Sunday, 26 January 2014

HANTU GOKIL DARI JOGJA


 Selamat pagi kawan” Sapa rio dengan raut wajah yang segar, disaat jiwa dan raga ini sudah mulai terjaga 2 menit setelah terbangun dari tidur yang penuh dengan ketakutan.
Ketakutan yang mengantarkan saya ke alam bawa sadar yang hanyut dalam ruang dan waktu yang mencekam perasaan dan pikiran. sosok mengerikan yang berwajah hancur seperti tergores-gores silet, seluruh tubuh hitam dibalut kain putih bercampur darah dan anehnya berkepala botak ditengahnya tetapi rambut tumbuh tepat di samping kiri dan kanannya yang berantakan, hadir dan menampakan dirinya di alam bawa sadar saya.
Saat itu yang terlintas di pikiranku bahwa ternyata di dunia hantu ada salon terbukti rambut hantu tersebut di model sedemikian rupa dengan model rambut seperti di film kerajaan yang pernah saya tonton, saya juga bingung faktor apa sehingga hantu tersebut berambut seperti itu karena baru di jojga yang bermimpi hantu seaneh itu tetapi sangat menyeramkan.
Di alam bawa sadarku hantu tersebut menampakan dirinya tepatnya di depan kamar mandi kontrakan kami yang jaraknya tak jauh dari kamar kontrakan.
“Selamat pagi juga kawan” jawab saya dengan perasaan takut, tapi pada saat itu saya enggan menceritakan mimpi saya ke rio karena alasan tertentu.

SURAT KE PAK DAHLAN ISKAN



Makassar, 01 Februari 2013
Kepada YTH,
BAPAK DAHLAN ISKAN
Di -
Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Rasa syukur saya panjatkan kehadirat Allah swt,  karena saya masih diberi kesempatan untuk hidup dan tentunya tak luput dari cobaan sehingga saya mampu mengedepankan kesabaran, yang tidak lain untuk meningkatkan kualitas iman serta melalui kesempatan ini atas izinNyalah akhirnya saya bisa mengeluarkan curahan hati kepada sosok inspirasi saya yaitu pak dahlan iskan.
Shalawat dan Taslim tak lupa saya persembahkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad saw, sebagai sosok pemimpin yang sangat saya cintai sampai akhir zaman.
Sosok pemimpin yang berani, tangguh dan baik hati, itulah kalimat yang selalu mengingatkan saya ketika melihat anda di layar kaca pak.
Keberanian tersebut terlihat ketika anda nekat membuka pembatas jalan saat petugas tol lalai akan tugasnya. Tindakan tersebut memastikan untuk orang-orang yang anda cintai tidak berlama-lama merasakan kemarahan, kegelisahan dan ketidaknyamanan saat menunggu petugas yang lalai akan tugasnya. Ketangguhan serta kesabaran anda juga terlihat dengan perjalanan hidup anda yang penuh dengan tantangan serta cobaan yang pada akhirnya mengantarkan anda hingga sekarang yang jauh dari kekurangan. Subhanallah.“Apabila kita belum pernah merasakan kesusahan kita tidak mungkin akan dapat merasakan kemenangan”. saya yakin kalimat bijak di atas menggambarkan perjalanan hidup anda yang tak luput dari kesabaran dan itu semua  membuat saya terdorong untuk seperti anda. Terima kasih pak.
Dari perjalanan hidup anda hingga sekarang yang tak luput dari tantangan itu semua bukti kasih sayang Allah kepada anda pak, untuk menguji seberapa besar kesabaran anda. Yang tidak lain untuk meningkatkan level keimanan anda. Hal tersebut jelas terlihat pada kondisi anda dengan berbagai masalah yang anda hadapi selama ini dan anda menyikapinya dengan sabar serta bijak dalam bertindak.
 Semakin tinggi pohon, semakin deras angin yang meniupnya”, saya semakin yakin kalimat ini benar ketika melihat engkau pak. Kebenaran kalimat diatas  membuat saya bersemangat dalam menjalani hari-hari saya dalam kondisi dan situasi apapun saya berada. Sekali lagi terima kasih pak. Sangat banyak inspirasi yang saya peroleh dari bapak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Wasalam.




KEBINGUNGAN



Dewasa ini pemahaman kita tentang kehidupan, pemahamanku sendiri khususnya, kesadaranku, persepsiku tak kunjung jelas. Arah kepahaman akan realitas yang aku hadapi tak jelas, suram, beranta logika yang ku dapatkan mengantarkan pada kejenuhan. Berawal dari eksistensiku. Terbelenggu pada dimensi yang suram. Dimensi yang tidak jelas. Alam pikiranku terkesan sibuk, terkesan sulit menerima realitas kehidupan sehari-hari.

Dinamika-dinamika kehidupan sangat kompleks, banyak gejolak-gejolak yang aku dapatkan ketika saya mulai menyadarinya. Dimulai dari diriku bahkan didunia yang saya naungi ini, berakhir pada kebingungan. Kehidupan sehari-hari membuatku bingung menghadapinya. Kebingungan pada diri sendiri, eksistensi diriku, orang-orang disekitarku, apa yang ada di ideku, dihatiku, dihati orang-orang, dipikiran orang-orang. Yang jelas saya dalam kebingungan.

Saya sulit gambarkan apa sebenarnya bingung itu. Bingung yang secara objektif dipahami oleh orang-orang pada umumnya. Apakah kebingunganku sama dengan kebingungan yang orang-orang rasakan?? Kebingungan yang dimana awalnya? Beranjak pada apa sehingga ada kebingungan? Penyebab kebingungan itu sendiri apa??

Hidup adalah pilihan



Memahami kehidupan tentu tak luput dari berbagai persoalan yang dihadapkan pada situasi yang kadang mengharuskan kita untuk memilih sesuatu dan lain hal yang mengarahkan kita kepada akibat dari pilihan kita tersebut. tentu akibat dari pilihan begitu berpengaruh dalam kehidupan kita selanjutnya. Pilihan yang akan kita pilih senantiasa akan memberikan dampak yang teramat luas bagi kita selanjutnya dan malah dibalik pilihan yang kita putuskan merupakan scenario dari sang pencipta yang tidak kita ketahui substansinya. 

Saat lulus SMP dulu saya dihadapkan pada 2 pilihan yaitu lanjut di SMA kampungku yang tidak lain pilihan orang tuaku atau SMK pilihanku yang berada diluar kampungku yang berada di Kota. 

Melihat kondisi orang tuaku yang menginginkan saya untuk lanjut di SMA kampungku memang membuat saya bimbang akan pilihan yang nantinya saya putuskan. Dan memang orang tuaku tidak menginginkan saya untuk lanjut di SMK karena berbagai pertimbangan terutama bagimana nantinya keadaanku jika jauh dari orang tua. Saya sering memberitahukan kepada orang tuaku bahwa saya bisa jaga diri dan terlebih mempromosikan sekolah di SMK yang menjanjikan tamatan yang berkualitas dan siap kerja dengan skill yang diperoleh dan salah satu  faktor juga kenapa saya memilih SMK karena dikampung tidak mempunyai sekolah SMK. mendengar apa yang saya bahasakan ke orang tuaku, beliau tetap pada keinginannya semula dengan mengatakan tidak mengizinkan saya untuk lanjut disekolah pilihanku. sering berjalannya waktu dengan tak luput dari pengharapanku untuk lanjut di SMK, berbagai kesepakatan dan alasan yang saya beritahukan kepada orang tuaku tetapi diluar apa yang saya harapkan. Melihat orang tuaku yang rasanya tidak menginginkan apa apa yang menjadi niatku membuat saya makin frustasi. Akhirnya keluar pernyataanku dengan mengatakan “apabila saya tidak sekolah di SMK, maka saya tidak sekolah. Mendengar statmentku dan kebulatan tekadku membuat orang tuaku sempat bingung.  

Kembali ke diri sendiri



Kembali ke diri sendiri merupakan bahasa motivasi untuk mengarahkan kita untuk kemudian tidak menciplak atau mengombinasikan karakter diri dengan orang-orang yang mungkin menjadi inspirasi buat kita. Sebuah ilustrasi misalkan ketika melihat sosok yang begitu luar biasa dengan penampilan dipanggung ketika berretorika ditengah kerumuhan orang banyak dan sanggup memainkan perannya sebagai seorang orator sejati. Saya pernah mengalami suatu pengalaman melihat sosok yang menurut saya luar biasa pada saat beda buku di LT UIN Alaudin Makassar, yang diselenggarakan UKM LDK Al-Jami, dan pada saat itu diundang seorang mahasiswa dan juga sebagai Inspiring Motivator, Entrepreneur dan Penulis muda, yang bernama Asrul Fauzi, beliau kebetulan sedang membedah buku yang baru dikarangnya yang berjudul “terlanjur jadi mahasiswa mesti ‘gila’”. Disini saya tidak mengupas apa yang kemudian dibahasakan pada saat bedah buku tersebut tapi mengajak teman-teman untuk kemudian mengarahkan agar kembali ke diri masing-masing. Pada saat beliau sedang memberikan pemahaman tentang buku yang dibeda beliau sungguh luar biasa ketika beretorika dihadapan sekian banyak mahasiswa dengan lantang dan tidak terjebak pada hal-hal yang membuatnya gugup, takut, dan lain sebagainya. Saya sempat takjub dibuatnya dan sempat terlintas dipikiranku untuk bisa menjadi seperti dia. Menjadi seperti dia merupakan sesuatu kebanggaan buat saya yang nota bene saya sangat bertolak belakang dengan dia dalam konteks keberanian ketika berada di depan umum. Banyak cara aku coba dengan berlatih berbica seperti beliau, gaya dan bahasa tubuh yang persis sama seperti dia, bahkan orientasi hidup yang sempat disinggung beliau juga bahkan mengarahkan niatku untuk sama seperti sosok yang luar biasa itu.

Setitik cahaya



Mulai rasanya hati  suci yang merupakan karunia terindah yang diberikan Allah ini keluar dari belenggu-belenggu atau persepsi-persepsi yang negative tadi, berbagai upaya untuk kemudian menghilangkan, memuskahkan untuk kembali kepada Sang Pemilik Hati ini. Diawali dengan merenung dikeheningan malam yang larut dikala semua orang yang berada dikost tertidur lelap saya mencoba dan mengarahkan pikiranku kepada fitrah yang diberikan Tuhanku yaitu Allah dengan menggunakan  potensi-potensi yang diberikan, membaca-membaca artikel-artikel motivasi karangan dari berbagai sumber yang substansinya tentang motivasi, adalah keinginanku untuk merubah diriku agar lebih baik tentunya diawali dengan tindakan, karena yang perlu dipahami substansi dari perubahan adalah ketika kita awali dengan tindakan dan tindakan dalam segala hal. Seperti apa yang dikutip K.H Abdullah Gymastiar bahwasanya “seseorang tidak akan mendapatkan dari apa yang ia harapkan. Namun ia akan mendapatkan dari apa yang ia usahakan”. Sinergis dengan perkataan Inspiring Motivator, Intrepreneur, Penulis Muda, “seseorang akan ‘berhasil’ jika saat ini anda awali dengan bertindak”. Dan tentunya niat yang tulus untuk berubah dan kembali ke Pemilik hati yang sebenarnya (Allah SWT).

Problematika hidup



Hari-hari yang begitu berkecamuk ketika kita  tidak memahaminya, memahami suatu permasalahan hidup dalam kehidupan sehari-hari adalah sesuatu yang rumit dan begitu bergejolak ditengah persepsi-persepsi yang mengarahkan kita kepada sesuatu dan lain hal yg kita alami dalam kehidupan. 

Hari-hari yang ku jalani memang begitu berat ketika aku berada dimakassar, meniti karir demi karir yang tak kunjung memuaskan.

Berawal dari masuk kampus hingga sekarang, perasaan dan bayangan masa depan tak kunjung usai kurasakan hingga saat ini, dengan pemahamanku selama ini yang bertentangan dengan tindakan serta problematika-problematika yang kurasakan dalam kehidupan sehari-hari tak pernah berakhir.

Awal Meniti karir dimakassar yang tiada lain dan tiada bukan yaitu kuliah, itulah tujuanku dan terlebih lagi tujuan yang paling diketahui orang tuaku yang paling saya sayangi dikampung. 

HIKMAH DIBALIK PERJALANAN KE TANAH DIDIK MAKASSAR

Saya dari mawasangka pukul kurang lebih jam 6 lewat. Saya berniat ke makassar untuk melanjutkan semester 3 di universitas hasanudin, makassar. 

Ketika bangun pagi yang dibangunkan mama saya sebelum mempersiapkan barang-barang bawaan dan pada akhirnya ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi saya sangat mengantuk sekali karena salah satu faktor malamnya saya sangat lama tidur berkisar jam 4 dini hari.

Tibalah mobil yang kami naiki di depan rumah kami. Saya kemudian pergi ke kamar mama untuk memastikan wajahku tidak memperlihatkan wajah yang kusam dan baru bangun tidur. Setelahnya saya langsung berpamitan kepada kedua orang tuaku dengan sepatah kata untuk memastikan bahwa mereka tak henti-hentinya mendoakan saya sepanjang karirku di makassar dan tak lupa juga kepada adikku mamat dengan bersalaman.

masuklah saya dan kedua kakakku, safrin dan hasan ke mobil yang akan mengantarkan kami ke wamengkoli. Awal memasuki mobil saya melihat kakak kelas rani yang ada di mobil. Saya kemudian tersenyem setelah mata kami disatukan dalam kondisi diam, beliau juga membalas senyum dari saya dan selanjutnya saya melangkahkan kaki dan membuka tombol kursi tengah supaya tidak menghalangi saya untuk melangkah ke tempat duduk belakang mobil. 

BERKAH DI BULAN RAMADHAN



Disela keheningan ini, aku terbujur kaku ketika diri ini menyadari akan nikmat Allah Swt yang begitu banyak. diantaranya nikmat berupa kesehatan dan waktu.
Nikmat Kesehatan yang kemudian seharusnya disyukuri karena masih banyak orang yang kurang mendapatkan kesehatan yang semestinya bahkan masih ada mereka yang berdiam dirumah sakit mengharap penyakitnya sembuh.
serta waktu yang kemudian dibuang percuma, tidak manfaatkan untuk hal-hal yang berguna bagi diri sendiri, dan orang banyak.

Disela kesibukan saya main facebook di kost teman saya yang bernama rian, tepatnya di jalan politeknik negeri Makassar, kota Makassar, datanglah rian yang sebelumnya meminta izin untuk membeli beras dan beberapa bungkus indomie, beliau memberitahukan tentang salah seorang teman yang bernama hendri untuk segera saya mengirimkan nomor handphone ira. Saya kemudian mengiyakan. Ira adik kelas saya sewaktu SMA. Hendri dan Rian teman sekelas saya sejak kami SMA tapi sekarang kami kuliah di Makassar universitas berbeda. Rian dan hendri di universitas yang sama yaitu UMI (Universitas Muslim Indonesia) sedangkan saya kuliah di Universitas Hasanuddin.
Sejak SMA kami tidak begitu akrab tapi ketika di makassar entah apa yang membuat kami begitu akrab, mungkin karena kami disatukan dalam wadah organisasi daerah yang sering mempertemukan kami pada akhirnya kami akrab satu sama lain.
Setelah saya mengirimkan nomor adik ira ke hendri, badan ini serasa lelah, tak lama kemudian tanpa berpikir panjang saya langsung membantingkan badan ke kasur yang tidak jauh jaraknya dengan tempat duduk saya.
“Bro.. bro..!  bangun sudah sore…” sahut Rian ketika membangunkan saya dari tidur lelapku yang pada akhirnya tak berselang lama dia pergi ke kamar sebelah kost untuk mengobrol dengan temannya yang sering diajak main PS.
Sedikit membuka mata, terlihat sebagian atas langit-langit kamar dengan samar-samar dan rasa nyeri pada perutpun terasa dan ingin segera melampiaskan ke kamar mandi. Tapi rasa malas kemudian selalu bersemayam dalam diri ini. Saya akhirnya melanjutkan tidur dengan sedikit terjaga  sambil menahan nyeri yang pada akhirnya tertidur kembali.
“Wah.. Antonnnnn… Bangun ! kamu seperti orang tidak kenal waktu.”kembali Rian dengan nada suara seperti melihat dia dalam keadaan marah besar. Tak berselang lama kemudian saya memaksakan badan yang kaku ini untuk segera beranjak dari pembaringan untuk segera mempersiapkan peralatan mandi. Rasa nyeri dan bau badan yang lumayan menyengat memaksa kaki ini segera ke kamar mandi.
Tit..tit..tit…dering handphone terdengar di atas meja. ’Ahh.. siapa ini.. masih asyik main facebook…” guman saya ketika asyik bermain facebook sambil mengisap rokok class mild dengan kondisi yang nyaman sehabis mandi. Tak berselang lama saya menghampiri handphone saya dan melihat, ternyata yang memanggil hendri. Tak berpikir panjang saya langsung mengambil handphone dan menjawab telepon “Assalamualaikum bro… dimana makan sahurnya sebentar.. kalau bisa kamu sahur di sekret saja…..” ajak hendri sembari dengan suara yang sedikit memaksa.. “Siapa-siapa di sekret bro..? jawab saya dengan sedikit penasaran. “Ahh.. sedikit  orang di sekret.. kami bertiga, saya, ical dan ikbal” Balas hendri. Oke.. nanti di kondisikan saja bro ! sampai jumpa kawan” Sambung saya sambil tersenyum tipis dan kemudian langsung menutup teleponnya.
 Sekret merupakan tempat kami berkumpul ketika kami membahas agenda-agenda organisasi daerah dan kegiatan-kegiatan di kampung.
Besok tepatnya tanggal 10 Juli 2013 bertepatan awal ramadhan dari keputusan pemerintah yang menjatuhkan tanggal tersebut sebagai 1 ramadhan 1434 H yang berbeda dengan keputusan Muhammadiyah yang menanggalkan awal ramadhan pada tanggal 9 juli 2013. Hal itu sempat membingungkan kami, tetapi pada akhirnya kami mengikuti keputusan pemerintah.
Pada jam 7 malam tepatnya saya dalam keadaan merokok ditemani secangkir kopi torabika moka sambil chatting di facebook dengan salah seorang teman di kampus, kemudian memaksa saya berlama-lama. Seiring berjalannya waktu dan tanpa saya sadari jam sudah menunjukan pukul 11 malam yang kemudian membuat saya kaget melihat waktu yang berlalu begitu cepat. Saya kemudian sembari menghela napas panjang dengan melihat disekeliling kostan dengan wajah yang bingung.
Saya kemudian mematikan laptop dan keluar kamar sembari mencari  udara segar karena dikamar dipenuhi asap rokok yang sisa dua batang lagi bisa dikatakan habis sebungkus rokok. 
“Anton… kita ke sekret yuk…” Sahut rian, sehabis nongkrong dengan teman kost yang jago main PS itu. Yang kemudian memaksa dia berlama-lama di kostnya dengan bertanding main PS. “Sekarang??” balas saya. “Iya ,, tapi saya ke kamar mandi dulu, buang air besar..” tambah rian. “Okela, jangan keasyikan di kamar mandi bro..!” gurau saya dengan suara yang sedikit mengejek… “ahhh… ada-ada saja kamu bro” sambung Rian.
Saya kembali ke kamar kost, saya melihat kamar yang seperti kapal pecah, buku bertaburan dimana-mana, gelas kopi sudah tidak berada ditempatnya, asbak rokok yang sudah terlihat seperti air yang mau tumpah karena sudah dipenuhi puntung rokok yang membuat saya merasa sadah terlalu banyak mengisap rokok.
Saya akhirnya menata kamar pada kondisi semula. Tak berselang lama deringan handphon berbunyi di sela kasur. Tit..tit..tit… saya menghampiri hp, melihat siapa yang menelpon dan kemudian mengangkatnya. Dan ternyata yang menelpon mama saya di kampung. Saya kaget, tumben mama menelpon jam 11 biasanya jam-jam 8 sampai jam 9. Assalamu’alaikum… sapa mama. Walaikumsalam.. jawab saya dengan kerinduan yang sangat mendalam. Anakku besok puasa ya… lanjut mama. Iya ma.. saya puasa besok.. mama gimana khabarnya disitu? Dimana bapak?, tanya saya dengan menahan kerinduan. Alhamdulillah kami disini baik-baik saja, bapak lagi disamping mama. Jawab mama. Owwh.. sahut saya. Apa makan Sahurmu sebentar anakku? Balas mama dengan lembut. “saya sahur dengan nasi dengan mie saja mama” jawab saya dengan menahan tetesan air mata yang ingin sekeali jatuh. “Jangan terlalu makan indomie anakku.. besok harus makan dengan ikan dan sayur, jangan indomie terus kamu makan anakku” mendengar perkataan mama dan  tak kuasa kuasa menahan air mata ini yang kemudian jatuh di kasur tempat saya duduk bersila. Hati ini rasanya diterpa badai dahsyat. Suara mama memaksa badan ini terlihat kaku seperti disiram air samudera atlantis yang sangat dingin. “mama maafkan saya, saya sudah banyak salah sama mama, saya rindu sekali sama mama dan bapak”. Jawab saya dengan suara yang tidak memperdengarkan suara kesedihan yang saya alami. “iya anakku mama maafkan.. tapi lain kali jangan makan indomie terus anakku..” lanjut mama. “Iya mama..”sahut saya. “Kalau begitu kamu tidur anakku, jaga kesehatanmu dan jangan bergadang terlalu larut karena tidak lama lagi sahur dan kamu harus tidur secepatnya”. Lanjut mama dengan nada suara sangat menyentuh hatiku. “Iya ma… kalau begitu saya tidur dulu. Assalamualaikum”. sahut saya dengan bertambahnya kerinduan yang serasa sudah meluap-luap. “Walaikum salam anakku”. balas mama sembari langsung mematikan teleponnya.
Kembali saya merenung dengan penuh kesalahan dan kebodohan, disela waktu yang sudah saya gunakan di makassar selalu didominasi oleh kegiatan yang tidak produktif. Hal itu terlihat ketika saya menghabiskan waktu secara percuma.
Saya merindukan orang tua dikampung yang kemudian mengarahkan saya pada hal-hal yang membuat saya terkesan melalaikan perintah Tuhan, bahkan saya menyianyiakan waktu dan orientasi saya ke makassar dan bahkan saya merasa tersiksa tidak sahur bareng keluarga saya dikampung. Hati-hati ini terasa tercabik-cabik.
“Anton? Mari.. kita pergi ke sekret..” Sapa rian dengan memecah keheningan yang bercampur rasa didalamnya, ada rasa bersalah, sedih, rindu, gelisah yang terakumulasi menjadi satu. Baiklah.. sembari bangit dari duduk saya yang kaku dan mengambil jaket yang bertuliskan rei yang digantung di tempat penggantungan baju di dekat pintu itu. Dan tak lama kemudian jam menunjukan pukul 11.25 wita kami langsung ke sekret yang berjarak lebih kurang 500 meter dari tempat kami tinggal. Sepanjang perjalanan saya selalu memikirkan orang tua saya di kampung, saya baru menyadari ini puasa yang tidak ditemani orang tua saya di kampung, saya mengingat tahun kemarin yang begitu menyenangkan ketika sahur bareng sama keluarga tercinta, suara orang tuaku tadi membuat saya memasuki dimensi problematika, semua kesalahan dan hal-hal negatif selalu saja muncul dalam pikiran dan benak saya.
Tak terasa kami pun tiba di sekret dengan selamat, jam hampir menunjukan pukul 12 malam. Saya tiba di sekret dengan wajah yang tidak biasa, ketika teman-teman di sekret menyapa saya, saya hanya membalas dengan senyum terpaksa dengan tidak mengeluarkan sepata kata pun. Teman-teman ketika itu melihat saya dengan wajah yang bingung, entah apa yang mereka pikirkan, saya tidak mempedulikan, saya berharap semoga mereka tidak berfikiran macam-macam kepada saya. Tidak berselang lama kemudian saya langsung ke kamar sekret dan langsung istrahat sesuai permintaan mama tadi. Sebelum tidur tiba-tiba saya langsung kepikiran untuk menjalankan sholat tahajud. Saya kemudian berniat dalam hati bangun sebelum sahur untuk menjalankan sholat tahajud.
Alhamdullah. Saya bangun tepatnya jam 2.30 dini hari. tak berpikir panjang saya langsung mengambil air wudhu dan selanjutnya langsung menunaikan sholat tahajud.
Ya Allah… hari ini adalah hari yang berkah dimana hari ini adalah awal ramadhan, pintu-pintu syurgaMu Engkau buka selebar-lebarnya dan pintu-pintu nerakaMu engkau tutup serapat-rapatnya. Oleh karena itu izinkan diri ini bertobak kepadamu. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah terima kasih Engkau telah membuka hatiku dengan cara yang yang luar biasa.. Aku mohon ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku Ya Allah.. terima kasih Engkau telah memberikan kedua orang tua yang selalu menyayangi aku . Yang  Selalu menasehati aku di kala aku sudah termakan bujukan setan.. Terima kasih ya Allah.. dan jagalah imanku agar aku tidak melanggar perintahMu… dan jadikan hamba yang kotor ini menjadi orang yang berbakti kepada kedua orang tua hamba ya Allah. Amin ya Rabbal alamin.
Doa yang penuh dengan penyesalan pun terus terucap dengan lancarnya tanpa beban. Semoga hati ini selalu dibarengi dengan cahaya-cahaya iman.
Jam sudah menjukan pukul 3.00, waktu sahur pun tiba. Saya kemudian membangunkan teman-teman saya dengan wajah yang ceria, wajah yang penuh energy,
“Bro.. bro.. bangun… sudah waktunya sahur. Ini sahur perdana kita, jadi jangan buang-buang waktu lagi”. Sahut saya dengan penuh semangat. Tak berselang lama kemudian mereka bangun dengan wajah yang diliputi dengan rasa ngantuk. Saya kemudian menyiapkan makanan yang ada di dapur dan mempersiapkan sarapan yang sebagian lauknya kami beli di warung.
Kami pun menyantap makanan dengan lahapnya, wajah-wajah yang sebelumnya terlihat ngantuk kini hilang setelah dibasuh dengan air dingin di subuh yang damai. Tak jarang teman-teman mengejek saya dikala mereka melihat saya sebelumnya ketika memasuki sekret dengan tidak penuh semangat tetapi sekarang berubah 180 derajat.
Ramadhan kali ini merupakan ramadhan yang merubah mindset dan perilaku saya, banyak cerita yang kemudian tidak semuanya saya luapkan disini. Saya pun membuat agenda keseharian dengan tidak terlepas dengan memanfaatkan momen ramadhan dengan kegiatan yang menambah khazanah keislaman saya, membuang kebisaan yang tidak produktif.
Kebisaan main facebook saya kurangi, saya selalu menyempatkan waktu dengan membaca Al-Qur’an dan terjemahannya. Kebiasaan merokok saya hilangkan dengan sungguh-sungguh, kebisaan tidur pun saya kurangi dengan menggantinya membaca buku Islam, atau buku yang menambah pengetahuan saya.
Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah dan karuniaNya. Bulan ramdhan membuat saya menyadari betapa bodoh saya dari segala tindakan saya sebelumnya. Insya Allah saya akan manfaatkan bulan ramadhan dengan sebenar-benarnya. Alhamdulillahirabbilalamin.