Rokok dan kopi ditambah buku merupakan 3 benda yang
terfikirkan oleh pada malam ini. Sembari menyantap kopi yang perlahan sehunya
menurun akibat suhu malam yang dingin sambil melantunkan nada pada keyboard
yang menginsyaratkan akan kecepatan dan keteraturan ketikan sinergis dengan
kata-kata yang terus bertambah dan membentuk paragraf ini sehingga terpadulah
dalam malam yang penuh cerita tentang rokok, kopi dan buku.
saya memikirkan akan konsekuensi yang saya alami ketika mengisap rokok dan meneguk kopi buatanku, dan selanjutnya melanjutkan membaca . awalnya sempat mencari kata yang sempat terpending akibat mengisap sekali rokok yang berada di asbak samping kananku, dan dlanjutkan kopi yang berada di samping kiriku dan buku dilengan kiriku. Sangat enak membaca sambil minum kopi dan merokok. Keenakan atau kenikmatan mungkin, bisa jadi kenyamanan ketika dalam kondisi itu. saya sulit mewakili apa yang saya alami. Entah itu nyaman, enak, nikmat. Yang pasti saya memahami ada sesuatu yang beda ketika sebelumnya saya hanya membaca, atau membaca tanpa kehadiran kopi. Malam dimana ketiga itu terpadu menjadi suatu cerita yang mengundang saya terus melanjutkan kata demi kata yang pada mudah-mudahan akan terwakilkan dalam kesempatan ini.
saya memikirkan akan konsekuensi yang saya alami ketika mengisap rokok dan meneguk kopi buatanku, dan selanjutnya melanjutkan membaca . awalnya sempat mencari kata yang sempat terpending akibat mengisap sekali rokok yang berada di asbak samping kananku, dan dlanjutkan kopi yang berada di samping kiriku dan buku dilengan kiriku. Sangat enak membaca sambil minum kopi dan merokok. Keenakan atau kenikmatan mungkin, bisa jadi kenyamanan ketika dalam kondisi itu. saya sulit mewakili apa yang saya alami. Entah itu nyaman, enak, nikmat. Yang pasti saya memahami ada sesuatu yang beda ketika sebelumnya saya hanya membaca, atau membaca tanpa kehadiran kopi. Malam dimana ketiga itu terpadu menjadi suatu cerita yang mengundang saya terus melanjutkan kata demi kata yang pada mudah-mudahan akan terwakilkan dalam kesempatan ini.
Pemahaman apa yang saya rasakan. Apakah seperti itu? saya
menyadari dalam kondisi itu saya sudah
selesai mandi pada pagi yang sangat penuh semangat. Setelah saya mandi saya
mencoba mengambil buku, dan membuat kopi dan mengambil sebatang rokok untuk
dibakar dan diringilah kata-kata demi kata yang tanpa suara. Membaca dalam hati
tanpa ada gerak pada bibir.