Thursday, 11 July 2013

ROKOK ITU.


Ilustrasi, rokok marlboro
Hari-hari yang ku jalani teramat pahit jika dihadapkan pada kondisi dimana saya tidak mengisap rokok dan minum secangkir kopi atau teh. 

Memahami hari-hari ku itu memang sesuatu yang sangat bodoh. Karena terkesan kehidupanku hanya berlandaskan dua tadi yaitu merokok sama minum kopi, karena kenapa kedua hal tadi terkesan sangat penting dalam kehidupanku. Dikala aku baru bangun tidur, tidak ada yang lain selain yang dua itu yang ingin ku cari. Dikala aku sedang bingung, hanya dua itu yang selalu menemaniku. Bahkan dikala aku lapar yang kemudian meminimalisir rasa laparku itu Cuma barang yang dua itu dan saya ingin sekali mendahulukannya. Ada apa dengan diriku yang Cuma bergantung pada yang dua itu????

Saya sadar dan sesadar sadarnya rokok dan minum kopi itu merupakan sesuatu yang lambat laun membuat kita terlingkar dalam daftar orang-orang yang terkena penyakit yang suatu saat nanti kita akan mengalaminya. 

Dan sampai saat ini saya sadar dengan sesadar sadarnya bahwa rokok dan minum kopi itu sesuatu yang membuat kita kehabisan uang. Bahkan rokok tersebut bisa membuat orang bisa menghalalkan segala cara jika sudah mendapat titik jenuh dari realitas yang membuat dia merasakan sesuatu dimana dunia ini sangat kejam dan sangat berat.
Saya memahami kehidupanku sekarang ini dengan tidak ada lagi sesuatu yang berarti selain rokok dan minum kopi dilihat dari sisi tindakanku yaitu terlihat dimana saya selalu mendahulukan kedua hal tadi, tindakanku selalu mencerminkan keinginanku untuk mendapatkan kedua hal tadi. Tapi lain halnya dari sisi pemikiran dan pemahamanku yg mendalam tidak seperti itu. Yaitu saya memahami dan sadar-sesadar sadarnya bahwa saya punya tuhan yang kemudian bisa membuat saya luar biasa dari yang luar biasa. Bahkan dengan kehendaka tuhan saya bisa meninggalkan kedua hal tadi. Tapi itu hanya sebuah utopia belaka dikala yang mendominasi pikiranku Cuma rokok dan kopi. Apa yang terjadi di benaku bro??
Saya juga pernah merasakan dimana saya tidak mengisap rokok yang membuat saya bingung untuk menjalani keseharianku. Saya bingung kemana harus mengantarkan kondisi ini keluar dari zona yang selalu membuat saya bingung untuk kemudian bergeser dan mendapatkan zona nyaman seperti mendapatkan rokok dan kopi, tetapi bukan untuk mendapatkan rokok dan kopi tetapi kebahagiaan seperti itu. 
Sebatang rokok dan kopi adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupanku, hal itu terlihat saya lebih mendahulukan kedua hal itu dari pada makanan yang nyatanya makanan bisa mempertahankan hidup kita dan membuat kita merasa kenyang dan bisa bertahan beberapa waktu untuk menjalani kehidupan. Jujur saya ingin berhenti merokok tapi dilain sisi saya ingin mendapatkan pengganti yang cocok dan pas untuk mendapatkan kenyamanan selayaknya merokok dan minum kopi tadi.
Satu hal yang mungkin tidak terfikirkan dan dirasakan oleh orang-orang yang anti rokok adalah merokok selayaknya isyarat eksistensi diri. Dalam hal ini saya memahami keberadaanku, saya mampu mengembangkan pola pikir dan kapan harus mengawali tindakan dan membuat diri makin bersemangat dibanding tidak merokok. 
Merokok juga membuat saya merasakan kenikmatan yang tidak pernah dirasakan oleh orang-orang yang tidak merokok. Kenikmatan yang membuat saya terkesan enjoy, kenikmatan yang menghilangkan segala bentuk kegelisahan, kegundahan, bahkan dengan merokok bisa mengantarkan saya enjoy dikala diputuskan kekasih yang notabene sangat saya sayangi.
Thanks for smoking.. hehehehehe..

No comments:

Post a Comment