Saya akan buktikan bahwa inilah
keraguan kalian ke saya. saya manusia biasa sama dengan kalian wahai
teman-teman. Saya selalu berpikiran positif dengan hadir kalian di sisi saya.
saya juga apresiasi akan tindakan kalian yang mendorong saya untuk selalu sejalan
dengan kalian meskipun saya selalunya tidak sejalan. Saya juga senang dengan
kalian. Dikala saya dalam keadaan yang membingungkan, dalam keadaan kekurangan,
disitulah kalian hadir untuk meminimalisir hal-hal negatif yang saya alami.
saya sama sekali tidak berpikiran negatif pada kalian. Saya tidak mengatakan
bahwa kalian orang yang tidak mengerti saya, atau tidak memahami pola pikir
saya Cuma saya tau bahwa kalian belum sampai pada pemahaman saya saat ini. Kenapa
saya begini, dan kenapa saya begitu. Masalah yang saya hadapi akan sulit
dituntaskan karena saya memang tidak mau mengatakannya. Bukannya saya tidak mau
mengatakan pada kalian yang kemudian
kalian mengatakan saya tidak menunjukan persahabatan yang hakiki, tetapi saya
tidak mau perkataan saya nanti akan sulit kalian pahami, atau mungkin saya
takut kalian mau menyanggah perkataan saya bahwa perkataanku itu tidak benar
adanya, atau juga mungkin kalian Cuma mau katakan bahwa saya bodoh, maaf saya
tidak mau ganggu kayakinan saya saat ini karena saya yakin apa yang saya pahami
ini adalah awal keberhasilan saya. Saya tahu Kalian sudah jauh melambungi saya.
saya selalu optimis bahwa kalian akan selalu menjunjung tinggi orientasi kalian
ketika berada di makassar. Saya mengharapkan yang terbaik buat kalian.
Kalau mau berbicara tentang
perasaan, saya sangat sakit, saya tidak sehat. Banyak hal yang tidak kalian
pahami tentang diri saya, tentang problematika saya. saya sadari dan insya
Allah kesadaran ini akan selalu eksis sebagai landasan yang sangat berharga
kedepannya saya agar saya tidak mengulangi hal yang sama. Kalau pun saya ulangi
berarti saya sudah memiliki pemahaman yang jauh lebih masuk akal dan matang
kenapa saya melakukannya, serta memiliki alasan yang kebenarannya sangat kuat.
Lebih jelasnya rasa sakit itu terlihat dari perbuatanku kemarin, tindakanku
kemarin sangat tidak terarah, saya memulai masa awal kemalasan kuliah sangat
tidak berdasar, bahwa kenapa saya malas kuliah, kenapa saya tidak gabung dengan
kalian wahai teman-temanku. Kenapa saya tidak memberi khabar akan keadaan saya,
saya menutup diri, saya tidak memperdulikan kalian. Saya acuh, apatis dengan
kalian, saya menganggap kalian tidak ada dalam daftar orang-orang yang pernah
memberi saya semangat, pernah memberi saya kenangan sport, bantuan untuk kerja
tugas dan final. Saya kemudian kabur dari kalian, kabur dari tujuan untuk
kuliah, saya malas kuliah, satu smster saya tidak memunculkan diri pada kalian,
saya tidak bersama dengan kalian ketika dosen membawakan materi kuliahnya.
Apakah saya mempunyai alasan yang masuk akal akan tindakanku itu bahwa benar
sesuai hati saya , ataukah itu hanya hal-hal yang diakibatkan ketidaktahuan
saya, atau kelalaian saya, sifat atau karakter saya yang asli atau mempunyai
alasan yang masuk akal bahwa tidak ada ruginya saya seperti itu, toh saya
mendapatkan banyak hal-hal menarik , serta banyak sesuatu yang kemudian
menambah daftar pemahaman saya/ilmu saya. wallahu’alam. Saya terus mencari
pengetahuan demi suatu kebenaran. Cuma itu.
Tetapi alangkah baiknya saya akan
jawab kenapa saya seperti itu, saya ke kost teman saya dengan
berglamour/hedonis( merokok , ngopi, makan enak di work shop), menghabiskan
waktu dengan facebook, internet, ngobrol-ngobrol dengan teman saya adi, pernah
juga membaca buku. Yang intinya saya sangat menikmati pada saat itu yang pada
akhirnya saya lupa kalian kawand. Sebelumnya maaf. Saya sudah menghabiskan
waktuku dengan banyak melakukan hal yang sia-sia /tidak berguna tetapi saya
juga tidak bisa nafikan bahwa ada juga hal-hal yang bermanfaat. Salah satunya
saya berhasil membaca buku Novel “The alkemis” dan “tauhid semesta”, meskipun
buku tauhid semesta tidak sampai habis bukunya. Bisa dibilang hampir selesai
saya baca. Yang kedua saya kemudian mengikuti organisasi penerbitan kampus (pk
identitas), di organisasi itu saya menemukan organisasi yang bagus.
Terorganisir, saya melihat profesionalisme kerja, skill yang luar biasa.
Kebiasaan yang baik dari setiap reporter yaitu kebiasaan membaca tiap hari dan
kebiasaan menulis, serta kebiasaan berbagi kebahagiaan. Di organisasi itu saya
mendapatkan ilmu tentang fotografer, tulis menulis, meskipun pelajaran tulis
menulis tidak sepenuhnya saya tau. Yang paling penting kebiasaan menulis sangat
ditekankan dan kebiasaan membaca sangat ditekankan. Itu saja sudah merupakan
capaian yang baik demi pemahaman yang baik akan hal itu kedepannya saya jika
saya implementasikan apa yang saya pahami itu. Itu mungkin dari segi
kebermanfaatan dari beberapa bulan yang saya jalani dengan sedikit manfaat.
Tetapi lagi-lagi saya harus
realistis demi ketidaktahuan saya bahwa dari banyak tentang paparan saya diatas
saya menyadari kelalaian saya itu merupakan buah dari ketidaktahuan saya, buah
dari kebiasaan buruk saya, yang kadang selalu eksis dari tindakan saya tanpa
saya kajih apakah ini hal yang jauh dari manfaat atau juga ada manfaat yang
saya tidak ketahui demi pengembangan pemahaman saya, demi pengetahuan baru
saya, atau demi kesuksesan saya.
Saya terbilang tidak muda lagi,
saya sudah menginjak usia yang tidak muda lagi. Di usia yang tidak muda lagi
ini kalau mau dibilang realistis adalah orang orang yang sudah selesai kuliah,
orang-orang yang sudah mengarah ke hal-hal produktif dalam hidupnya,
orang-orang yang sudah merancang kehidupan baru, mengarah ke hubungan yang
lebih serius dengan kekasihnya, bisa dibilang usia-usia yang pas untuk menjalin
keluarga baru. Tapi saya saat ini masih saja selalu dibayang-bayangi hal-hal
yang tidak berguna. Saya belum bisa produktif, saya masih jauh dari kesuksesan
kuliah, saya juga masih jauh dari kecukupan ilmu agama, masih jauh dari
kebijaksanaan, saya juga belum dewasa berpikir, saya masih jauh dari kebiasaan
yang baik. Kebiasaan buruk selalu melanda saya.
Saya akan buktikan bahwa saya
tidak akan mengulangi hal yang sama. Tetapi bagaimana saya bisa menambah ilmu
saya, saya akan membiasakan kebiasaan baik, saya akan terus belajar dari
kesalahan, belajar dari kegagalan. Saya akan mulai menulis demi buku saya yang
suatu saat nanti Insya Allah akan terbit dengan izin Allah swt.
No comments:
Post a Comment