![]() |
| Ilustration |
Hari ini saya berada di perpustakaan UIN Alaudin Samata Gowa. dan memikirkan berbagai perkara yang saya alami beberapa menit yang telah berlalu. pemahamanku sekarang pikiran ini mengklaim apa yang di alami mataku yang kemudian menembus perasaanku (hasrat).
Hasratku beberapa menit sebelum saya berada di lantai 3 perpustakaan ini perasaanku mengalami hal yang sama dengan indra penglihatanku. kedua Instrumen yang ada pada diriku itu dihadapkan pada wanita yang berada di depanku ketika aku sedang membaca buku di pojok perpustakaan lantai 1. saya kembali merasa ada keanehan pada diri ini yang cenderung tidak fokus lagi ke buku yang saya baca. tetapi yang ada di pikiranku saat itu adalah dengan melihatnya kemudian dia bisa mengetahui dan merasakan betapa besar harapanku agar dia mau menerima isyarat hati ini. keanehan kedua pikiranku pada saat itu sempat mendukung tercapainya hasrat ini.
sekarang saya duduk-duduk di lantai 3 perpustakaan UIN Alaudin Samata Gowa sembari memikirkan kenapa saya begitu mudah terpancing oleh wanita yang dengannya mengaburkan orientasiku. padahal belum tentu wanita itu mau dengan saya, belum tentu wanita itu merespon balik ke saya. belum tentu wanita itu menitipkan hatinya ke saya atau malah memberikan hatinya ke saya.
saya menyadari bahwa saya manusia biasa yang normal, ketika dihadapkan pada wanita yang beda dari persepekif saya tentang standar wanita yang saya kurang suka tentu saya mengalami degradasi keinginan. yang sebelumnya saya fokus baca buku tetapi ketika dihadapkan pada wanita sprt itu saya kemudian tidak fokus lagi. itulah realitas yang kadang membuat saya untuk memikirkan bagaimana caranya bisa meminimalisir hasrat yang begitu besar dalam hal ini mengurangi keinginan hati ini yang terlalu besar supaya bisa diseimbangkan dengan prioritas saya yaitu mencari Ilmu Pengetahuan serta mencari strategi agar saya memenuhi standar kehidupan yang bebas dari tekanan kelaparan.
saya tidak bisa nafikan dulu saya tidak terlalu memahami sepenuhnya ungkapan "wanita adalah racun dunia", tapi sekarang saya sudah memahaminya tetapi menurut saya pemahaman makna di balik kalimat itu adalah wanita tanpa dia sadar selalu mengarahkan saya kepada sesuatu yang kurang bagus untuk saya jalani. dalam hal ini ketika saya melihat dia, saya kemudian menjalani kehidupan yang tidak jelas, saya menjalani kehidupan yang penuh harapan ketidakpastian. ideku menggambarkan betapa bangganya diri ini jikalau menjadi kekasihnya, betapa bahagianya diri ini jika saya bersama dia di tempat ini sembari duduk berdua menceritrakan tentang hobi bersama. itulah kehidupan yang saya jalani yang condong ke alam ide yang buruk dan tidak memperlihatkan harapan yang jelas dan teknis serta sistematis.
saya sekarang memikirkan tentang bagaimana saya bisa fokus kepada orentasiku yang belum lama terumuskan dari hasil perenungan, hasil pengembaraan, hasil pengorbanan, hasil perseteruan, hasil kecapean, dan masih banyak lagi yang saya tidak sebutkan.
orientasikus saat ini adalah bagaimana menjalani kehidupanku dengan baik. pemahaman ku tentang kehidupan yang baik adalah setiap hari bisa lebih baik dari hari kemarin (peningkatan ibadah setiap harinya), ilmu pengetahuan selalu ada tiap harinya, tidak putus silaturahmi, terus bergerak mencari strategi agar bisa mandiri, selalu beri yang terbaik kepada semua orang dan beri selalu senyum ikhlas kepada setiap orang.
tapi terkadang hasrat yang tidak terfikirkan dan tidak terplaningkan itu eksis di benak. seperti hasrat hodonis dalam hal ini bersenang-senang (merokok, minum kopi hangat yang terlalu over), lirik wanita, dan main facebook dengan tidak mengenal waktu.
saya menyadari memang tidak mudah konsisten dengan apa yang kita canangkan. tapi mudah-mudahan dengan tulisan ini bisa meminimalir ketidak konsistenanku itu agar terus kembali kepada orienasiku semula. Insya Allah. amin Ya Rabb.

No comments:
Post a Comment