Wednesday, 20 November 2013

HARI-HARIKU YANG MENYEDIHKAN

Tekad atau persistensi tak kunjung eksis dibenakku, tak kunjung saya rasakan untuk mendorong hasrat ini. Hasrat yang mungkin tidak terarah yang pada akhirnya menyebabkan tidak munculnya tekad tadi atau apa?? mungkin juga pemahaman tekad blm terumuskan secara detail??, atau tekad yang selama ini di idam-idamkan sebatas pengharapan bukan kebutuhanku?? masih banyak mungkin pertanyaan yang bisa memicu untuk munculnya tekad tersebut. atau akibat keterbatasan referensiku ttg tekad yang kemudian pemahamanku cara memunculkan tekad tak kuncung eksis? yg berdampak juga kepada pertanyaanku yg sedikit membutuhkan jawaban?? padahal perlu banyak pertanyaan agar pemahaman tekad tersebut dipahami secara detil?? haaahh.. bingung..

saya tidak bisa ingkari atau nafikan sangat banyak hasrat atau keinginan yang bergejolak di dada ini atau dipikiran ini. saya ingin sekali hasrat ini terealisasi dlm bentuk tindakan yang pada akhirnya berefek pd realitas yang saya hadapi, tidak lain meminimalisir hasrat yang terlalu banyak.

pemahaman akan hasratku memang begitu tersistematis, ada juga pemahaman akan hasrat masih ranah harapan dan belum terumuskan. diantara beberapa hasrat yang tersistematis tersebut sebenarnya sudah mengarahkan tekad agar eksis, tetapi belum beberapa lama kemudian tekad tersebut menunjukan kelemahannya.

motivasi kemudian berdatangan entah dari mana sumbernya?? yang ingin saya bilang bahwa motivasi tetap saja menjadi faktor penting untuk memunculkan tekad tersebut tetapi beberapa saat kemudian motivasi tersebut sedikit demi sedikit hilang di benakku.

KONSISTENSI. kata itu yang kemudian mengarahkan saya agar tetap fokus pada hasrat dan tekad untuk mewujudkan atau mendorong keluar api yang membara di benak ini. tapi tubuh kadang tidak mendukung apa keinginan hasrat tadi.. tubuh yg selalu menjadi faktor penentu untuk terealisasinya keinginan tadi.

Kebiasaan??? apakah kebiasaan bermalas-malasan?? apakah kebiasaan hedon?? apakah kebiasaan yg menjadi faktor penentu?? kata itu yang sekarang eksis di benakku. kata itu juga mungkin yang menjadi faktor kegundahanku saat ini, yang tidak menutup kemungkinan kata yang muncul kedepannya yang berperan meminimalisir tekad ku..

kebiasaan yang seperti apakah selama ini yg selalu dialami tubuh ini?? apakah kebiasaan ini selalu diawasi oleh pikiran bawa sadar atau ke kritisanku dalam menilai orang?? yang tidak sebanding dengan ke kritisanku dalam menilai diriku sendiri??? apakah pemahamanku tentang kebiasaan masih sangat dangkal???

ke ikut sertaan pikiran memang saya selalu apresiasi karena perannya untuk selalu mengarahkan tindakan ini sidikit dari banyaknya pengetahuanku tentang kehidupan (kebiasaan) terkontrol dengan selalu berpedoman pada suara hatiku (bahasa universal) yang membimbing diri ini untuk selalu memaknai arti dari diriku...

saat ini saya masih bingung dengan tindakanku menulis kalimat-kalimat per kalimat diatas... maaf...

Sangat Memprihatinkan##

No comments:

Post a Comment