Friday, 22 November 2013

KESOMBONGAN



Kesan bahwa keinginan untuk memberitahukan kepada seseorang terlihat aneh ketika pemahamanku tentang itu eksis di pikiranku. Hasrat hati ingin memberitahukan, tapi yang saya pikirkan berbeda karena persoalan dampak dari tindakan tersebut.

Keinginan ini berkecamuk, identifikasi pemahaman tersebut bermunculan di benakku. Kebiasaan mungkin yang mengarahkan tindakan ini, pembicaraan ini.

Pemahaman adalah sesuatu yg eksis di akal dari eksistensi eksternal di luar diri yg berbentuk materi maupun non materi (anggapan)..

Saya menyadari hal ini tindakanku ini sombong (angkuh) sehingga seiring berjalannya waktu saya berusaha meminimalisir apa yang saya rasakan yang kontradiksi dengan pikiranku (pemahamanku).

Aku milikmu wahai pikiranku dan tidak mungkin pikiranku menguasaiku itu idealnya akan tetapi susah ketika sudah di alam materi sebab materi selalu bergerak dan mengevaluasinya sesuai dengan kondisi yang memungkinkan.

pergerakan hati menuju kebaikan pasti ada dalam fitrah manusia misalkan berlaku adil,patuh dan tunduk pada sesuatu yang normatif ,aku harus selalu siap menghadapi benturan kerasnya alam

mengenai kediktatoran diri yang terlihat pd tindakan yang terkesan jelek itu wajar pada hal hal tertentu misalkan berlaku tegas pada keadaan mendesak dan goyang pada keadaan gempa bumi internal diri dan eksternal yang selalu bersatu.

No comments:

Post a Comment