Dulu
diri ini seperti berada di alam yang dipenuhi
dengan keinginan-keinginan yang terwujud terkait keinginan memandapatkan
seorang wanita untuk dijadikan teman khusus. Persepsi akan seorang wanita pun
seolah gampangan untuk dipacarin dialam
tersebut. Sekilas pemahaman akan wanita terlihat jelas untuk kemudian mengarahkan
dia seperti keinginan yang kita inginkan.
Cara-cara
untuk meyakinkannya pun eksis dengan pemahaman bahwa dengan cara ini dia pasti
akan mengiyakan untuk menjadi teman khususku. Cara-cara itu sekilas sangat
kontradiksi dengan pemahaman orang-orang yang saya kenal selama ini. Cara saya
dengan cara mereka berbeda jauh, sangat jauh.
Saya
kemudian meyakini bahwa kekuatan retorika yang menjadi modal besar agar
persepsi tentang meyakinkan wanita terwujud, dalam hal ini wanita akan dengan
mudah tergoyah dengan kekuatan retorika, dlm hal ini juga perpaduan retorika
dengan reaiitas yang dihadapi yang rasional tanpa memikirkan keterkaitan antara
perasaan (hati), pengalaman wanitanya, karakternya.