Sunday, 26 January 2014

BERKAH DI BULAN RAMADHAN



Disela keheningan ini, aku terbujur kaku ketika diri ini menyadari akan nikmat Allah Swt yang begitu banyak. diantaranya nikmat berupa kesehatan dan waktu.
Nikmat Kesehatan yang kemudian seharusnya disyukuri karena masih banyak orang yang kurang mendapatkan kesehatan yang semestinya bahkan masih ada mereka yang berdiam dirumah sakit mengharap penyakitnya sembuh.
serta waktu yang kemudian dibuang percuma, tidak manfaatkan untuk hal-hal yang berguna bagi diri sendiri, dan orang banyak.

Disela kesibukan saya main facebook di kost teman saya yang bernama rian, tepatnya di jalan politeknik negeri Makassar, kota Makassar, datanglah rian yang sebelumnya meminta izin untuk membeli beras dan beberapa bungkus indomie, beliau memberitahukan tentang salah seorang teman yang bernama hendri untuk segera saya mengirimkan nomor handphone ira. Saya kemudian mengiyakan. Ira adik kelas saya sewaktu SMA. Hendri dan Rian teman sekelas saya sejak kami SMA tapi sekarang kami kuliah di Makassar universitas berbeda. Rian dan hendri di universitas yang sama yaitu UMI (Universitas Muslim Indonesia) sedangkan saya kuliah di Universitas Hasanuddin.
Sejak SMA kami tidak begitu akrab tapi ketika di makassar entah apa yang membuat kami begitu akrab, mungkin karena kami disatukan dalam wadah organisasi daerah yang sering mempertemukan kami pada akhirnya kami akrab satu sama lain.
Setelah saya mengirimkan nomor adik ira ke hendri, badan ini serasa lelah, tak lama kemudian tanpa berpikir panjang saya langsung membantingkan badan ke kasur yang tidak jauh jaraknya dengan tempat duduk saya.
“Bro.. bro..!  bangun sudah sore…” sahut Rian ketika membangunkan saya dari tidur lelapku yang pada akhirnya tak berselang lama dia pergi ke kamar sebelah kost untuk mengobrol dengan temannya yang sering diajak main PS.
Sedikit membuka mata, terlihat sebagian atas langit-langit kamar dengan samar-samar dan rasa nyeri pada perutpun terasa dan ingin segera melampiaskan ke kamar mandi. Tapi rasa malas kemudian selalu bersemayam dalam diri ini. Saya akhirnya melanjutkan tidur dengan sedikit terjaga  sambil menahan nyeri yang pada akhirnya tertidur kembali.
“Wah.. Antonnnnn… Bangun ! kamu seperti orang tidak kenal waktu.”kembali Rian dengan nada suara seperti melihat dia dalam keadaan marah besar. Tak berselang lama kemudian saya memaksakan badan yang kaku ini untuk segera beranjak dari pembaringan untuk segera mempersiapkan peralatan mandi. Rasa nyeri dan bau badan yang lumayan menyengat memaksa kaki ini segera ke kamar mandi.
Tit..tit..tit…dering handphone terdengar di atas meja. ’Ahh.. siapa ini.. masih asyik main facebook…” guman saya ketika asyik bermain facebook sambil mengisap rokok class mild dengan kondisi yang nyaman sehabis mandi. Tak berselang lama saya menghampiri handphone saya dan melihat, ternyata yang memanggil hendri. Tak berpikir panjang saya langsung mengambil handphone dan menjawab telepon “Assalamualaikum bro… dimana makan sahurnya sebentar.. kalau bisa kamu sahur di sekret saja…..” ajak hendri sembari dengan suara yang sedikit memaksa.. “Siapa-siapa di sekret bro..? jawab saya dengan sedikit penasaran. “Ahh.. sedikit  orang di sekret.. kami bertiga, saya, ical dan ikbal” Balas hendri. Oke.. nanti di kondisikan saja bro ! sampai jumpa kawan” Sambung saya sambil tersenyum tipis dan kemudian langsung menutup teleponnya.
 Sekret merupakan tempat kami berkumpul ketika kami membahas agenda-agenda organisasi daerah dan kegiatan-kegiatan di kampung.
Besok tepatnya tanggal 10 Juli 2013 bertepatan awal ramadhan dari keputusan pemerintah yang menjatuhkan tanggal tersebut sebagai 1 ramadhan 1434 H yang berbeda dengan keputusan Muhammadiyah yang menanggalkan awal ramadhan pada tanggal 9 juli 2013. Hal itu sempat membingungkan kami, tetapi pada akhirnya kami mengikuti keputusan pemerintah.
Pada jam 7 malam tepatnya saya dalam keadaan merokok ditemani secangkir kopi torabika moka sambil chatting di facebook dengan salah seorang teman di kampus, kemudian memaksa saya berlama-lama. Seiring berjalannya waktu dan tanpa saya sadari jam sudah menunjukan pukul 11 malam yang kemudian membuat saya kaget melihat waktu yang berlalu begitu cepat. Saya kemudian sembari menghela napas panjang dengan melihat disekeliling kostan dengan wajah yang bingung.
Saya kemudian mematikan laptop dan keluar kamar sembari mencari  udara segar karena dikamar dipenuhi asap rokok yang sisa dua batang lagi bisa dikatakan habis sebungkus rokok. 
“Anton… kita ke sekret yuk…” Sahut rian, sehabis nongkrong dengan teman kost yang jago main PS itu. Yang kemudian memaksa dia berlama-lama di kostnya dengan bertanding main PS. “Sekarang??” balas saya. “Iya ,, tapi saya ke kamar mandi dulu, buang air besar..” tambah rian. “Okela, jangan keasyikan di kamar mandi bro..!” gurau saya dengan suara yang sedikit mengejek… “ahhh… ada-ada saja kamu bro” sambung Rian.
Saya kembali ke kamar kost, saya melihat kamar yang seperti kapal pecah, buku bertaburan dimana-mana, gelas kopi sudah tidak berada ditempatnya, asbak rokok yang sudah terlihat seperti air yang mau tumpah karena sudah dipenuhi puntung rokok yang membuat saya merasa sadah terlalu banyak mengisap rokok.
Saya akhirnya menata kamar pada kondisi semula. Tak berselang lama deringan handphon berbunyi di sela kasur. Tit..tit..tit… saya menghampiri hp, melihat siapa yang menelpon dan kemudian mengangkatnya. Dan ternyata yang menelpon mama saya di kampung. Saya kaget, tumben mama menelpon jam 11 biasanya jam-jam 8 sampai jam 9. Assalamu’alaikum… sapa mama. Walaikumsalam.. jawab saya dengan kerinduan yang sangat mendalam. Anakku besok puasa ya… lanjut mama. Iya ma.. saya puasa besok.. mama gimana khabarnya disitu? Dimana bapak?, tanya saya dengan menahan kerinduan. Alhamdulillah kami disini baik-baik saja, bapak lagi disamping mama. Jawab mama. Owwh.. sahut saya. Apa makan Sahurmu sebentar anakku? Balas mama dengan lembut. “saya sahur dengan nasi dengan mie saja mama” jawab saya dengan menahan tetesan air mata yang ingin sekeali jatuh. “Jangan terlalu makan indomie anakku.. besok harus makan dengan ikan dan sayur, jangan indomie terus kamu makan anakku” mendengar perkataan mama dan  tak kuasa kuasa menahan air mata ini yang kemudian jatuh di kasur tempat saya duduk bersila. Hati ini rasanya diterpa badai dahsyat. Suara mama memaksa badan ini terlihat kaku seperti disiram air samudera atlantis yang sangat dingin. “mama maafkan saya, saya sudah banyak salah sama mama, saya rindu sekali sama mama dan bapak”. Jawab saya dengan suara yang tidak memperdengarkan suara kesedihan yang saya alami. “iya anakku mama maafkan.. tapi lain kali jangan makan indomie terus anakku..” lanjut mama. “Iya mama..”sahut saya. “Kalau begitu kamu tidur anakku, jaga kesehatanmu dan jangan bergadang terlalu larut karena tidak lama lagi sahur dan kamu harus tidur secepatnya”. Lanjut mama dengan nada suara sangat menyentuh hatiku. “Iya ma… kalau begitu saya tidur dulu. Assalamualaikum”. sahut saya dengan bertambahnya kerinduan yang serasa sudah meluap-luap. “Walaikum salam anakku”. balas mama sembari langsung mematikan teleponnya.
Kembali saya merenung dengan penuh kesalahan dan kebodohan, disela waktu yang sudah saya gunakan di makassar selalu didominasi oleh kegiatan yang tidak produktif. Hal itu terlihat ketika saya menghabiskan waktu secara percuma.
Saya merindukan orang tua dikampung yang kemudian mengarahkan saya pada hal-hal yang membuat saya terkesan melalaikan perintah Tuhan, bahkan saya menyianyiakan waktu dan orientasi saya ke makassar dan bahkan saya merasa tersiksa tidak sahur bareng keluarga saya dikampung. Hati-hati ini terasa tercabik-cabik.
“Anton? Mari.. kita pergi ke sekret..” Sapa rian dengan memecah keheningan yang bercampur rasa didalamnya, ada rasa bersalah, sedih, rindu, gelisah yang terakumulasi menjadi satu. Baiklah.. sembari bangit dari duduk saya yang kaku dan mengambil jaket yang bertuliskan rei yang digantung di tempat penggantungan baju di dekat pintu itu. Dan tak lama kemudian jam menunjukan pukul 11.25 wita kami langsung ke sekret yang berjarak lebih kurang 500 meter dari tempat kami tinggal. Sepanjang perjalanan saya selalu memikirkan orang tua saya di kampung, saya baru menyadari ini puasa yang tidak ditemani orang tua saya di kampung, saya mengingat tahun kemarin yang begitu menyenangkan ketika sahur bareng sama keluarga tercinta, suara orang tuaku tadi membuat saya memasuki dimensi problematika, semua kesalahan dan hal-hal negatif selalu saja muncul dalam pikiran dan benak saya.
Tak terasa kami pun tiba di sekret dengan selamat, jam hampir menunjukan pukul 12 malam. Saya tiba di sekret dengan wajah yang tidak biasa, ketika teman-teman di sekret menyapa saya, saya hanya membalas dengan senyum terpaksa dengan tidak mengeluarkan sepata kata pun. Teman-teman ketika itu melihat saya dengan wajah yang bingung, entah apa yang mereka pikirkan, saya tidak mempedulikan, saya berharap semoga mereka tidak berfikiran macam-macam kepada saya. Tidak berselang lama kemudian saya langsung ke kamar sekret dan langsung istrahat sesuai permintaan mama tadi. Sebelum tidur tiba-tiba saya langsung kepikiran untuk menjalankan sholat tahajud. Saya kemudian berniat dalam hati bangun sebelum sahur untuk menjalankan sholat tahajud.
Alhamdullah. Saya bangun tepatnya jam 2.30 dini hari. tak berpikir panjang saya langsung mengambil air wudhu dan selanjutnya langsung menunaikan sholat tahajud.
Ya Allah… hari ini adalah hari yang berkah dimana hari ini adalah awal ramadhan, pintu-pintu syurgaMu Engkau buka selebar-lebarnya dan pintu-pintu nerakaMu engkau tutup serapat-rapatnya. Oleh karena itu izinkan diri ini bertobak kepadamu. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah terima kasih Engkau telah membuka hatiku dengan cara yang yang luar biasa.. Aku mohon ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku Ya Allah.. terima kasih Engkau telah memberikan kedua orang tua yang selalu menyayangi aku . Yang  Selalu menasehati aku di kala aku sudah termakan bujukan setan.. Terima kasih ya Allah.. dan jagalah imanku agar aku tidak melanggar perintahMu… dan jadikan hamba yang kotor ini menjadi orang yang berbakti kepada kedua orang tua hamba ya Allah. Amin ya Rabbal alamin.
Doa yang penuh dengan penyesalan pun terus terucap dengan lancarnya tanpa beban. Semoga hati ini selalu dibarengi dengan cahaya-cahaya iman.
Jam sudah menjukan pukul 3.00, waktu sahur pun tiba. Saya kemudian membangunkan teman-teman saya dengan wajah yang ceria, wajah yang penuh energy,
“Bro.. bro.. bangun… sudah waktunya sahur. Ini sahur perdana kita, jadi jangan buang-buang waktu lagi”. Sahut saya dengan penuh semangat. Tak berselang lama kemudian mereka bangun dengan wajah yang diliputi dengan rasa ngantuk. Saya kemudian menyiapkan makanan yang ada di dapur dan mempersiapkan sarapan yang sebagian lauknya kami beli di warung.
Kami pun menyantap makanan dengan lahapnya, wajah-wajah yang sebelumnya terlihat ngantuk kini hilang setelah dibasuh dengan air dingin di subuh yang damai. Tak jarang teman-teman mengejek saya dikala mereka melihat saya sebelumnya ketika memasuki sekret dengan tidak penuh semangat tetapi sekarang berubah 180 derajat.
Ramadhan kali ini merupakan ramadhan yang merubah mindset dan perilaku saya, banyak cerita yang kemudian tidak semuanya saya luapkan disini. Saya pun membuat agenda keseharian dengan tidak terlepas dengan memanfaatkan momen ramadhan dengan kegiatan yang menambah khazanah keislaman saya, membuang kebisaan yang tidak produktif.
Kebisaan main facebook saya kurangi, saya selalu menyempatkan waktu dengan membaca Al-Qur’an dan terjemahannya. Kebiasaan merokok saya hilangkan dengan sungguh-sungguh, kebisaan tidur pun saya kurangi dengan menggantinya membaca buku Islam, atau buku yang menambah pengetahuan saya.
Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah dan karuniaNya. Bulan ramdhan membuat saya menyadari betapa bodoh saya dari segala tindakan saya sebelumnya. Insya Allah saya akan manfaatkan bulan ramadhan dengan sebenar-benarnya. Alhamdulillahirabbilalamin.

No comments:

Post a Comment