Monday, 20 January 2014

Alam Kesenangan

Kenapa seperti ini. saya kadang bingung melihat kondisi ini. melihat apa yang sebenarnya terjadi padaku. kebingungan, kemaluan, ketidakonsisten an. kehidupan yang dijalani bagaikan membuang sisa hidup di alam yang tidak berarti. menjalani hari demi hari bagaikan skenario setan yang terus memperlihatkan kepasrahan akan nasib sebagai iblis.

kehidupan laksana surga dalam neraka jahannam, mengimpikan akan adanya perubahan bagaikan duri yang terus menusuk dan tidak pernah tercabut. mengharapkan adanya keindahan disuatu saat nanti adalah harapan yang terus ada di hati meskipun tindakan tidak memperlihatkan itu semua.

oh nasib,, menjadi diri yang belum dipahami betul. mudah-mudahan apa yang terjadi karena pemahaman diri belum ada. wawasan diri dan ketidaktahuan akan potensi yang menjadi indikasi ketidakmajuan diri.

sedikit demi sedikit mengilhami diri untuk berubah tapi realitas yang ada selalu memperlihatkan diri yang sangat heden. faktor kebiasaan bodoh terus terbawa sampai saat ini, detik ini, bagaikan bayangan yang terus bersama apabila diterpa sinar cahaya.

hati yang selalu diingatkan oleh kondisi diri yang jauh dari kebijaksanaan, jauh dari harapan sang hati suci yang sidikit demi sedikit terus dilanda goresan luka. suplay pemahaman realias objektif lambat laun memudar. asah pemahaman pengetahuan tertinggi terus tidak pernah terfikirkan. wahai diri.. mungkinkah dirimu sepenuhnya dikuasai iblis? sampai akhirnya suara hati ini tidak mampu engkau dengar..

kadang diri ini mencoba keluar dari nuansa kesenangan  tapi seakan ada saja pengaruh yang cukup dahsyat membawa diri ke alam lain yang mungkin dialam itu semua mata mengarah ke alam itu. tapi saya yakin ada orang yang tidak terhegemoni oleh alam itu. alam itu yaitu alam kesenangan duniawi.

Tuhan berikan hamba hidayah agar hamba bisa mengingat kenangan pahit yang melanda hamba selama ini. jangan biarkan hamba tersasar dalam alam penuh kesenangan yang pada akhirnya hamba lupa akan penderitaan yang sebelumnya hamba rasakan dan penderitaan orang tua hamba selama ini yang mengarahkan hamba menjadi seperti ini. amin

No comments:

Post a Comment