![]() |
| Ilustration |
"KEAKUAN"
Memulai dari sini .. di alam terbuka
realitas terlihat jelas membahana
terlihat seorang diri
dari umat -umat sang pengecut
akan sesuatu yang diisi
oleh nikmatNya.
alangkah banyak dan luar biasa nikmatNya
yang engkau lalaikan wahai umat
engkau pura-pura tidak mengetahui
atau sudah mengetahui
tapi enggan untuk mengetahui..
malah ironisnya engkau tidak mengetahui
sama sekali wahai umat?
bersyukurlah jika engkau mempunyai pemahaman ttg itu
pemahaman akan nikmatNya..
dan kemudian tidak tinggal diam.. saya selalu apresiasi
jika itu sudah engkau lakukan...
bukan hanya mengatakn umat kepadamu..
tidakkah engkau ketahui umat itu laksana gelar yang mulia
gelar bagi siapa saja yang memahami akan dirinya dan untuk apa
dia lahir di belantara hutan yang kemudian dia salah persepsi..
persepsinya yang kemudian dia menafikan ciptaanNya..
dikarenakan banyak bangunan indah dari susunan-susunan material
dari ciptaanNya lagi-lagi..
engkau hanya mengatakan bangunan itu ciptaanku...
sadarlah engkau... jangan katakan itu ciptaan.. tp buah akal dari CiptaanNya..
yang kemudian dari bangunan itu engkau racik dengan pengetahuan yang bersumber
dari pengetahuan yang diberikan Sang Pemilik Ilmu?
alangkah nafiknya diri ini..
melihat dari yang nampaknya..
kemudian langsung mengklaim..
tapi bukan itu yang ingin saya bilang..
yang ingin saya katakan kepadamu wahai diri..
bagi diri siapa saja termasuk saya yang sudah terbiasa akan persepsi ttg CintaNya..
timbullah berbagai problem...
itu konsekuensi hidup sahabatku yaitu ragaku..
raga yang selalu menghendaki jiwaku, meskipun kadang-kadang kontradiksi keinginan..
saya tidak mempersoalkan... tp saya pesimis akan kehendak sejati..
saya melihat keindahan jika kehendak sejati itu sudah terbiasa dan tertancap
bagaikan pedang di kemudian membekas dan tidak akan hilang bekasnya sampai kapanpun..
diri yang selalu bertuhan akan hawa
hawa yang selalu diarahkan oleh sang pemilik kebencian yaitu iblis..
jangan biarkan hatimu dikuasinya..... itu saranku.. untuk diriku sendiri..
bukan siapa-siapa tapi bagi siapa saja dari seluruh unsur diriku
saya asing bagi kamu, bagi alam, bagi ciptaanNya...
terlebih saya asing bagi diriku sendiri akan pemahaman diri yang hakiki..
ketika pemahamn itu tidak ada selamanya niscaya keakuan diri selalu
tertanam rapi bagaikan lipatan kain sultra di lemari emas...
saya sulit mendobraknya..
keakuan akan keterasingan diri, kekurangan pemahaman diri..
selalu mengombang ambil ketidakpastian visi...
ketidakpastian niat awal..
selalu tergoda akan hal-hal yang biasa tp kemudian luar biasa
berdampak pada alam bawa sadar dan alam real melalui tindakan...
tindakan tidak konsisten nan abstrak..
sungguh ironis kau sahabat...
mari sama-sama biasakan kekakuan diri ini demi kesenangan?
apakah kamu mau?
atau sebaliknya..
mari sama-sama biasakan menghilangkan keakuan
demi menjemput dunia yang paripurna..?
mana yang kau ingin..??
#renungan sang pengelana...

No comments:
Post a Comment