![]() |
| Ilustration |
Setiap manusia pasti berbeda dari segi karakter meski ada yang sama dari wajahnya (kembar siam). Perbedaan karakter itu pasti ada meskipun sekecil zahra. lantas apa perbedaan saya dengan orang lain dari sisi karakter tsb??
apakah karakter saya jelek jika dibandingkan dengan orang lain? atau malah saya lebih baik dari orang lain? saya terkadang bingung bagaimanakah orang menilai saya?? apakah dengan pendekatan fisik atau pendekatan persuasif (step by step) untuk mengawali pertemanan.
Pemahaman karakter baik menurut saya adalah tolak ukur apakah orang nyaman dengan seseorang yang mempunyai karakter tsb, apakah dia tidak merasa di diskriminasi, apakah dia tidak dihina, apakah dia merasa dihargai, mungkin seperti itulah tolak ukur seseorang yang mempunyai karakter baik.
saya kadang merasa bingung dengan pemahamanku terkait hubungan sosialku. bagaimanakah pandangan orang ke saya?? apakah dia mau berteman dengan saya berlandaskan fisik saya yang bagus, apakah dia mau berbagi kepada saya berlandaskan karena saya cerdas, apakah dia mau membantu saya berlandaskan karena saya tampan? atau mungkin ada sesuatu yang ingin dia capai sehingga dia mau berteman dengan saya?
seperti apakah tolak ukur orang ingin berteman dengan saya??
saya tidak bisa nafikan kehidupan saya waktu SMA terkadang saya terkucilkan dari teman-temanku. terkadang saya merasa tidak di akui di SMA. orang-orang tertentulah yang merasakan kenikmatan sewaktu SMA dan dia tidak mau melupakan momen-momen terindah sewaktu SMA.
apakah karaakter pendiam ini?? pada akhirnya orang tidak mau menginstal keinginan untuk bercengkrama dengan saya? atau mungkin dia sungkan untuk mengawali pertemanan ini?
Diantara teman-temanku sewaktu SMA ada yang berkarakter keras, lembut, humoris, feminis, glamor, hedon, individualistis, sosial, pengembara dll... dari sekian banyak karakter tersebut dan diantaranya tak jarang mereka membuat saya kagum dengan cara bertemannya, hubungan emosionalnya dengan teman-teman barunya, hubungan asmaranya. kemudian terbesit di benakku apakah saya harus berkarakter sosial pada akhirnya saya mempunyai hubungan yang akrab dengan orang lain? lantas kenapa saya di takdirkan mempunyai karakter pendiam?? atau apakah saya harus berkarakter lembut agar hubungan asmara saya tidak terhambat?? atau mungkin saya harus berkarakter humor agar saya mempunyai banyak teman dan disenangi oleh setiap orang yang saya jumpai?
terkadang pikiran saya mencari tau bagaimana caranya mengubah pemahaman tentang karakter itu. mengubah bagaimana caranya merubah karakter tsb agar sesuai dengan karakter yang kita inginkan?
atau saat ini kapasitas saya belum menjangkau pemahaman para sarjana psikologi? apakah saya harus belajar ilmu psikologi? hehehe
dunia yang serba edan ini saya memahami bahwa asal muasal kehancuran suatu bangsa karena tidak terjalinnya komunikasi yang efektif antara orang yang satu kepada orang yang lain. bahkan malah tidak terjalinnya komunikasi yang efektif antara pemerintah dan warganya.
saat ini saya menyadari bahwa tidak gampang qt bisa menilai diri sendiri. karena terkadang kita tidak memikirkan dibalik apa yang kita lakukan setiap detiknya. kita tak jarang disbukkan oleh orang lain dalam hal ini lebih condong menilai orang lain ketimbang menilai diri atau biasa disebut tidak adanya introspeksi diri.
dari tulisan diatas, saya memahami bahwa kita juga setidaknya harus belajar ilmu karakter, kejiwaan atau ilmu psikologi agar setidaknya qt bisa menilai tentang diri internal kita dan orang-orang yang sering kita jumpai bahkan orang yang baru kita jumpai.
Salam persaudaraan.

No comments:
Post a Comment