Tuesday, 27 August 2013

MENANTI KEBERSAMAAN DENGANMU


Ilustration
Entah apa yang sebenarnya aku harus pikirkan dan lakukan untuk membuatmu bersamaku? Saya sangat ingin kita bersama dalam belaian kasih sayang dan chemistry serta buaian cinta.
Saya ingin sekali bersamamu untuk mewujudkan ambisi diri yang menggebu-gebu ini. Ambisi yang sebenarnya belum saya analogikan kenapa saya begitu berambisi. Pemahamanku tentang ambisi ini pun selalu memaksaku untuk terus mencari tahu di balik ambisi ini. 

MULAI MENULIS

Ilustration
"Mulai Menulis", kedua kata tersebut yang ada di pikiranku saat ini. entah ada faktor yang mengesiskan kedua kata tadi sebelumnya. tetapi saya memahami bahwa kedua kata tadi menjadi inspirasiku malam ini untuk terus melanjutkan kata demi kata sehingga menyusun paragraf ini.
keinginan saya untuk mulai menulis malam ini sangat berapi-api. apalagi ada sosok teman disamping saya yang kemudian mengarahkan saya untuk terus melanjutkan tulisan ini.


bagi mereka mungkin tulisan ini kurang bagus tetapi saya mempunyai ambisi untuk terus melanjutkan kata demi kata yang pada akhirnya merajut cita-cita yang memang sudah lama tenggelam dalam keegoan diri yang selalu berputar-putar pada ketidakpastian.

saya sebelumnya tersentak, hening yang serentak juga membius diri ini, pikiran seperti melayang tak tentu arah sebelum akhirnya saya mengawali tulisan ini. bisikan hati, pikiran mungkin sebelumnya eksis pd diri saya yang mengatakan bahwa sulit ketika mengawali tulisan. itulah yang saya alami sebelumnya ketika sebelum saya menulis.

OPTIMALISASI EQ MAHASISWA


Ilustration, Tawuran mahasiswa
Dewasa ini konflik antar mahasiswa sering terjadi, baik di secara langsung kita lihat maupun tidak langsung yang kita saksikan di layar kaca. Dan tak jarang konflik yang terjadi berujung pada tawuran antar mahasiswa. Mahasiswa yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan malah terlibat dalam kekerasan yang tak jarang menimbulkan korban. Mahasiwa sebagai pelopor perubahan dengan pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif yang selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa tak jarang tergadaikan dengan aksi tawuran. Suara-suara mahasiswa yang kerap kali  mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat malah melenceng dari yang semestinya, disibukan hal-hal yang tidak penting. Tak jarang mereka lebih mementingkan hasutan orang-orang yang tidak bertanggung jawab bahkan persoalan kecil yang tidak terlalu penting menjadi persoalan besar yang tak jarang berujung pada konflik antar mahasiswa dalam bentuk kekerasan. Sikap idealisme mahasiswa yang tidak lain memperjuangkan aspirasi rakyat ke penguasa berpaling ke konsepsi tentang menjatuhkan rekan sendiri, cacian pun tak jarang kita dengar dari mulut mahasiswa ketika terlibat konflik.