Monday, 26 August 2013

DIMANA DIRI SESUNGGUHNYA


Ilustration
Melihat kondisi saya yang tak luput dari problematika ketika dihadapkan pada kondisi dimana bertentangnya antara hasrat dan realitas. Saya cenderung memilih bungkam.  Rasa marah juga tak jarang saya rasakan, sedih juga melanda saya, bahkan kelainan pada diri saya yang saya tidak rumuskan apakah yang dimaksud kelainan itu. Saya bisa artikan mungkin kelainan ketika saya mengalami salah tingkah atau sejenisnya.

Pemahaman akan karakter saya yang sangat minim membuat saya sendiri tidak tau apa yang melanda saya ini ketika dihadapkan pada ketidak inginan akan sesuatu hal. saya sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa saya kurang memahami karakter saya. Saya sadar bahwa saya terdistrorsi nilai ketika tingkah laku saya dilihat oleh orang yang kemudian menilai saya jelek. tapi saya menyadari saya inginkan sesuatu yang baik yang saya akan lakukan setiap harinya. Harapan akan penilaian berupa kebaikan pun sangat saya damba-dambakan sama siapa saja tanpa terkecuali. Tetapi saya sadari bahwa saya kadang tidak melihat tindakanku, apakah tindakanku ini baik di mata orang lain atau tidak baik di mata orang lain.

Saya tidak nafikan bahwa penilaianku ini benar ataukah salah. Penilaianku benar mungkin salah bagi orang lain atau penilaianku salah mungkin benar bagi orang lain. Spekulasi diatas mungkin berlaku pada diri saya ataukah bermain dalam imajinasi saya saja. Tetapi yang menjadi landasan saya saat ini adalah penilaianku akan tindakan atau spekulasi dari orang lain. Penilaianku ketika kemudian berbaur dengan orang lain, mereka kadang memperlihatkan ketidaksukaan dari segi bicara atau tindakannya. Saya juga belum benar memahami apakah itu Cuma perasaanku saja atau imajinasiku saja. Atau mungkin juga mereka tidak memahami benar dan tidaknya sesuatu. 

Tindakan saya seperti ini karena tidak luput dari niat saya, pemikiran saya, bicara saya kemudian teraplikasi pada tindakan saya. Saya berniat setiap orang memandang saya baik karena saya menyadari bahwa tindakan saya baik karena berlandaskan niat saya baik. Tetapi hal itu malah tidak seperti yang saya inginkan. Ada apa dengan saya? Ada apa dengan mereka? Ada apa dengan alam yang kemudian menjadi saksi bisu kontradiksi yang saya alami?? Apakah kita mesti terkurung dalam tempurung kecil untuk memastikan tidak membuat penilaian buruk terhadap setiap orang? Apakah seabelumnya saya pernah melakukan kesalahan? Ataukah ini semua dosa-dosa orang didekat saya? Ataukah penampilan saya yang merubah persepsi orang-orang sehingga menilai saya berbeda dengan apa yang ada di hati saya? Atau mungkin saya tidak memahami kareakter saya?

Pertanyaan semua benar. Pertanyaan yang sampai saat ini berdengung di kepala saya adalah “apakah saya sudah memahami betul karakter saya?” sekali lagi saya belum memahami betul karakter saya. Saya harus memahami karakter saya untuk melihat siapa diri saya? Siapa saya sebenarnya dan apa yang harus saya berikan untuk diri saya sehingga mengantarkan kepada tindakan saya kepada siapa saja tanpa terkecuali. 

SAYA CUMA BERHARAP suatu saat saya akan melihat diri saya yang sesungguhnya melalui study karakter  MY SELF. Amin…

No comments:

Post a Comment