![]() |
| Ilustration, Tawuran mahasiswa |
Mahasiswa
adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah
perguruan tinggi dengan tujuan untuk menuntut ilmu untuk kemudian diaplikasikan
ilmunya tersebut untuk memenuhi kebutuhannya atau istilah yang lebih popular
adalah kuliah yang sering terucap di bibir mahasiswa ketika hendak pergi ke
kampus.
Kuliah adalah suatu rutinitas mahasiswa yang dimana ia
berproses dalam hal mendewasakan pemahaman yang dulunya tidak atau kurang diketahui
untuk menuju kepemahaman baru dalam hal intelektual, emosional, spiritual
bahkan kehidupan yang mengarahkan kita untuk mengerti tentang probematika hidup. Problematika itulah yang
kemudian dicari jalan keluar untuk kehidupan yang lebih baik agar bermanfaat
bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara, tapi realitas
sekarang mahasiswa tak jarang mengacuhkan hal diatas malah bergeser dari tujuan
mahasiswa malah lebih mengarah ke konflik-konflik horizontal.
Mahasiswa dengan orientasi mendewasakan pemahaman baik
intelektual, emosional, bahkan spiritual tidak jarang mendeskreditkan pemahaman
yang lain. dewasa ini mahasiswa selalu menonjolkan ketangkasan intelektualnya
dengan bentuk menentang pihak tertentu yang dianggap keliru dengan berbagai
cara untuk menjatuhkannya dengan tujuan yang sama tanpa memahami apa yang
dirasakan pihak tertentu yang terlibat, Begitu juga pihak lain tak jarang
menanggapi pihak pertama dengan menentangnya dengan cara-cara tidak melihat
pada sisi kemanusiaan.
Bentuk-bentuk perselisihan lain antara mahasiswa adalah
perilaku-perilaku yang kurang memperlihatkan kesopanan yang didasari oleh
tujuan tertentu, mahasiswa sering memperlihatkan perilaku yang kurang baik
dihadapan mahasiswa lain yang terlibat konflik tanpa memahami apa yang
dirasakan pihak tertentu dari perbuatannya.
Konflik merupakan pertentangan untuk berusaha memenuhi
tujuan dengan jalan menentang pihak lawan. Konflik antar mahasiswa didasari
oleh satu pihak atau beberapa pihak yang terlibat dalam konflik tersebut baik
yang sifatnya sederhana maupun yang struktural. Potensi konflik terjadi
manakala terjadi kontak antar manusia, sebagai individu yang terorganisasi
dalam kelompok, individu ingin mencari jalan untuk memenuhi tujuannya. (Prof.
Dr. Alo Liliweri, M.S, 2005)
Kita mengenal beberapa tipe konflik diantaranya; konflik
sederhana, konflik dalam organisasi, konflik berdasarkan sifat, konflik
berdasarkan jenis peristiwa dan proses, konflik berdasarkan factor pendorong,
konflik berdasarkan jenis ancaman, konflik berdasarkan apa, kapan, dimana ia
terjadi, konnflik berdasarkan cara memandang peristiwa atau isu, konflik
berdasarkan pemerintah. (Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S, 2005)
Dari pernyataan tokoh diatas, konflik yang terjadi antar
mahsiswa mencakup semua karena di dalam dinamika kampus tidak jauh berbeda
dengan kehidupan bermasyarakat. Yang menjadi perbedaan mendasar adalah dunia
kampus dinaungi oleh orang-orang yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan
kampus juga di huni oleh orang-orang yang berbagai karakter, ras, suku, budaya
dan kepercayaan yang berbeda-beda dan tanpa kecerdasan emosional seiring
berjalannya waktu konflik antar mahasiswa akan terus bertambah karena
kecerdasan emosional merupakan pengontrol diri untuk memahami diri dan orang-orang
disekeliling kita agar tercipta suasana yang harmonis tanpa diskriminasi atau
konflik-konflik.

No comments:
Post a Comment