Thursday, 27 March 2014

MEMAHAMI KONSEKUENSI ROKOK, KOPI DAN BUKU



Rokok dan kopi ditambah buku merupakan 3 benda yang terfikirkan oleh pada malam ini. Sembari menyantap kopi yang perlahan sehunya menurun akibat suhu malam yang dingin sambil melantunkan nada pada keyboard yang menginsyaratkan akan kecepatan dan keteraturan ketikan sinergis dengan kata-kata yang terus bertambah dan membentuk paragraf ini sehingga terpadulah dalam malam yang penuh cerita tentang rokok, kopi dan buku.

saya memikirkan akan konsekuensi yang saya alami ketika mengisap rokok dan meneguk kopi buatanku, dan selanjutnya melanjutkan membaca . awalnya sempat mencari kata yang sempat terpending akibat mengisap sekali rokok yang berada di asbak samping kananku, dan dlanjutkan kopi yang berada di samping kiriku dan buku dilengan kiriku. Sangat enak membaca sambil minum kopi dan merokok. Keenakan atau kenikmatan mungkin, bisa jadi kenyamanan ketika dalam kondisi itu. saya sulit mewakili apa yang saya alami. Entah itu nyaman, enak, nikmat. Yang pasti saya memahami ada sesuatu yang beda ketika sebelumnya saya hanya membaca, atau membaca tanpa kehadiran kopi. Malam dimana ketiga itu terpadu menjadi suatu cerita yang mengundang saya terus melanjutkan kata demi kata yang pada mudah-mudahan akan terwakilkan dalam kesempatan ini.
Pemahaman apa yang saya rasakan. Apakah seperti itu? saya menyadari  dalam kondisi itu saya sudah selesai mandi pada pagi yang sangat penuh semangat. Setelah saya mandi saya mencoba mengambil buku, dan membuat kopi dan mengambil sebatang rokok untuk dibakar dan diringilah kata-kata demi kata yang tanpa suara. Membaca dalam hati tanpa ada gerak pada bibir.

FENOMENA MAHASIWA SAAT INI



ketika kita mendengar kata mahasiswa yang kemudian terbesit dibenak saya dan mungkin anda adalah seorang intelektual, seorang akademisi yang cakap dengan disiplin ilmu yang dibidanginya pada universitas/perguruan tinggi tertentu. yang kemudian membentuk pemahaman akan indahnya dunia kampus yang syarat akan pertambahan hal baru dalam daftar agenda kesehariannya, daftar kesibukannya dan daftar perjuangannya sebagai wadah untuk meraih impiannya.

universitas sebagai kelanjutan dari Sekolah Menengah atas atau biasa disingkat SMA merupakan suatu tantangan baru, suatu kondisi dan keadaan baru ketika baru menginjakan kakinya di kampusnya, yang kemudian diarahkan dosen atau seniornya dengan tujuan memperkenalkan kampus, dan segala hal terkait aktivitas yang dijalaninya nanti selama beberapa tahun kemudian. entah itu ruang kuliah, lokasi auditrium, laboratorium, perpustakaan, bank, klinik kesehatan dll. yang kemudian berefek pada psikologi mahasiswa yang memperlihatkan begitu banyaknya segala hal yang dibutuhkan, segala hal yang nanti akan dipertemukannya, dikunjuginya, demi menunjang aktivitas dan kebutuhannya.