Monday, 26 August 2013

DIMANA DIRI SESUNGGUHNYA


Ilustration
Melihat kondisi saya yang tak luput dari problematika ketika dihadapkan pada kondisi dimana bertentangnya antara hasrat dan realitas. Saya cenderung memilih bungkam.  Rasa marah juga tak jarang saya rasakan, sedih juga melanda saya, bahkan kelainan pada diri saya yang saya tidak rumuskan apakah yang dimaksud kelainan itu. Saya bisa artikan mungkin kelainan ketika saya mengalami salah tingkah atau sejenisnya.

Pemahaman akan karakter saya yang sangat minim membuat saya sendiri tidak tau apa yang melanda saya ini ketika dihadapkan pada ketidak inginan akan sesuatu hal. saya sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa saya kurang memahami karakter saya. Saya sadar bahwa saya terdistrorsi nilai ketika tingkah laku saya dilihat oleh orang yang kemudian menilai saya jelek. tapi saya menyadari saya inginkan sesuatu yang baik yang saya akan lakukan setiap harinya. Harapan akan penilaian berupa kebaikan pun sangat saya damba-dambakan sama siapa saja tanpa terkecuali. Tetapi saya sadari bahwa saya kadang tidak melihat tindakanku, apakah tindakanku ini baik di mata orang lain atau tidak baik di mata orang lain.

ROKOK SAMPOERNA DAN SEGELAS THE SARI WANGI



saya saat ini mengisap rokok sampoerna. yang saya rasakan saya saat ini adalah saya merasakan kenyamanan, manakala saya mengisap rokok sampoerna, disampingku ada segelas the sari wangi yang baru saya hidangkan untuk diri saya sendiri dan santapan angin-angin tapi angin angin Cuma menyantap suhu the sehingga lambat laun mengalami degradasi suhu yg pada akhirnya dingin. 
Malam ini yang terlihat hening untuk suara-suara manusia, yang terdengar bisingan serangga malam, dan  bisingaan air mengalir yang saya sendiri tahu dari mana sumbernya dan kemana air mengalir itu serta kenapa air mengalir ditengah perkampungan yang yang tidak terlihat sungai bahkan tidak hujan. 

Harus Fokus Menulis 5 halaman dalam satu hari




Menulis merupakan rutinitas yang saat ini saya harus asa, laksana mengasah pisau yang tumpul sehingga kembali tajam pada setiap saat mau digunakan. Lain halnya menggunakan pisau, menulis efektifnya setiap hari dilakukan, tidak lain diharuskan menjadi kebiasaan atau dibudayakan.

Menulis bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang sangat sulit, kesulitan tersebut nampak pada saat memulai sebuah tulisan. Tetapi sesuatu yang sangat mudah ketika dia dihadapkan pada kondisi eksternalnya yang menggugah emosionalnya seperti menulis surat cinta kepada incarannya, seperti kondisi yang dialami kebanyakan orang yang saya kenal. 

KURANG PERCAYA DIRI


Ilustration
Saya dipertemukan pada orang-orang yang sangat banyak, kurang lebih 40 orang dan diselingi oleh pemateri yang hadir pada pembukaan Peer mentoring. 

Ketika saya masuk  ruangan pelatihan peer mentoring tersebut saya merasakan sesuatu yang beda. Beda dalam hal ini adalah adanya rasa gugup, tidak percaya diri, dan bertingkah yang tidak terfikirkan oleh saya atau bertingkah seperti tidak menunjukan kepercayaan diri.