![]() |
| ilustration |
Sejatinya diri sulit ditebak. terlebih pemahaman akan bicara kita
sebelumnya tidak terfikirkan. dan tidak disadari dan selanjutnya baru
disadari setelah ada teguran yang menyita emosi kita ketika orang lain
memberi tahu bahwa apa yang kita katakan tidak seharusnya dikatakan.
atau ada orang yang memberitahu bahwa yang kita katakan itu tidak benar,
(menyakiti hati orang lain), dan kemudian kita menyadarinya. itulah
yang ada beberapa orang yang selalu terjebak pada kebiasaannya
sehari-hari. mereka berbicara tanpa memikirkan atau merenungkan apa yang
sebenarnya dia katakan. apa tujuan dari perkataannya atau apa kesan
bagi yang mendengar perkataannya dan manfaat dari perkataan itu.
berbicara
merupakan sarana untuk menyampaikan pesan kepada orang lain yang
berbentuk kata dan tersusun dalam kalimat yang kemudian tersampaikan
kepada orang lain. terkadang kita berbicara tanpa memikirkan apakah
pesan yang ingins saya sampaikan ini sama seperti pemaknaan dari orang
yang mendengar? atau terkadang juga apa yang kita katakan disalah
artikan bagi si pendengarnya. itu yang kemudian bisa memicu terjadinya
proses interaksi yang kurang efektif (miss komunikasi).
tapi
bukan itu yang ingin saya katakan. yang ingin saya katakan disini
adalah pemahaman akan pentingnya memahami bicara kita sendiri. artinya
apa yang kita bicarakan harus terfikirkan sebelumnya, atau sebelum
berbicara kita memahami dulu dampak dari pembicaraan kita sebelum
terucap dibibir kepada pendengar.
berbicara
yang baik adalah berbicara dengan tidak perlu bertele-tele, ringkas,
padat dan jelas adalah salah satu capaian yang baik. terkadang orang
berbicara banyak dan bertele-tele dan kemudian menimbulkan kesan bagi si
pendengar dengan kesan bosan, kesan jengkel. yang perlu ditekankan
adalah sebelum berbicara perlu dipertimbangkan apa yang ingin
dibicarakan dan kemudian tersampaikan dengan efektif dengan target apa
yang kita sampaiakan tersampaikan dengan baik dan bagi si pendengar
memahami apa maksud dari pembicaraan kita.
berbicara yang
efektif adalah berbicara dengan mengandung makna yang bisa menguras
emosional. bisa mengantarkan orang lain kepada kebaikan. berbicara
kepada orang lain dengan meninggalkan kesan baik. tapi yang perlu
diperhatikan adalah terkadang kita berbicara seenaknya, terkadang juga
tanpa kita sadari memotong pembicaraan orang lain, tidak mendengar orang
tapi mengusahakan dia mendengar pembiaraan kita dengan kesan kita tidak
menghargainya.
ketika anda berbicara dengan orang lain
yang cerewet, mengesalkan, sombong, dengarkanlah, jangan acuhkan, jangan
potong pembicaraannya, jangan tidak menghargai pembicaraannya, tapi
ketika kita sudah dipersilahkan untuk berbicara, barulah kita berbicara
tapi sebaiknya piki
rkan dan renungkanlah dahulu apa yang ingin kita
katakan, dan ketika sudah terfikirkan dengan pemikiran yang baik dan
bermanfaat barulah ketika awali pembicaraan. apabila hal itu sudah kita
lakukan mudah-mudahan dari tindakan kita tersebut akan berdampak
kebaikan buat diri kita sendiri dan menimbulan kesan baik buat orang
yang berbicara tadi karena kita termasuk pendengar yang baik.
bicara
adalah jurus yang paling mematikan di dunia. jurus yang bisa mengubah
ideologi orang lain, bisa mengubah cara pandang orang lain. bisa
menghegemoni pemahaman orang lain, bisa mengarahkan dia menjadi apa yang
kita inginkan. tetapi hal itu bisa terealisasi ketika kita mampu
berkomunikasi secara efektif, berpengetahuan luas, dan mengedepankan
kesopanan.
mari belajar berbicara yang baik agar jurus anda muncul kepermukaan dan anda bisa mengubah dunia. :)

No comments:
Post a Comment