Saturday, 23 November 2013

KEHADIRANMU



Melihatnya merupakan keanehan pd diri ini yg belum terumuskan. Melihatnya bagaikan kecenderungan hasrat yang begitu berkecamuk di dalam diri yang belum di tau sumbernya, apakah ini dari suara hati untuk mengarahkan badan atau pikiran yang masih berorientasi pd kecantikannya sehingga mata enggan berpaling. Sejenak pemahamanku akan diri ini mulai eksis untuk menganalisis apa yang sebenarnya saya alami.

Di pondokan teman yang begitu memperlihatkan ke optimisan untuk meraih ide-ide cemerlang untuk mengawali langkah ini dari kegagalan sebelumnya untuk kembali menerjang ketidakpastian visi. Dipondokan yang di lalui angin sepoi-sepoi dari beberapa baju yg di jemur dan dengan lembaian baju mengarahkan diri ini teringat akan sosok kehadirannya yang belum beberapa lama menjemur pakaiannya yang beda dari pakaian yang sering saya lihat.
Dirinya sederhana, karena kesederhanaannyalah membuat saya optimis untuk berani mengawali langkah dengan terus memikirkan apa yang seharusnya saya lakukan agar tidak terlihat bodoh.

Berbekal keanehan pada diri ini, sesuatu yang belum terumuskan, kecenderungan indra yang selalu sensitif ketika dekat dengan dia. Sadarkan kehadirannya berefek pd ketidakharmonisan tubuh dan jiwa ini?? Dia membawa kesan keanehan, mudah-mudahan persepsi akan dirinya tidak bergeser dari nilai-nilai kebaikan. Kendati tubuh ini tidak mendukung hasrat jiwa yang begitu menginginkannya.

Siapa namamu wahai wanita?

2 kali melihatmu membuat saya terlihat bodoh . apakah Cuma pemahamanku ttg diriku. Mudah-mudahan tidak seperti pemahamanmu tentangku. Tapi tidak masalah jika engkau melihat saya terlihat bodoh yang penting bukan orang lain, teman-temanmu.
Arti dari kehadiranmu yang sesungguhnya membuat niatku ingin terus berkunjung disini. Membuat saya menyelesaikan visi kehadiranku disini. Arti dari kehadiranmu membuat saya begitu jelek. Tapi saya tidak mempersoalkannya. bagi saya dia berpengaruh yang sanggup mengantarkan diri ini pada kebingungan.

No comments:

Post a Comment