ada yang mengatakan; kebahagiaan itu letaknya di hati. ada yang mengatakan juga kebahagiaan itu letaknya ada di pikiran, tinggal bagaimana mindset kita menilai akan pengalaman pancaindra. saya jadi bingung yang mana sebenarnya yang benar. apakah di pikiran atau di hati. atau mungkin kolaborasi keduanya, atau juga mungkin ada hal lain yang lebih tepat. Wallahu'alam.
banyak pendektan dalam menetapkan letak kebahagiaan. diantaranya pendekatan seni. orang akan merasakan kebahagiaan ketika disentuh oleh hal-hal yang berbau seni. tidak dinafikan lagi pernyataan itu benar. dan ini menyangkut perasaan (hati). :)
ada yang menyatakan dengan pendekatan memberilah orang akan merasakan kebahagiaan. memberi dalam aritan yang luas, (memberi motivasi, memberi benda yang disukai, memberikan hati kepada penerima hati yang lagi membutuhkan hati itu, dll), tentu kita tidak bisa kita nafikan juga bahwa ada kebahagiaan bagi penerima. terlebih lagi dengan pendekatan jabatan, materialis (keinginan kuat untuk mendapatkan benda yang diinginkan;mobil, hp kren dll), jika meraka sudah memiliki apa yang diinginkannya akan merasakan kebahagiaan meskipun untuk mendapatkan yang diinginkannya dengan berbagai cara, atau mungkin menghalalkan cara.
sering juga saya mendengar di masjid ketika sedang sholat, seorang khatib menyampaikan,; semua orang akan merasakan kebahagiaan ketika selalu mengikuti perintah Allah swt dan menjauhi larangannya, dan akan merasakan ketentraman di dunia dan di akhirat. dalam hati kecil saya saya sangat mengakui akan statmen itu karena sedikitpun saya tidak meragukan perkataan tuhan. meskipun di lain waktu saya akan mengkaji akan beberapa perkataan tuhan dengan pendekatan akal sehat.
bersambung....
banyak pendektan dalam menetapkan letak kebahagiaan. diantaranya pendekatan seni. orang akan merasakan kebahagiaan ketika disentuh oleh hal-hal yang berbau seni. tidak dinafikan lagi pernyataan itu benar. dan ini menyangkut perasaan (hati). :)
ada yang menyatakan dengan pendekatan memberilah orang akan merasakan kebahagiaan. memberi dalam aritan yang luas, (memberi motivasi, memberi benda yang disukai, memberikan hati kepada penerima hati yang lagi membutuhkan hati itu, dll), tentu kita tidak bisa kita nafikan juga bahwa ada kebahagiaan bagi penerima. terlebih lagi dengan pendekatan jabatan, materialis (keinginan kuat untuk mendapatkan benda yang diinginkan;mobil, hp kren dll), jika meraka sudah memiliki apa yang diinginkannya akan merasakan kebahagiaan meskipun untuk mendapatkan yang diinginkannya dengan berbagai cara, atau mungkin menghalalkan cara.
sering juga saya mendengar di masjid ketika sedang sholat, seorang khatib menyampaikan,; semua orang akan merasakan kebahagiaan ketika selalu mengikuti perintah Allah swt dan menjauhi larangannya, dan akan merasakan ketentraman di dunia dan di akhirat. dalam hati kecil saya saya sangat mengakui akan statmen itu karena sedikitpun saya tidak meragukan perkataan tuhan. meskipun di lain waktu saya akan mengkaji akan beberapa perkataan tuhan dengan pendekatan akal sehat.
bersambung....
No comments:
Post a Comment