Monday, 26 August 2013

ROKOK SAMPOERNA DAN SEGELAS THE SARI WANGI



saya saat ini mengisap rokok sampoerna. yang saya rasakan saya saat ini adalah saya merasakan kenyamanan, manakala saya mengisap rokok sampoerna, disampingku ada segelas the sari wangi yang baru saya hidangkan untuk diri saya sendiri dan santapan angin-angin tapi angin angin Cuma menyantap suhu the sehingga lambat laun mengalami degradasi suhu yg pada akhirnya dingin. 
Malam ini yang terlihat hening untuk suara-suara manusia, yang terdengar bisingan serangga malam, dan  bisingaan air mengalir yang saya sendiri tahu dari mana sumbernya dan kemana air mengalir itu serta kenapa air mengalir ditengah perkampungan yang yang tidak terlihat sungai bahkan tidak hujan. 

Malam ini sangat nyaman. Kenyaman akan terus ada manakala kondisinya seperti apa yang saya rasakan dengan kehadiran penunjang kenyamanan yaitu the sari wangi dan rokok sampoerna serta berhadapan dengan layar laptop berukuran kurang lebih 11 ichi.
Tak jarang kemudian Saya berpikir tentang menulis, saya berpikir tentang berapa lama lagi saya akan menjadi sosok yang membanggakan untuk orang lain terlebih kedua orang tua saya. Saya berpikir juga untuk bagaimana mengarahkan diri saya agar terlepas dari kebiasaan yang mendeskreditkan diri saya. Entah semuanya hanya utopia ketika tindakan selanjutnya tidak terlihat pada diri saya. Tapi saya yakin suatu saat saya akan berubah seperti apa yg ada di pikiranku diatas. Insya Allah.. 
Malam ini yang temani sang penunjang keamanan, saya bernisiatif menulis karya yang sudah pasti tidak berharga untuk orang lain tapi bagi saya sangat berharga yang tidak lain untuk menunjang skill menulis saya. Meskipun rada rantasa. Masa bodoh dengan persepsi seperti itu. Saya tetap konsisten bahwa saya harus melanjutkan tulisan ini. Hehehehe
Persoalan menulis memang bagi saya sangat gampang, yang susahnya yaitu ketika memulainya dan pikiran tentang menulis tidak ada. Meskipun persepsi diatas baru terlintas di pikiran saya tetapi saya harus konsisten dengan persepsi itu karena saya sudah terlanjur menulisnya. Hehe
Tapi saya juga tidak nafikan bahwa persoalan menulis bagi diri saya merupakan persoalan yang sangat besar jika tidak disertai tujuan menulis. Karena saya baru menyadari atau baru memahami bahwa menulis itu sangat penting. Penting dalam hal ini adalah penting untuk bisa meninggalkan apa yang kita rasakan atau pikirkan sekarang atau sebelum-sebelumnya atau mungkin yang akan kita alami besok dalam bentuk ketikan word. 
Semuanya akan terangkum dalam file di laptop saya dan suatu saat saya akan membacanya kembali sehingga saya kemudian bisa mengingat kembali apa yang saya rasakan atau pikirkan di hari kemarin-kemarin. Tapi saya belum memahami apa yang melatar belakangi saya menulis paragraf demi paragraf ini. 
Tapi sejauh pemahaman saya kali ini, saya menulis karena faktor penunjang kenyamanan yaitu rokok sampoerna dan the sari wangi. Saya mungkin dalam kondisi dan tindakan seperti ini ketika dihadapkan pada faktor penunjang tadi. Tapi mudah-mudahan tidak. Karena inisiatif awal saya memang Cuma ingin menulis. Tapi tak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih kepada faktor penunjang yaitu rokok sampoerna dan the sari wangi. Makasih banyak temanku dikala hening melandaku.. 


No comments:

Post a Comment