Monday, 20 January 2014

Hari yang indah

ilustration
saat ini "Melihatmu" adalah penafsiran alam bawa sadarku atau sesuatu yang belum terumuskan" itulah kesimpulanku.

mudah-mudahan akan terjawab di mimpiku dikala tidur sebentar,, atau dikala saya berjalan menerobos ketidaktahuan dan kemudian saya tahu dan pada akhirnya terjawab ,, mudah-mudahan :D
jujur saja saat ini saya sulit mengartikan APA YANG SAYA RASAKAN. dan apa yang terlintas di dipikiranku, sederhananya mungkin hati enggan berkata ketika melihatmu  sembari terdiam di kesunyiannya. pikiran juga entah kemana arahnya atau mungkin tadi yang baru saya lihat sekedar efek dari ketidaktahuanku akan apa yang saya rasakan.

saya sadar maka saya memahami apa yg terjadi pada diri ini , saya tidak menghiraukan orang-orang selain kamu. gerak-gerikmu, indra penglihatanku tertuju padamu..saya seperti di alam bawa sadar (mimpi tingkat tinggi). tubuh sprt tanpa jiwa, karena tubuh  seolah terdiam karenamu tanpa alasan kenapa demikian. Terpaku, terbawa akan apa adanya dirimu yang kemudian  kakiku melangkah ke tangga tanpa dukungan indra penglihatanku.  instingku atau mata hatiku yang berperan,, entahlah atau mungkin yang mengarahkan kaki untuk melewati anak tangga adalah energi kehidupan. bayangkan mata tidak fokus ke objek (tangga), tapi beralih pandang ke objek lain yang apa sebenarnya terjadi. apa sebenarnya yang terjadi, logikaku saat ini sudah mulai bereaksi pasca kejadian tadi.

cerita hari ini

Kamar Rian Arian Ilyas, Jl. Poltek Unhas, Tamalanrea.
Hari ini saya melihat dunia begitu luas.  sebelumnya saya berpikiran dunia ini kecil makanala keseharian saya dihabiskan di ruangan berukuran 2 x 2 meter kostan teman saya. disaat itu saya malas memikirkan hal-hal yang berbau luar seperti keadaan disekitar, lingkungan kampus, kota, negara bahkan luar negeri tetapi sekarang pemahaman akan hal itu mulai tereregradasi oleh banyak hal salah satunya saya melihat teman saya sudah menjelajah ke kota lain dan bahkan ada beberapa orang yang saya kenal sudah menjelajah ke negara lain.

saya juga melihat banyak aktivitas, hobi, pekerjaan dan lain-lain sebagainya yang dilakoni teman-teman saya entah seperti apa yang mereka pikirkan. beriringan dengan itu saya kemudian keasyikan bermain game, facebookan,, sms an meskipun jarang, ngopi, merokok bareng teman, tak jarang pula cerita-cerita tentang masa depan tetapi hal itcu bukanlah capaian yang baik buat saya.

sebelumnya saya  berpikir waktu yang setiap hari saya jalani terkesan cepat, tidak adanya sesuatu yang bisa membuat saya bangga dengan menghabiskan waktuku di ruangan yang nyaman itu. saya kemudian lambat laun mencari alternatif lain atau aktivitas lain di ruangan kostan tersebut yaitu aktivitas mencari film inspirasi, film yang kira-kira bisa membuat saya paham akan kondisi saya saat ini yang jauh dari kebiasaan orang-orang besar. 

Alam Kesenangan

Kenapa seperti ini. saya kadang bingung melihat kondisi ini. melihat apa yang sebenarnya terjadi padaku. kebingungan, kemaluan, ketidakonsisten an. kehidupan yang dijalani bagaikan membuang sisa hidup di alam yang tidak berarti. menjalani hari demi hari bagaikan skenario setan yang terus memperlihatkan kepasrahan akan nasib sebagai iblis.

kehidupan laksana surga dalam neraka jahannam, mengimpikan akan adanya perubahan bagaikan duri yang terus menusuk dan tidak pernah tercabut. mengharapkan adanya keindahan disuatu saat nanti adalah harapan yang terus ada di hati meskipun tindakan tidak memperlihatkan itu semua.

oh nasib,, menjadi diri yang belum dipahami betul. mudah-mudahan apa yang terjadi karena pemahaman diri belum ada. wawasan diri dan ketidaktahuan akan potensi yang menjadi indikasi ketidakmajuan diri.

sedikit demi sedikit mengilhami diri untuk berubah tapi realitas yang ada selalu memperlihatkan diri yang sangat heden. faktor kebiasaan bodoh terus terbawa sampai saat ini, detik ini, bagaikan bayangan yang terus bersama apabila diterpa sinar cahaya.