Saturday, 1 February 2014

HIDUP BAHAGIA

ada yang mengatakan; kebahagiaan itu letaknya di hati. ada yang mengatakan juga kebahagiaan itu letaknya ada di pikiran, tinggal bagaimana mindset kita menilai akan pengalaman pancaindra. saya jadi bingung yang mana sebenarnya yang benar. apakah di pikiran atau di hati. atau mungkin kolaborasi keduanya, atau juga mungkin ada hal lain yang lebih tepat. Wallahu'alam.

banyak pendektan dalam menetapkan letak kebahagiaan. diantaranya pendekatan seni. orang akan merasakan kebahagiaan ketika disentuh oleh hal-hal yang berbau seni. tidak dinafikan lagi pernyataan itu benar. dan ini menyangkut perasaan (hati). :)

ada yang menyatakan dengan pendekatan memberilah orang akan merasakan kebahagiaan. memberi dalam aritan yang luas, (memberi motivasi, memberi benda yang disukai, memberikan hati kepada penerima hati yang lagi membutuhkan hati itu, dll), tentu kita tidak bisa kita nafikan juga bahwa ada kebahagiaan bagi penerima. terlebih lagi dengan pendekatan jabatan, materialis (keinginan kuat untuk mendapatkan benda yang diinginkan;mobil, hp kren dll), jika meraka sudah memiliki apa yang diinginkannya akan merasakan kebahagiaan meskipun untuk mendapatkan yang diinginkannya dengan berbagai cara, atau mungkin menghalalkan cara.

sering juga saya mendengar di masjid ketika sedang sholat, seorang khatib menyampaikan,; semua orang akan merasakan kebahagiaan ketika selalu mengikuti perintah Allah swt dan menjauhi larangannya, dan akan merasakan ketentraman di dunia dan di akhirat. dalam hati kecil saya saya sangat mengakui akan statmen itu karena sedikitpun saya tidak meragukan perkataan tuhan. meskipun di lain waktu saya akan mengkaji akan beberapa perkataan tuhan dengan pendekatan akal sehat.

bersambung....

LAGI-LAGI BELUM ADA KOMITMEN

hahahahha... saya awali dengan tertawa.

kemarin saya sudah komiteman akan merubah pola kehidupan saya. salah satu perjanjian dengan diri saya adalah saya akan berhenti bermain facebook diawali pada awal bulan ini (1 februari) sampai 1 agustus. tetap saya ingkari. ini mungkin bukti bahwa saya sangat sangat belum konsisten akan komitmen yang telah saya buat. saya sangat malu terhdap diri saya. "malu" adalah kata yang tepat yang selalu menghiasi hari-hari saya. saya sudah melanggar komiteman itu. saya barusan telah login kembali ke facebook.

saya betul-betul melakukan tindakan yang sebelumnya saya tidak terlalu pikirkan. saya memahami kemarin bahwa apapun konsekuensi saya akan jalani. diantaranya PASTI sangat banyak informasi. komunikasi dengan teman-teman dunia maya. dan melihat ocehan, curhatan, cerita, puisi, opini dari siapa saja yang mau berbagi di dunia maya YANG SAYA TIDAK AKAN JUMPAI LAGI.

saya tidak pikirkan akan hal-hal yang sangat penting. satu alasan saya kenapa kemudian saya melanggar komitmen itu adalah saya memikirkan tentang INFORMASI SEPUTAR KAMPUS, BERITA UPDATE, DAN PERKEMBANGAN NASIONAL, INTERNASIONAL via facebook. saya memikiran itu dan kemudian setelah login dan kembali melihat beranda, kronologi saya melihat orang-orang dengan wajah yang bervariasi yang membawa imajinasi saya kepada sesuatu yang menarik. saya kembali melihat-lihat status teman, foto-foto update teman. yang kemudian saya tidak fikirkan saya kembali chating dengan salah seorang teman saya. hahahha..