![]() |
| ilustration |
Sejatinya diri sulit ditebak. terlebih pemahaman akan bicara kita
sebelumnya tidak terfikirkan. dan tidak disadari dan selanjutnya baru
disadari setelah ada teguran yang menyita emosi kita ketika orang lain
memberi tahu bahwa apa yang kita katakan tidak seharusnya dikatakan.
atau ada orang yang memberitahu bahwa yang kita katakan itu tidak benar,
(menyakiti hati orang lain), dan kemudian kita menyadarinya. itulah
yang ada beberapa orang yang selalu terjebak pada kebiasaannya
sehari-hari. mereka berbicara tanpa memikirkan atau merenungkan apa yang
sebenarnya dia katakan. apa tujuan dari perkataannya atau apa kesan
bagi yang mendengar perkataannya dan manfaat dari perkataan itu.
berbicara
merupakan sarana untuk menyampaikan pesan kepada orang lain yang
berbentuk kata dan tersusun dalam kalimat yang kemudian tersampaikan
kepada orang lain. terkadang kita berbicara tanpa memikirkan apakah
pesan yang ingins saya sampaikan ini sama seperti pemaknaan dari orang
yang mendengar? atau terkadang juga apa yang kita katakan disalah
artikan bagi si pendengarnya. itu yang kemudian bisa memicu terjadinya
proses interaksi yang kurang efektif (miss komunikasi).
tapi
bukan itu yang ingin saya katakan. yang ingin saya katakan disini
adalah pemahaman akan pentingnya memahami bicara kita sendiri. artinya
apa yang kita bicarakan harus terfikirkan sebelumnya, atau sebelum
berbicara kita memahami dulu dampak dari pembicaraan kita sebelum
terucap dibibir kepada pendengar.
