Tuesday, 27 August 2013

MENANTI KEBERSAMAAN DENGANMU


Ilustration
Entah apa yang sebenarnya aku harus pikirkan dan lakukan untuk membuatmu bersamaku? Saya sangat ingin kita bersama dalam belaian kasih sayang dan chemistry serta buaian cinta.
Saya ingin sekali bersamamu untuk mewujudkan ambisi diri yang menggebu-gebu ini. Ambisi yang sebenarnya belum saya analogikan kenapa saya begitu berambisi. Pemahamanku tentang ambisi ini pun selalu memaksaku untuk terus mencari tahu di balik ambisi ini. 


Terkadang pikiran ini selalu mengarah kepada hal-hal yang mencoreng arti cinta yang sebenarnya, dikala saya hanya berpatokan pada wajah yang cantik rupawan, atau mungkin cuma karena dia menjadi artis di kampus yang ketika teman-temankus sendiri melihatmu membuat mereka stress... masih banyak mungkin hal-hal yang sampai saat ini sulit saya analogikan. 

Saya sebenarnya khawatir dengan perasaan sayang dan cinta ini yang kemudian tiba saatnya menjadi ambisi untuk mewujudkan rasa cinta dan sayang ini kepada objek cinta itu, siapa lagi kalau bukan dia (mis x). 
Bagaimana kita akan bersama dalam buaian kasih sayang? Cinta? Wajahmu sangat indah dikala engkau tersenyum. Saya bahkan secara sembunyi melihat foto-fotomu di facebook. maafkan aku jika aku tidak sebelumnya tidak meminta izin. 

Dikala saya membuka facebook, tanpa sadar saya membaca statusmu ketika itu saya membuka beranda untuk melihat semua info terapdate teman-teman facebook, dan disitulah saya melihat statusmu yang mengatakan bahwa aku takut jatuh cinta.

Entah apa yang ada dipikiranmu saat itu? Saya tidak tahu sama sekali. Saya sebelumnya pernah menyapamu ketika engkau hendak menanyakan formulir bidak (bina dasar kepemimpinan), saya kemudian mengarahkan dirimu untuk duduk bersilang di depan komputer gedung fakultas teknik gowa untuk membagikan formulir tersebut yang pada akhirnya kamu langsung mengisi biodata tersebut dengan nyaman. Dengan gerak yang gemulai pada saat itu saya memandangi wajahmu tanpa sepemberitahuanmu, bahkan saya melihat matamu yang indah. 

Itulah awal dari sebuah drama cinta dan kasih sayang yang melanda diriku. Kedua kalinya saya melihat engkau lewat di depanku ketika aku sedang bermain facebook di lantai dua fakultas teknik UH. Saat itu dua kali engkau lewat di depanku, firasatku pada saat itu engkau hendak ke WC. Karena arahmu menuju wc lantai dua. 

Dan kemudian seiring berjalannya waktu, aku pernah meleponmu dengan harapan engkau mau ngobrol denganku. Tetapi apa daya engkau terdengar seperti sedang malas bicara denganku. Hal itu terbukti ketika engkau mengatakan sudah dulu. Dan smsmu pun mengatakan bahwa engkau sedang tidak ingin bicara. 

Saya sulit membayangkan sakit hati pada saat itu. Tapi saya tidak menyerah ketika itu. Saya selalu mengirimmu sms untuk menyapamu dengan penuh perhatian yang tidak lain dan tidak bukan untuk mengambil perhatianmu. Tetapi apa daya saya seperti dalam keadaan dalam kondisi ditahu arah gerak ini. Apa yang sebenarnya engkau pikirkan, dan kenapa engkau begitu jutek jadi wanita. Pertanyaan itu yang sering berputar-putar dalam otakku.
Seperti apa tipe cowok idamanmu? Apa engkau sudah memilik seorang kekasih? Atau saya yang menggunakan cara yang kurang memperlihatkan kesungguhan ? atau mungkin saya terlalu kuper? Hahhahaha…

Saya selalu mengklaim diri ini agar terhindar dari sifat yang memperlihatkan diri yang sombong atau diri yang selalu mementingkan diri sendiri. Dan yang paling saya takutkan yaitu cinta yang terjebak dalam nafsu buta yang tidak sedikitpun terpancar aura positif.. 

Saya dalam hal ini, kondisi seperti ini mengakui bahwa saya belum terlalu memahami hakikat dari cinta yang sebenarnya? Hakikat cinta yang memang sesuai dengan cinta Tuhan. Cinta tuhan kepada hambanya yang tidak terbatas. Bahkan saya menyadari bahwa cinta ini seperti cinta yang bermodalkan kagum dengan raut wajah yang cantik rupawan. Haah..tapi apalah bedanya jika wajahnya cantik dibarengi dengan hatinya yang cantik serta kepribadiannya yang cantik. Bukankah itu harapan semua para lelaki untu mewujudkan rasa atau ambisinya  untuk menggait wanita idamannya yang tak jarang seperti tipe-tipe diatas?

Ahh.. rasanya ganjal sekali jika diri ini mengklaim bahwa apalah arti cantik rupawan wajahnya jika hatinya tidak cantik, tetapi yang terpenting adalah cantik hatinya. Dilihat dari perilaku sendiri saya selalu memfokuskan perhatian terhadap wanita yang terbilang cantik. Saya juga selalu menganggap atau menjadikan orang yang wajahnya bisa dibilang tidak cantik tapi standar sebagai teman biasa dan tidak lebih, apalagi menjadikan dia sebagai pacar. Entah cantik itu yang menjadi fokus utama dalam perjalananku untuk mencari wanita-wanita yang nantinya akan saya bawa kepada sesuatu yang baru dalam lembaran kehidupanku selanjutnya seiring waktu berganti.

Tapi apakah mungkin saya bersamanya. Sebenarnya saya mengetahui dengan seksama bahwa saya tidak mungkin mendapatkanmu jika orientasi hanya kepada kecantikanmu atau bahkan saya tidak mampu mengantarkanmu kepada kebahagiaan. Ahh.. 

Bahkan saya sendiri paham betul jika sudah jadian nanti apa yang kemudian bisa membuatmu bahagia? Apakah kesetiaan bisa mengantarkan pada kondisi tetap konsisten jika diri ini jauh darimu dan tidak pernah mengantarkanmu pada kondisi-kondisi dimana dirimu merasa tentram atau damai. Haah..

Kerancuan yang ada dibenaku ketika memikirkanmu, blm saatnya saya akan merangkulmu krn memang saya akui bahwa kondisi internal dan eksternal diri saya belum siap? Terima kasih telah ada di pikiranku sehingga saya bisa menulis.

No comments:

Post a Comment