang dialami seseorang berbeda-beda tetapi tidak menutup kemungkinan juga akan mendapatkan masalah yang sama dalam waktu yang berbeda atau dalam waktu yang sama. Jika kita mengambil contoh masalah pembunuhan , baik itu dalam keadaan belum terbukti kebenarannya ,di fitnah ataupun tindakannya itu benar telah melakukan pembunuhan dalam kondisi itu, dia mengalami suatu perubahan pada dirinya yang mengarahkan dia dalam situasi tidak nyaman. itulah ilustrasi masalah yang dialami seorang manusia. Itulah masalah yang harus diselesaikan supaya kembali mengarahkan dirinya pada satu titik keseimbangan (kenyamanan) dan tidak lagi terikat dalam masalah. Ketidaknyamanannya adalah dia nantinya apabila terbukti akan dijebloskan ke penjara. Dia tidak nyaman mendekam di pencara. Saat itu kenyamanannya adalah terlepas dari masalah itu. dan kembali menjalani kehidupannya yang nyaman.  

Dalam hukum sebab akibat (Kausalitas),ketika ada akibat pasti ada sebabnya. Tidak mungkin ada akibat tanpa adanya unsur sebab. Begitu juga dengan masalah. Ada masalah pasti juga ada penyebabnya. Tidak mungkin ada masalah yang tidak mempunyai sebab. Dalam masalah pembunuhan, masalah anda tidak nyaman karena berakibat tidak nyaman buat anda. Masalah itu bisa saja terjadi akibat dari perilaku anda, perilaku orang lain, atau bahkan sesuatu yang tidak diketahui asal muasalnya tetapi eksis sebagai sebuah masalah tetapi kita meyakini pasti ada penyebabnya, ketidaktahuan kita bisa jadi akibat pemahaman kita tentang sebabnya belum ada,  belum ada karena kita belum ingin mecari tahu atau belum tau sama sekali, bahkan tidak tau sama sekali akibat kelalaian kita.

Dalam hal ini saya tidak membahas tentang penyebab dari masalah itu. Yang ingin saya katakan adalah bagaimana sikap anda ketika dalam kondisi terlibat dalam masalah, bagaimana pemahaman anda terhadap masalah itu, bagaimana langkah anda memecahkan/menyelesaikan masalah itu, bagaimana menjalani masalah itu tanpa merasa ada tekanan yang membuat anda tidak nyaman. Apakah anda bisa menjawab pertanyaan itu satu demi satu ketika dihadapkan pada realitas yang membuat anda saat ini tidaknyaman (dalam kondisi terlibat dalam masalah). 

Tidak bisa dinafikan bahwa pemahaman akan masalah, manusia pasti mengalami banyak kontradiksi dalam dirinya yang membuat dia tidak nyaman. Itulah masalah yang harus dipecahkan agar tidak lagi berlama-lama dalam kondisi tidak nyaman atau mengalami kontradiksi.

Banyak orang yang ketika dihapkan pada masalah yang kemudian mengantarkan dia pada sikap yang tidak terarah (bingung). Ada juga yang ketika mengalami masalah yang kemudian berdampak stres, bahkan ada juga yang lari dari masalah. Apalagi ketika terlibat dalam masalah dan kemudian ada yang berusaha membikin panas keadaan/membuat diri makin tidak stabil, yang ada hanya sisi negatif, sedikitpun hal-hal positif tidak muncul.

Mengutip perkataan dari salah seorang senior saya pada kesempatan tatap wajah disebuah warkop, beliau mengatakan bahwa masalah merupakan kontradiksi antara keinginan dan realitas. Dalam hal ini realitas yang tidak persis sama dengan harapan dan keinginan kita. Contohnya adalah ketika keinginanmu membeli sebuah kopi torabika tetapi yang ada di warung itu Cuma kopi dengan merek luwak white coffe. Sama halnya jika anda mencintai seorang wanita tetapi wanita itu tidak mencintai anda. Itulah masalah. 

Dalam kasus besar seperti masalah pembunuhan adalah masalah yang tidak lain adalah akibat dari perilaku anda. Sebelumnya anda sudah tahu bahwa membunuh itu merupakan tindakan kriminal yang akibatnya anda akan dijebloskan tetapi kemudian anda melakukannya terlepas dari penyebab dari tindakan sadis anda. Anda harus siap menanggung konsekuensi dari tindakan anda. Itulah pemecahan masalah yang paling efektif demi rasa terpuaskan buat anda. Seperti dalam penjabaran definisi “masalah” menurut KBBI bahwa masalah adalah sesuatu yang harus dipecahkan/diselesaikan atau persoalan yang harus dicari jalan keluarnya. Tetapi jika anda tidak melakukan pembunuhan, tetapi anda ternyata difitnah, anda harus menindaklanjuti keadaan itu. anda jangan tinggal diam dalam kondisi yang membuat anda tidak nyaman.

Pemahaman masalah adalah sesuatu yang sangat perlu kita ketahui secara radikal. Dalam hukum kausalitas mengatakan bahwa tidak ada akibat jika tidak ada sebab. Sama halnya masalah merupakan akibat dari sesuatu yang anda lakukan, pemahaman saat ini adalah akibat dari sesuatu yang pernah anda alami, baik itu pengalaman indra (membaca, melihat perkara, mendengar, dll.). apapun yang kita lakukan pasti ada efek dari apa yang kita lakukan itu, itulah yang dinamakan akibat dari kelakuan kita. Entah itu efeknya pada tindakan, atau efeknya pada pemahaman baru, atau juga berdampak pada orang lain. Efek pada tindakan seperti orang melakukan pemukulan pada anda yang kemudian anda bingung kenapa orang memukul anda. Anda harus sadar bahwa apabila saya membalas pasti akan menimbulkan dampak yang lebih besar. Anda harus paham bahwa pasti ada sebab dari pemukulan orang lain kepada anda. Entah itu mungkn dendam lama, atau orang yang tidak senang kepada kita akibat dari tindakan kita yang kurang baik menurut pemahamannya, atau orang memukul anda itu ternyata suruan dari orang yang tidak menyukai anda. Disitulah anda harus mengambil sikap bahwa itu bukan tekanan buat anda. Itu merupakan pelajaran buat anda. Anda harus bersyukur dengan cara itulah anda ditegur karena kesalahan kita atau demi kebaikan kita kedepan meskipun kita sadari tindakannya kurang baik. Anda harus berpikir positif bahwa pemukulan itu merupakan suatu cara terbaik demi mengekspresikan apa yang orang lain rasakan kepada anda. Anda kemudian terus menganalisis tentang kelakuanku sebelumnya yang membuat dia memukul anda. Apabila kelakuan anda kemarin salah, tidak ada cara lain selain meminta maaf dan berjanji tidak akan lagi mengulangi kelakuan itu. tetapi apabila kelakuan anda itu tidak melenceng dari nilai-nilai etika dan moral anda harus menerimanya juga bahwa mungkin itu cuma salah paham. Dan anda tidak menyesalkan tindakannya, anda harus menyadari bahwa itu akibat dari pemahamannya yang belum menyeluruh, dalam artian dia belum mengetahui. Anda harus ikhlas.

Mengutip dari buku harian kakak saya yang bernama hasan, dia mengatakan bahwa masalah tidak lain adalah warna kehidupan. Tidak adanya masalah, kehidupan datar-datar saja. Kehidupan tanpa masalah seperti sayur tanpa garam. Dengan garamlah yang membuat sayur semakin lezat. Lidah merasakan kenyamanan, kita merasakan kenikmatan, sayurpun tanpa hambatan melewati tenggorokan dengan tanpa tantangan.

Dari pernyataan kakak saya itu kemudian memberi pemahaman baru buat saya akan masalah yang membuat kehidupan lebih baik. Masalah akan membuat kehidupan akan sedikit demi sedikit semakin jelas. jelas dalam artian bahwa masalah akan memperlihatkan beberapa aspek ketidaktahuan kita akan realitas menjadi tahu. masalah yang terus menerus datang akan membikin pertahanan yang kuat pada kita. Sama halnya seperti seorang nahkoda yang handal akan semakin handal jika terus dihadapkan pada gelombang-gelombang besar ditengah samudra. 

Dari pemahaman dasar bahwa sesuatu yang terjadi pasti ada sebabnya menjadikan kita tahu bahwa intelektual, emosional, spiritual akan semakin terasah dengan kehadiran masalah. Tidak cukup pintar jika terus membaca buku, tetapi bagaimana dengan kontradiksinya keinginan dengan realitas ketika ingin menulis buku tetapi tidak tahu langkah awal untuk memulai menulis sebuah buku. Ketika berhadapan dengan laptop anda bingung apa yang harus anda tulis. Anda ingin sekali menulis buku, tetapi masalah anda hari ini adalah anda tidak tahu harus memulainya dari mana. Penyelesaian dari masalah anda adalah anda harus menulis dari sekarang. Dan kemudian anda menyadari bahwa menyelesaikan masalah dalam menulis sebuah buku adalah tidak mulai menulis saat ini. Anda terus berkecimpung dalam dunia imajinasi tanpa praktek menulis. Dan sekarang anda menyadari bahwa ternyata untuk menulis sebuah buku adalah dengan praktek menulis mulai dari sekarang tidak menunggu besok. 

Masalah adalah kata yang begitu simpel tetapi sangat menguras emosional, bahkan intelektual kita, tetapi ternyata dengan pemahaman akan masalah membuat kita akan sedikit-demi sedikit tahu tentang kehidupan yang kita telah ketahui akan terus berjalan sampai hari kiamat. Apapun yang kita lakukan akan memperlihatkan seperti apa kualitas dan kapasitas kita sebagai manusia. Masalah akan menjadikan kita terus memfungsikan akal, perasaan yang tercermin dari tindakan kita demi suatu titik kesimbangan (kenyamanan) yang seiring berjalannya waktu akan menjadikan kita pribadi yang bijaksana. dalam kehidupan yang makin hari makin mengglobal pasti masalah akan memperlihatkan varian-variannya. Disitulah kita belajar hal baru demi pemahaman baru, demi kedewasaan berpikir dan kepekaan hati. Akhir kata kita harus sepakat bahwa masalah bukan ketidaknyamanan tetapi proses untuk menjumpai kenyamanan yang lebih hakiki. Yang pada akhirnya kita akan sampai pada titik keseimbangan yang tidak akan tergeser lagi.




No comments:

Post a Comment