Monday, 26 August 2013

KURANG PERCAYA DIRI


Ilustration
Saya dipertemukan pada orang-orang yang sangat banyak, kurang lebih 40 orang dan diselingi oleh pemateri yang hadir pada pembukaan Peer mentoring. 

Ketika saya masuk  ruangan pelatihan peer mentoring tersebut saya merasakan sesuatu yang beda. Beda dalam hal ini adalah adanya rasa gugup, tidak percaya diri, dan bertingkah yang tidak terfikirkan oleh saya atau bertingkah seperti tidak menunjukan kepercayaan diri.


Rasa gugup, malu, tidak percaya diri yang terlihat dari bahasa tubuhku. mungkin perasaan itu akan berefek pada orang-orang yang melihat saya. Dan lagi – lagi saya ingin keluar dari kondisi yang tidak nyaman pada diri saya. Saya sampai saat ini belum memahami langkah taktis untuk meminimalisir hal tersebut dari kegundahan saya atau dari ketidaknyamanan saya itu. Saya ingin mencari alternative untuk menghilangkan rasa itu. Tetapi di lain sisi ada juga aspek-aspek yang mengharuskan saya tidak percaya diri atau tidaknyaman yaitu beberapa poin-poin diantaranya dihadapkan pada berbagai orang, terlebih orang itu belum saya kenal. 

ATAU MUNGKIN ADA FAKTOR TERTENTU PaDa DIRI SAYA kemudian BEREFEK pada PERASAAN DAN PERILAKU SAYA??? Lagi-lagi saya belum bisa rumuskan… WAHhhh..

Tetapi kadang saya juga memahami saya yg sekarang sudah agak beda dengan diri saya yang kemarin, krn hal itu terlihat dari pembawaan saya ketika berada di muka umum untuk berbicara. awal dari memulai berbicara saya kadang bisa kontrol emosi saya tapi kadang juga saya tidak bisa kontrol perasaan saya bahkan pikiran saya. waaahh..
Satu hal yang selalu tertancap dalam diriku bahwa kutipan yang mengatakan bahwa “kebiasaanlah yang membentuk kita sekarang, ala bisa krn biasa”. Dari kutipan tersebut yang selalu menggerakan saya untuk selalu menunjukan eksistensi saya yang mungkin bagi orang lain berpikiran bahwa saya hanya ingin dikenal, tetapi saya tidak menafikan statmen itu, tetapi saya lebih kepada berproses untuk biasa ketika berhadapan dengan umum untuk berbicara, atau mungkiin saya menunjukan keilmuan saya atau wawasan saya.

Saya akui bahwa saya masih gugup, saya belum biasa mengontrol arah gerak tubuh saya, bahkan saya belum bisa mengontrol arah pembicaraan saya krn hal itu terlihat ketika sudah berhdapan dengan khalayak umum saya kadang berbicara yang tak jarang melenceng dari apa yang saya pikirkan sebelumnya. Banyak saya dapatkan  dari mereka yang  wawasannya luas, terlihat dari  sistematika retorikanya dan terlebih emosi bisa mereka kendalikan. Terus terang saya sangat tertarik dengan mereka. Apalagi mereka oaring yang sudah banyak menghasilkan karya.

No comments:

Post a Comment