Menulis
merupakan rutinitas yang saat ini saya harus asa, laksana mengasah pisau yang
tumpul sehingga kembali tajam pada setiap saat mau digunakan. Lain halnya
menggunakan pisau, menulis efektifnya setiap hari dilakukan, tidak lain diharuskan
menjadi kebiasaan atau dibudayakan.
Menulis
bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang sangat sulit, kesulitan tersebut
nampak pada saat memulai sebuah tulisan. Tetapi sesuatu yang sangat mudah
ketika dia dihadapkan pada kondisi eksternalnya yang menggugah emosionalnya
seperti menulis surat cinta kepada incarannya, seperti kondisi yang dialami
kebanyakan orang yang saya kenal.
Keinginan
saya menulis tampak ketika saya melihat seorang penulis yang terkenal seperti
raditya dika, andrea hirata, karen amstrong dll. Mereka sosok-sosok yang kaya
imajinasi, kaya akan kata-kata puitis, kaya akan wawasan. Hal itu terlhat dari
gaya penulisan, substansi penulisan dan karakter tulisannya.
Saya
menganalogikan bahwa mereka cerdas-cerdas dan kritis. Bahkan yang paling
memotivasi saya yaitu buku-buku yang mereka tulis dipasarkan di toko-toko buku
terkenal seperti gramedia. Saya tidak habis pikir di samping kepopuleran
mereka, mereka juga bisa memberikan sumbangsih pengetahuan kepada siapa saja
yang membutuhkan. Bahkan dengan buku yang mereka tulis, mereka bisa
menghasilkan uang yang sangat berlimpah.
Saya
menyadari bahwa kegiatan menulis itu sangat penting, karena disamping
kepopuleran dan lain sebagainya, kegiatan menulis bisa membuat bertambahnya
pengetahuan, karena dengan menulis buku misalkan, secera tidak langsung kita
membutuhkan referensi lain seperti buku sebagai kutipan yang akan kita sisipkan
di tulisan kita artinya kita harus mencari kutipan yang sesuai dengan substansi
tulisan kita. Dengan menulis juga kita semakin kritis dalam mengkaji setiap
tulisan yang ingin kita buat.
Rutinitas
menulis menjadi harapan saya. Setiap harinya saya ingin menulis dan dalam
beberapa hari ini saya sudah mulai menulis beberapa artikel dan
kejadian-kejadian disekitar saya, bahkan apa yang saya alami saya tuangkan
dalam kata-kata sehingga membentuk kalimat di microsoft word.
Yang
saya alami ketika mulai menulis, tak jarang saya bingung kata-kata apa yang
ingin saya tulis terkait dengan substansi tulisan saya. Saya juga bingung
ketika dihadapkan pada substansi yang tiba-tiba melenceng dari tujuan awal
saya, dalam hal ini saya sering melenceng dari topik atau judul yang saya buat
ketika sampai beberapa paragraf tulisan saya. Saya juga sering kehabisan
kata-kata untuk menyusun kalimat per kalimat tulisan saya sehingga pada
akhirnya saya mengakhiri tulisan saya dengan ending tulisan yang tidak memuaskan. Saya menyadari
bahwa faktor kurangnya perbendaharaan kata saya atau saya jarang membaca.
Bahkan saya merasa malu ketika ada yang kemudian menghampiri saya ketika saya
sedang keasyikan menulis. Tetapi yang saya garis bawahi adalah persoalan
fundamental yang saya hadapi ketika menulis adalah timbulnya rasa malas, kadang
muncul keinginan menulis dan lebih sering dilanda kebiasaan lain yang tidak
produktif seperti bergaul dengan teman, merokok dan online, serta yang tidak
kalah penting terkait persoalan menulis adalah kurangnya referensi dalam hal
ini kehabisan kata demi kata untuk membentuk kalimat yang substansinya jelas
seperti yang ada dipikiran saya.
Tetapi
lagi-lagi saya harus lawan rasa kemalasan. Saya harus fokus menulis setiap hari
dan minimal 5 halaman. Harus fokus 5 halaman per hari Insya Allah. Amin..
No comments:
Post a Comment