Ada keganjilan di dada. Pikiran sulit
merasionalkan. Inilah keadaan emosi yang terkadang sulit di kontrol. Saya bingung
bagaimana cara mengontrolnya. Saya sendiri tidak tau persoalan yang ada didada.
Kedaan saya masih enggan membahas lebih detailnya tetapi alangkah baiknya
kalimat sebelumnya sudah menjelaskan gambaran umumnya tentang apa yang melanda
saya secara garis besarnya.
Tetapi saya mencoba menjabarkan
sedikit lebih mengarah ke inti persoalan yang saya hadapi ini. Topiknya perempuan.
Saya sedikit ilustrasikan bahwa dia sudah mempunyai pacar tetapi saya selalu
meyakini bahwa suatu saat caraku ini akan berhasil mengalihkan perasaannya ke
sesuatu yang saya harapkan. Harapan saya adalah sedikit konyol. Yaitu mengalihkan
hatinya dari orang lain ke hati saya. saya memahami bahwa tindakanku ini kurang
dewasa. Saya sebelumnya memprioritaskan kebahagiaan dia diluar kebahagiaaan
saya. tetapi kalau boleh jujur kebahagiaan saya adalah harapan saya tadi ketika
menjadi kenyataan. Tetapi saya harus bijaksana bahwa saya tidak mungkin
berusaha mengalihkan kebahagiaannya. Saya tau kebahagiaannya adalah apa yang
dialaminya saat ini. Dan disitulah letak kebijaksanan saya harus mengapresiasi
keinginan dan tidak berusaha mengarahkan dia seperti gambaran yang saya
inginkan.
Saya cinta sama dia. Dan saya juga
merasakan ada hal-hal yang cenderung mengubah kehendak saya. sebelumnya saya
sudah menyadari saya tidak akan mengarahkan dia kepada keinginan saya, tetapi
bagaimana kemudian saya akan membuat dia paham akan kehidupan. Saya hadir untuk
memberi inspirasi bagi kehidupannya yang lebih baik. Demi kebahagiaannya, dan
demi kenyamanannya. Itulah orientasi saya. Tetapi terkadang lambat laun sedikit
demi sedikit, entah apa, ada sesautu yang meregradasi pemahamn itu. Pemahamanku
saat ini yang meregradasinya adalah faktor eksternal, atau perasaan saya yang
terlalu sensitif mungkin. Saya malah merasakan ada ketidakengganan untuk
merelakan dia berada dipangkuan orang lain. Sebelunya saya memasang keyakinan
bahwa dia sudah mempunyai pujaan hati yang dia sayangi begitu juga sebaliknya
pujaan hatinya sangat menyayangi dia, dan saya juga menyadari akan hal itu
tidak akan berefek pada emosional saya.
Saya kemudian berusaha tidak akan
merasakan ada hal aneh lagi yang mengubah persepsi tsb. tetapi inilah keadaan
saya saat ini tidak mau sependapat lagi dengan inisiatif saya sebelumnya,
persepsi saya sebelumnya. Yang kemudian makin jauh melenceng dari pemahaman
saya , pada akhirnya Saya tidak menganggap bahwa dia sudah memiliki pacar,
tetapi saya menganggap dialah yang akan menjadi kekasihku dan inilah caraku
ini, caraku untuk membuktikan keseriusan saya, inilah step awal seperti halnya
orang-orang lakukan ketika melakukan aksi pdkt kepada orang yang dia taksir. inilah step awal untuk menjalin hubungan. Dan inilah
caraku demi kedepan saya akan berjumpa dengan keinginan yang berhasil saya
dapatkan. Yaitu dia akan menjadi kekasih saya.
No comments:
Post a Comment