saya saat ini mengisap rokok
sampoerna. yang saya rasakan saya saat ini adalah saya merasakan kenyamanan,
manakala saya mengisap rokok sampoerna, disampingku ada segelas the sari wangi
yang baru saya hidangkan untuk diri saya sendiri dan santapan angin-angin tapi
angin angin Cuma menyantap suhu the sehingga lambat laun mengalami degradasi
suhu yg pada akhirnya dingin.
Malam ini yang terlihat
hening untuk suara-suara manusia, yang terdengar bisingan serangga malam,
dan bisingaan air mengalir yang saya
sendiri tahu dari mana sumbernya dan kemana air mengalir itu serta kenapa air
mengalir ditengah perkampungan yang yang tidak terlihat sungai bahkan tidak
hujan.
Malam ini sangat nyaman.
Kenyaman akan terus ada manakala kondisinya seperti apa yang saya rasakan
dengan kehadiran penunjang kenyamanan yaitu the sari wangi dan rokok sampoerna
serta berhadapan dengan layar laptop berukuran kurang lebih 11 ichi.
Tak jarang kemudian Saya
berpikir tentang menulis, saya berpikir tentang berapa lama lagi saya akan
menjadi sosok yang membanggakan untuk orang lain terlebih kedua orang tua saya.
Saya berpikir juga untuk bagaimana mengarahkan diri saya agar terlepas dari
kebiasaan yang mendeskreditkan diri saya. Entah semuanya hanya utopia ketika
tindakan selanjutnya tidak terlihat pada diri saya. Tapi saya yakin suatu saat
saya akan berubah seperti apa yg ada di pikiranku diatas. Insya Allah..
Malam ini yang temani sang
penunjang keamanan, saya bernisiatif menulis karya yang sudah pasti tidak
berharga untuk orang lain tapi bagi saya sangat berharga yang tidak lain untuk
menunjang skill menulis saya. Meskipun rada rantasa. Masa bodoh dengan persepsi
seperti itu. Saya tetap konsisten bahwa saya harus melanjutkan tulisan ini.
Hehehehe
Persoalan menulis memang
bagi saya sangat gampang, yang susahnya yaitu ketika memulainya dan pikiran
tentang menulis tidak ada. Meskipun persepsi diatas baru terlintas di pikiran
saya tetapi saya harus konsisten dengan persepsi itu karena saya sudah
terlanjur menulisnya. Hehe
Tapi saya juga tidak nafikan
bahwa persoalan menulis bagi diri saya merupakan persoalan yang sangat besar
jika tidak disertai tujuan menulis. Karena saya baru menyadari atau baru
memahami bahwa menulis itu sangat penting. Penting dalam hal ini adalah penting
untuk bisa meninggalkan apa yang kita rasakan atau pikirkan sekarang atau
sebelum-sebelumnya atau mungkin yang akan kita alami besok dalam bentuk ketikan
word.
Semuanya akan terangkum
dalam file di laptop saya dan suatu saat saya akan membacanya kembali sehingga
saya kemudian bisa mengingat kembali apa yang saya rasakan atau pikirkan di
hari kemarin-kemarin. Tapi saya belum memahami apa yang melatar belakangi saya
menulis paragraf demi paragraf ini.
Tapi sejauh pemahaman saya
kali ini, saya menulis karena faktor penunjang kenyamanan yaitu rokok sampoerna
dan the sari wangi. Saya mungkin dalam kondisi dan tindakan seperti ini ketika
dihadapkan pada faktor penunjang tadi. Tapi mudah-mudahan tidak. Karena
inisiatif awal saya memang Cuma ingin menulis. Tapi tak lupa saya mengucapkan
banyak terima kasih kepada faktor penunjang yaitu rokok sampoerna dan the sari
wangi. Makasih banyak temanku dikala hening melandaku..
No comments:
Post a Comment