Saya akan buktikan bahwa inilah
keraguan kalian ke saya. saya manusia biasa sama dengan kalian wahai
teman-teman. Saya selalu berpikiran positif dengan hadir kalian di sisi saya.
saya juga apresiasi akan tindakan kalian yang mendorong saya untuk selalu sejalan
dengan kalian meskipun saya selalunya tidak sejalan. Saya juga senang dengan
kalian. Dikala saya dalam keadaan yang membingungkan, dalam keadaan kekurangan,
disitulah kalian hadir untuk meminimalisir hal-hal negatif yang saya alami.
saya sama sekali tidak berpikiran negatif pada kalian. Saya tidak mengatakan
bahwa kalian orang yang tidak mengerti saya, atau tidak memahami pola pikir
saya Cuma saya tau bahwa kalian belum sampai pada pemahaman saya saat ini. Kenapa
saya begini, dan kenapa saya begitu. Masalah yang saya hadapi akan sulit
dituntaskan karena saya memang tidak mau mengatakannya. Bukannya saya tidak mau
mengatakan pada kalian yang kemudian
kalian mengatakan saya tidak menunjukan persahabatan yang hakiki, tetapi saya
tidak mau perkataan saya nanti akan sulit kalian pahami, atau mungkin saya
takut kalian mau menyanggah perkataan saya bahwa perkataanku itu tidak benar
adanya, atau juga mungkin kalian Cuma mau katakan bahwa saya bodoh, maaf saya
tidak mau ganggu kayakinan saya saat ini karena saya yakin apa yang saya pahami
ini adalah awal keberhasilan saya. Saya tahu Kalian sudah jauh melambungi saya.
saya selalu optimis bahwa kalian akan selalu menjunjung tinggi orientasi kalian
ketika berada di makassar. Saya mengharapkan yang terbaik buat kalian.
bukankah lebih baik kisah kita abadi dalam tulisan? biarkan saya belajar dari tulisan ini. berharap dengan tulisan ini membuat saya bijaksana dan lebih baik dari hari kemarin. CORET-CORET .. kata yang tepat karena tanpa evaluasi, dan edit tulisan. maaf tulisan ini buat orang-orang yg pernah mengalami pengalaman yg sama. dan menjadikan tulisannya sbg obat.
Thursday, 27 February 2014
KEGANJILAN DI DADA
Ada keganjilan di dada. Pikiran sulit
merasionalkan. Inilah keadaan emosi yang terkadang sulit di kontrol. Saya bingung
bagaimana cara mengontrolnya. Saya sendiri tidak tau persoalan yang ada didada.
Kedaan saya masih enggan membahas lebih detailnya tetapi alangkah baiknya
kalimat sebelumnya sudah menjelaskan gambaran umumnya tentang apa yang melanda
saya secara garis besarnya.
Tetapi saya mencoba menjabarkan
sedikit lebih mengarah ke inti persoalan yang saya hadapi ini. Topiknya perempuan.
Saya sedikit ilustrasikan bahwa dia sudah mempunyai pacar tetapi saya selalu
meyakini bahwa suatu saat caraku ini akan berhasil mengalihkan perasaannya ke
sesuatu yang saya harapkan. Harapan saya adalah sedikit konyol. Yaitu mengalihkan
hatinya dari orang lain ke hati saya. saya memahami bahwa tindakanku ini kurang
dewasa. Saya sebelumnya memprioritaskan kebahagiaan dia diluar kebahagiaaan
saya. tetapi kalau boleh jujur kebahagiaan saya adalah harapan saya tadi ketika
menjadi kenyataan. Tetapi saya harus bijaksana bahwa saya tidak mungkin
berusaha mengalihkan kebahagiaannya. Saya tau kebahagiaannya adalah apa yang
dialaminya saat ini. Dan disitulah letak kebijaksanan saya harus mengapresiasi
keinginan dan tidak berusaha mengarahkan dia seperti gambaran yang saya
inginkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)