Sunday, 26 January 2014

HANTU GOKIL DARI JOGJA


 Selamat pagi kawan” Sapa rio dengan raut wajah yang segar, disaat jiwa dan raga ini sudah mulai terjaga 2 menit setelah terbangun dari tidur yang penuh dengan ketakutan.
Ketakutan yang mengantarkan saya ke alam bawa sadar yang hanyut dalam ruang dan waktu yang mencekam perasaan dan pikiran. sosok mengerikan yang berwajah hancur seperti tergores-gores silet, seluruh tubuh hitam dibalut kain putih bercampur darah dan anehnya berkepala botak ditengahnya tetapi rambut tumbuh tepat di samping kiri dan kanannya yang berantakan, hadir dan menampakan dirinya di alam bawa sadar saya.
Saat itu yang terlintas di pikiranku bahwa ternyata di dunia hantu ada salon terbukti rambut hantu tersebut di model sedemikian rupa dengan model rambut seperti di film kerajaan yang pernah saya tonton, saya juga bingung faktor apa sehingga hantu tersebut berambut seperti itu karena baru di jojga yang bermimpi hantu seaneh itu tetapi sangat menyeramkan.
Di alam bawa sadarku hantu tersebut menampakan dirinya tepatnya di depan kamar mandi kontrakan kami yang jaraknya tak jauh dari kamar kontrakan.
“Selamat pagi juga kawan” jawab saya dengan perasaan takut, tapi pada saat itu saya enggan menceritakan mimpi saya ke rio karena alasan tertentu.

Pasca menjawab sapaan kawan saya rio saya mulai berpikir yang tidak-tidak.  Tetapi yang kemudian harus saya perhatikan adalah semalam merupakan perumpamaan yang membutuhkan perlindungan dari yang maha kuasa agar kedepannya tidak terulang lagi. Saya baru menyadari semalam saya tidak sempat berdoa untuk meminta perlindungan saat mau tidur.
Ini adalah awal yang buruk berada di kota Jogjakarta, pikirku saat mengalami mimpi tersebut. Mengapa tidak. saya dan rio baru tiga hari berada di kota Jogjakarta dan saya mengalami mimpi yang aneh, tentu mimpi tersebut selalu membayangi saya.
 Saya dan rio mahasiswa baru di universitas Gadja Madah setelah lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN 2011. Saya mengambil jurusan sosiologi sedangkan rio mengambil jurusan ilmu filsafat.
kami berasal dari daerah yang sama yaitu kendari. Tujuan kami kuliah di Universitas Gadja Madah di Jogjakarta merupakan impian kami sejak duduk dibangku SMA tepatnya di kelas 2.
Bagaimanapun caranya kita harus ke kota pendidikan dan kuliah disana yang tidak lain yaitu menimba ilmu, itu komitmen kami pada saat itu dan Alhamdulillah kalimat tersebut sudah teraplikasikan saat ini.
“anton? Kayaknya ini kontrakan banyak hantunya” sapa rio dengan suara yang aneh. “kenapa bro? tanya saya dengan antusias sambil memecah keanehan suaranya saat itu. “tidak, cuman feeling saya mengatakan seperti itu.” Balas rio dengan raut wajah yang tidak seperti biasanya. “ah… saya rasa tidak, itu cuman perasaanmu saja bro”. jawab saya sambil menetralisir keadaan pada saat itu. “iya, tapi saya kadang merasa ada yang aneh ketika berada di kamar mandi bro, seperti ada yang berjalan dan sejenisnya, tapi semoga itu Cuma perasaanku saja” balas rio dengan antusias. “Hehehehe… Dasar penakut!” pangkas saya dengan mendorong rio sambil tertawa canda. “hahahahaha,, kita lihat saja nanti kalau terbukti bro” tutur rio sambil menuju halaman depan kontrakan kami. “Sip”. Teriak saya.
  Tak berselang lama saya kembali memikirkan perkataan rio. Perkataan tersebut merupakan doktrin yang membuat saya hanyut dalam keadaan yang mengantarkan saya kepada ketakutan. Saya kembali teringat mimpi saya yang belum berselang lama 4 hari yang lalu. Saya selalu mengedepankan perasaan bahwa mimpi hanya bunga tidur tetapi pikiran saya selalu mengarah ke sesuatu yang membuat saya merinding ketakutan, sembari mengingat kronologis kejadian di mimpi saya itu. Akhirnya deringan panggilan masuk di handphone saya pun memecah kebekuan yang saya alami.
“Assalamu’alaikum ! apakah ini dengan Anton” Sapa Isthy teman kampus saya. “Waalaikum salam ! iya saya sendiri. Maaf anda dengan siapa” jawab saya dengan penasaran. “saya isthy, saya baru saja ganti nomor handphone, bay the way mau tidak sebentar malam kita ke bioskop? Ada film horror baru lho, Saya yakin seru banget deh!” balas isthy dengan nada suara yang penuh dengan keceriaan. “gimana menurutmu? Tanya isthy.
Pada saat itu saya cuman diam mendengar perkataan isthy yang penuh dengan semangat dan keyakinan bahwa saya akan turuti ajakannya. saya Cuma memikirkan sesuatu yang terjadi apabila saya tolak ajakannya. Saya yakin dia akan kecewa
“okelah.. terserah kamu.. uda dulu ya? See you tonight” Jawabku dengan suara loyo. “ok” balas isthy.
Tibalah saya pada kondisi yang memerlukan gagasan sebanyak mungkin untuk mencari alternatif agar saya tidak nonton film horror tersebut. Saya juga tidak sampai hati menolak ajakannya.
Dari hasil akumulasi gagasan smpailah saya pada gagasan yang peluang terjadinya sangat memungkinkan. Akhirnya tanpa berpikir lama saya menawarkan dia sesuatu yang menurut dia sangat romantis dan berkesan dibandingkan dengan nonton film di bioskop.
Saya menawarkan diner di kontrakan saya. Kemudian saya kembali menghubunginya lewat telepon genggam milikku. Mengotak atik handphone dan melihat daftar panggilan masuk. Kemudian menemukan nomor baru isthy sebelum akhirnya saya meneleponnya saya terlebih dahulu menyimpan nomor barunya ke daftar kontak saya.
“Assalamu’alaikum !”. “Waalaikumsalam wrb.wb.! ada apa tampan?” jawab Isthy dengan suara berapi-api. “Isthy?, bagaimana dengan diner  di kontrakanku? Saya berinisiatif mengajakmu malam ini dan saya harap kau tidak tolak ajakanku. Yang perlu kamu ketahui isthy, Sebenarnya sebelum kamu mengajakku nonton film horror terbaru di bioskop sebentar malam saya sudah terlebih dahulu mengagendakan malam ini agar kita diner di rumah kontrakanku. Kenapa tadi pada saat isthy telepon saya tidak merespon, saya Cuma diam itu isyarat bahwa saya bingung dan akhirnya saya beranikan diri melalui kesempatan ini bahwa saya ingin memberitahukanmu. Mohon kau pertimbangkan itu”. Tuturku dengan penuh kebohongan dengan harapan dia membatalkan ajakannya dan beralih ke ajakan saya.
Beberapa alasan kenapa saya berbohong adalah karena saya sangat tidak tertarik dengan film horror apalagi nontonnya di bioskop, terkesan mewah menurutku pada saat itu, atau mungkin sebelumnya saya tidak terbiasa nonton di bioskop, ditambah saat itu pikiranku di dominasi oleh ketakutan.
hmm.. ok. Saya akan pikir-pikir dulu ya?” tutur isthy dengan tidak memperdengarkan suara bisingnya.
Saya yakin beliau bingung menentukan pilihannya karena film horror merupakan film yang paling dia senangi dan ajakan saya merupakan masalah kemana arahnya hubungan kami. Sebelumnya saya bingung apa alasan yang membuat isthy sangat tertarik dengan film horror.
 Please banget isthy cantik! Asal isthy tahu, dari kemarin saya sudah mempersiapkannya…” tuturku dengan memecah keheningan.
Saya memanfaatkan kondisi dimana pada saat itu dia terkesan memendam perasaannya ke saya. Saya sangat yakin beliau mencintai saya semenjak kami berkenalan di kampus tepatnya pada kuliah perdana kami. Keakrabanpun terjalin ketika kami mengerjakan tugas kelompok di kontrakanku. Sampailah pada sekarang dengan rasa yang bercampur aduk di dalamnya tetapi saya belum siap untuk menjalin hubungan yang lebih jauh karena alasan tertentu.
“Okelah” jawab isthy dengan memperdengarkan lagi suara bisingnya dan keceriaannya. “Ok. Terima kasih cantik, sampai ketemu entar malam ya?” tuturku sambil tersenyum tipis. “iya tampan” jawabnya. Setelahnya saya  segera mempersiapkan hidangan diner dengan semenarik mungkin.
Tak berselang lama rio menampakan dirinya di balik pintu dan menuju kearahku. “Anton? Apa yang sedang kamu kerjakan?” Tanya rio sambil mengemil camila. “saya lagi mempersiapkan diner sama Isthy bro.” jawabku sambil membersihkan meja makan. “wah.. bagus donk.. akhirnya kamu mau merespon dia, sebelumnya kamu rada jual mahal ketika di ajak sama dia. hehehe” Tutur rio. “itu dulu bro… sekarang tidak. Hehehe” sanggahku. “eh… bro.. ikutan diner yuk? Lanjut saya dengan wajah yang mengarah ke arahnya. “ah.. sembarang. Jangan bercanda”. Jawab rio. “saya tidak bercanda kawan”. Pangkasku dengan wajah yang penuh dengan keseriusan. “Sebenarnya apa yang kau pikirkan bro… itu sama saja membuat suasana tidak stabil dengan kehadiranku” lanjut rio. Ketika itu saya Cuma diam tidak melanjutkan percakapan. Yang terlintas di benak saya yaitu tidak mungkin dia paham dengan apa yang saya rasakan. Saya juga tidak berani jelaskan detailnya kenapa saya seperti itu. Saya Cuma khawatir dipikiran rio saya mempermainkan perasaan isthy.
Jam menunjukan pukul 20.00 WIB, kamipun melangsungkan diner tanpa rio. Sedangkan rio sebelumnya minta izin ke rumah temannya untuk mengerjakan tugas kuliah.
Jam pun menunjukan pukul 20.30  WIB setelah kami selesai diner dan Percakapan panjang pun tak terelakan.
Dalam percakapan panjang beliau selalu membahas topik yang menurut saya tidak pantas untuk dibicarakan. Bahkan beliau membahas tentang hubungan kami kedepannya. Saya tidak menjawabnya, saya selalu mengalihkan topik pembicaraan kearah yang lebih berbobot seperti masalah kuliah. Akhirnya saya berhasil mengontrol topik pembicaraan ke persoalan kuliah.
Tidak terasa jam menunjukan pukul 23.00 WIB, pada saat itu isthy belum ingin pulang. Saya terus memaksanya untuk segera pulang karena persoalan keamanan. Tak berlangsung lama terdengar suara anjing mengaung disamping kontrakanku. Saya sempat tidak menghiraukan suara tersebut. Saya selalu berusaha menghilangkan perasaan takut yang mendominasi saya pada saat mendengar suara tersebut apalagi tak jarang saya mengingat perkataan rio dan mimpi saya sebelumnya. saya pun merasa khawatir dengan kondisi saya.
Entah apa yang terlintas dibenak saya pada saat itu ketika ketakutan mulai mendominasi pikiran saya, saya kemudian mendekati isthy. Jarak kami pun tidak jauh berkisar 2 cm. pada akhirnya saya langsung memeluk isthy.
 Tak berselang lama untuk menghilangkan rasa takut yang berkecamuk di pikiran saya, saya kemudian menatap mata isthy dengan tajam, saya berusaha memusatkan perhatiannya ke arah saya  dan mendekatkan bibir saya ke bibirnya. Kami pun  berciuman.
Isthy, saya mencintaimu ! maafkan saya jika tingkahku selama ini tidak menunjukan rasaku tersebut. Itu semata-mata karena kekhawatiranku jika berpaling dari orientasiku untuk cari ilmu di Jojga”. Tutur saya sembari mencium kening isthy. “iya, saya maafkan. Saya akan berusaha berada di sampingmu untuk selalu mendukungmu disegala aktivitasmu”. Jawab sitti dengan nada suara yang tidak seperti biasanya.
Perasaan dan pikiran saya tenang ketika sudah meluapkan perasaan saya ke isthy, apalagi kami terlibat dalam pertemuan bibir yang menurut saya sangat penting saat itu, yaitu untuk mentransfer energy agar tidak takut dalam menghadapi kondisi yang mencekam.
Tak berselang lama kemudian kami mendengar suara benda jatuh di kamar mandi yang jaraknya satu kamar dari tempat kami berada. Isthy pun menunjuk saya untuk segera melihat benda jatuh tersebut. Dengan semangat berapi-api saya tidak berpikir lama, saya langsung pergi melihat ke kamar mandi. Pada saat saya buka pintu kamar mandi, yang kelihatan sosok persis di mimpi saya. ”hantuuuuuuuuuuuuuuu….!!” teriak saya dengan perasaan takut yang luar biasa. Tak lama kemudian hantu tersebut menghilang. ahhhhhhhhh….” Teriak isthy melihat sosok tersebut muncul tepat dibelakang dirinya setelah saya yang duluan melihatnya.
Kemudian kami dengan tergesah-gesah keluar rumah dengan berlari menuju ke tempat yang menurut kami aman. Kamipun tidak tau kemana arah kami berlari, karena ketakutan sudah mendominasi pikiran dan perasaaan kami.
 Anjing tak henti-hentinya memperdengarkan gongongannya yang membuat kami seperti di dunia hantu.
Suasana hening menyertai kami berdua di tengah suasana gelap mencekam kami saat itu. Akhirnya saya berusaha bersikap tenang, meminimalisir ketakutan dengan memeluk isthy sekuat-kuatnya. Disaat itulah pikiran dan perasaan saya mulai tenang.
 Tak menunggu hantu tersebut datang, saya kemudian mengantar isthy pulang ke rumahnya. Setelah mengantar isthy saya langsung bergegas ke rumah teman untuk menginap.
Disaat kondisi yang berkecamuk, saya berharap rio pulang ke rumah karena kekhawatiran saya memuncak ketika pernah mendengar di daerah kontrakan kami banyak pencuri. mengingat pintu kami tidak terkunci saat kabur menghindari hantu tersebut.
“Assalamu’alaikum !” salam saya ketika teman kampus saya sedang asyik diskusi tentang mata kuliah dengan tetangga-tetangga kostannya.
Wa’alaikum salam warahmatullah” jawab ardi teman kampus saya yang berasal dari kota Surabaya.
Tumben bro tengah malam datang? Apa yang mengantarkanmu sehingga datang tengah malam begini bro?” Tanya ardi ditengah saya ingin ketenangan. Pertanyaan itu seperti membuat saya pusing.
Sory bro.. saya mungkin telah mengganggu diskusinya, saya malas di kost karena sendiri, itu alasan saya sehingga datang disini, sekaligus saya ingin diskusi dengan kalian”. jawab saya.
 Baguslah, saya ikut mengapresiasi kehadiranmu disini bro.. karena makin banyak orang diskusi makin hidup suasana”. Sambung ardi.
 bro. saya pinjam kamarmu, buat istrahat sejenak. Boleh? Tanya saya ke ardi.
 pakai saja bro, tapi jangan lama ingat diskusi” jawab ardi. “ok. Bro”.
Tak lama kemudian telepon genggam saya akhirnya berdering menandakan panggilan masuk.
anton dimana sekarang? Bagaimana dinernya? Lanjar?” tanya rio yang saat itu sudah tiba di rumah kontrakan kami.
“lancar bro.. sekarang saya masih antar isthy pulang ke rumahnya”. Tutur saya sambil berbohong.
 saya khawatir jika kalian sudah pacaran bisa jadi banyak sesuatu tentang hal-hal kecil yang dilupakan, terbukti pintu saja lupa di kunci, hehehe” pangkas rio.
“hehehe.. sory bro..tapi saya yakin itu pertama dan terakhir saya lupa kunci pintu. Oke?” lanjut saya perasaan yang mulai tenang. “oke. Bro, cepatan pulang.” sambung rio. “iya” jawab saya.
Jam menunjukan pukul 01.00 WIB. Saya teringat dengan penampakan hantu di kamar mandi tadi.
Tubuh dibalut kain putih, wajah tergores-gores bahkan kepala botak yang ditumbuhi rambut di samping kiri dan kanan sangat persis di mimpi saya tapi penampakannya dikamar mandi tadi sangat jelas dibandingkan dengan di alam bawa sadar saya yang tidak terlalu jelas.
Kejelasannya terlihat dengan lebih menyeramkan dengan bola mata putih semua, darah yang melengket ditubuhnya, kuku-kuku yang panjannya berkisar 5 cm membuat hantu tersebut semakin menyeramkan.
Saya mulai ragu pulang ke rumah setelah kejadian itu. Saya kemudian mencari alasan untuk memberi tahu rio bahwa saya malam ini tidak sempat pulang. Lalu saya mengirim pesan melalui handphone saya bahwa saya tidak sempat pulang karena waktu tidak memungkinkan.
Berkisar 10 menit setelah mengirim pesan, tiba-tiba dia menelpon. Dia merasa kurang nyaman berada di kostan.
bro… saya ke tempatmu sekarang, dimana posisi? Tanya rio. “saya di rumahnya ardi, saya tunggu” lanjut saya.
oke” pangkas ardi sembari langsung mematikan teleponnya.
Jam menunjukan pukul 02.00 disaat itu rio tiba di kost ardi. Bersama ardi saya menceritakan semua apa sebenarnya yang terjadi. Saya juga meminta maaf karena sudah berbohong dan tidak terbuka seputar apa yang saya alami di kontrakan kami tersebut.
Disaat itulah rio memberitahuku bahwa sebenarnya dia sudah lama melihat hantu dengan kepala ditengahnya botak dan tumbuh rambut disamping kiri dan kananya. Beliau melihat ketika sedang membersihkan kamar mandi, disaat itu hantu tersebut sedang memainkan rambutnya yang mungkin menurutnya kren. Bahkan beliau pernah melihat hantu tersebut sedang menari ala tarian gamnam style. hehehe
Keesokan harinya kami bergegas mencari kontrakan baru. Dan Alhamdulillah kami dapat kontrakan yang lebih murah dan letaknya sangat strategis yaitu pas di depan kampus Universitas Gadja Madah.
Kontrakan kami sebelumnya meninggalkan banyak kenangan terutama hantu yang mempunyai kepala botak dan disertai rambut tumbuh disamping kiri dan kananya. Terlebih lagi kenangan yang sangat membekas yaitu ciuman pertama yang membuat saya menemukan energik yang tidak di tahu dari mana sumbernya.

Terima kasih.


No comments:

Post a Comment