Melihat kondisi saya yang tak
luput dari problematika ketika dihadapkan pada kondisi dimana bertentangnya
antara hasrat dan realitas. Saya cenderung memilih bungkam. Rasa marah juga tak jarang saya rasakan,
sedih juga melanda saya, bahkan kelainan pada diri saya yang saya tidak
rumuskan apakah yang dimaksud kelainan itu. Saya bisa artikan mungkin kelainan
ketika saya mengalami salah tingkah atau sejenisnya.
Pemahaman akan karakter saya yang
sangat minim membuat saya sendiri tidak tau apa yang melanda saya ini ketika
dihadapkan pada ketidak inginan akan sesuatu hal. saya sadar dengan
sesadar-sadarnya bahwa saya kurang memahami karakter saya. Saya sadar bahwa
saya terdistrorsi nilai ketika tingkah laku saya dilihat oleh orang yang
kemudian menilai saya jelek. tapi saya menyadari saya inginkan sesuatu yang
baik yang saya akan lakukan setiap harinya. Harapan akan penilaian berupa
kebaikan pun sangat saya damba-dambakan sama siapa saja tanpa terkecuali.
Tetapi saya sadari bahwa saya kadang tidak melihat tindakanku, apakah
tindakanku ini baik di mata orang lain atau tidak baik di mata orang lain.
Saya tidak nafikan bahwa
penilaianku ini benar ataukah salah. Penilaianku benar mungkin salah bagi orang
lain atau penilaianku salah mungkin benar bagi orang lain. Spekulasi diatas
mungkin berlaku pada diri saya ataukah bermain dalam imajinasi saya saja.
Tetapi yang menjadi landasan saya saat ini adalah penilaianku akan tindakan
atau spekulasi dari orang lain. Penilaianku ketika kemudian berbaur dengan
orang lain, mereka kadang memperlihatkan ketidaksukaan dari segi bicara atau
tindakannya. Saya juga belum benar memahami apakah itu Cuma perasaanku saja
atau imajinasiku saja. Atau mungkin juga mereka tidak memahami benar dan
tidaknya sesuatu.
Tindakan saya seperti ini karena
tidak luput dari niat saya, pemikiran saya, bicara saya kemudian teraplikasi
pada tindakan saya. Saya berniat setiap orang memandang saya baik karena saya
menyadari bahwa tindakan saya baik karena berlandaskan niat saya baik. Tetapi
hal itu malah tidak seperti yang saya inginkan. Ada apa dengan saya? Ada apa
dengan mereka? Ada apa dengan alam yang kemudian menjadi saksi bisu kontradiksi
yang saya alami?? Apakah kita mesti terkurung dalam tempurung kecil untuk
memastikan tidak membuat penilaian buruk terhadap setiap orang? Apakah
seabelumnya saya pernah melakukan kesalahan? Ataukah ini semua dosa-dosa orang
didekat saya? Ataukah penampilan saya yang merubah persepsi orang-orang
sehingga menilai saya berbeda dengan apa yang ada di hati saya? Atau mungkin
saya tidak memahami kareakter saya?
Pertanyaan semua benar. Pertanyaan
yang sampai saat ini berdengung di kepala saya adalah “apakah saya sudah
memahami betul karakter saya?” sekali lagi saya belum memahami betul karakter saya.
Saya harus memahami karakter saya untuk melihat siapa diri saya? Siapa saya
sebenarnya dan apa yang harus saya berikan untuk diri saya sehingga
mengantarkan kepada tindakan saya kepada siapa saja tanpa terkecuali.
SAYA CUMA BERHARAP suatu saat
saya akan melihat diri saya yang sesungguhnya melalui study karakter MY SELF. Amin…

No comments:
Post a Comment