Menjalani
kehidupan tentu tak luput dengan yang namanya penderitaan. Arti dari sebuah
penderitaan adalah bertentangannya antara hasrat dan realitas yang kita hadapi.
Kita mungkin tidak menginginkan perut kita terasa lapar. Dan ketika kita ingin
memenuhi atau meminimalisir rasa lapar tersebut sedangkan kondisi realitasnya
tidak memungkinkan kita untuk memperolh makanan, atau mungkin ketika kita
memenuhi kebutuhan kita seperti pakaian untuk membungkus tubuh, kita tidak
mempunyai uang atau pakaian. Dari beberapa ilustrasi diatas bisa menggambarkan penderitaan
secara kebutuhan.
ada
banyak hal yang berkenaan dengan ilustrasi-ilustrasi yg berbenturan dengan
kondisi kekinian seseorang apabila menjalani kehidupannya yg berfariasi ini.
Ada banyak juga pengalaman yg kadang membuat dia merasa marah, sedih, atau
bahkan bahagia. Tapi tak sedikit orang yang memahami dibalik apa yang
menimpanya dalam kehidupan sehari-hari.
Memahami
kondisi dan situasi sehari-hari merupakan dasar atau pengetahuan yang sangat
penting buat mereka yg terlibat. Memahami dalam artian adalah mereka yang sudah
berpengalaman dalam konteks pernah merasakan pahit manis kehidupan, mereka yang
kemudian apabila mendapatkan hal yang sama dengan kondisi yang sebelumnya pada
akhirnya mengantarkan mereka merasa dewasa untuk berpikir dan bertindak. Atau
tidak jarang pula mereka yang sudah pernah merasakan hal yang menyedihkan atau
penderitaan misalkan ada juga yang mengulangi kesalahan yang sama atau secara
apatis tidak memperbaiki kesalahan atau tidak meminimalir apa-apa yang kemudian
membuat dia tidak berkembang dari segi pemikiran dan tindakan.
Kita
berada dalam alam realitas yaitu bagaimana menjalankan aktivitas kita dengan
selalu di dominasi dengan tindakan. Yang sebelumnya sudah terakumulasi niat dan
dorongan dari dalam atau bahkan pemikiran sebelumnya. Ada kutipan yang
menyatakan bahwa “berpikir dan merenung
sejenak adalah awal yang baik sebelum bertindak” kalimat tersebut mungkin
sedikit dari banyaknya mereka yang menyinggung pribadi mereka. Dalam artian tak
banyak mereka yang kemudian dalam tindakannya tidak dilandasi dengan niat yang
ikhlas, olah pemikiran, emosi. Apabila seperti itu konsekuensinya tidak
diragukan lagi mereka yang dalam tindakannya tidak terfikirkan olehnya dalam
artian mereka selalu didominasi oleh rasa penyesalan apabila telah melakukan
tindakan tersebut, atau bahkan mereka yang selalu di cemooh dan selalu
dikatakan orang yang tidak bijak dalam bertindak (tidak memikirkan konsekuen
dari tindakannya).

No comments:
Post a Comment