Kebahagiaan adalah rasa yang
dialami seseorang dalam kondisi tertentu yang membuat dia nyaman berlama-lama.
Kebahagiaan dari kata dasar bahagia. Banyak orang yang ingin menghadirkan rasa
itu dibenaknya. Banyak ilustrasi jika orang-orang ingin mengatakannya
diantaranya; saya bahagia dengan kekasihku saat ini, saya bahagia dengan
kondisiku saat ini, saya bahagia dengan sesuatu yang kamu berikan ke saya, saya
bahagia dengan perhatianmu, saya bahagia dengan ketulusan dan kesetiaanmu, saya
bahagia dengan ucapanmu yang memotivasi saya dll..
Tetapi apakah kebahagiaan itu ada
batasnya? Adakah kebahagiaan yang hakiki yang membuat semua orang tau dan
kemudian mengamalkannya?
Sangat banyak referensi yang
harus kita ketahui untuk mengawali artikel ini tetapi penulis tulis Cuma
sebatas pemahaman yang ada di kepala saja belum sampai kepada referensi yang
jelas dan akurat.
Mencari kebabahagiaan
Mencari kebahagiaan merupakan
keinginan setiap orang terlebih saya sendiri tanpa sama sekali menafikannya.
Banyak orang yang ingin mencari kebahagiaan dengan cara-cara dan metode yang
berfariasi. Tetapi pandangan objektif penulis sebagian besar orang mencari
kebahagiaan sangat tidak terlepas dari hal-hal yang condong ke duniawian (materi),
meskipun ada juga yang lebih condong ke tujuan tertentu yang abstrak tidak
langsung berhubungan dengan dunia materi. Orang seperti itu sering kita jumpai
dengan yang lebih berorientasi kepada ketakwaan kepada Tuhannya.
Persepsi ttg
kebabahagiaan
Persepsi tentang kebahagiaan
adalah sesuatu yang multitafsir bagi setiap orang. Terkait dengan poin diatas
tentang mencari kebahagiaan sangat subjektif bagi siapa saja yang menilai
tentang kebahagiaan tersebut. Anggapan bahwa kebahagiaan itu adalah sesuatu
yang disenangi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apa yang disenangi itu?
Apakah dorongan dari dalam diri kemudian respon dari susuatu yang nampak? Dari
alam materi? Jawabannya mungkin bisa iya, bisa juga tidak. Atau juga sebaliknya
apakah kebahagiaan itu bukan sesuatu yang disenangi? Jika iya, kemudian apa
sesuatu yang tidak disenangi itu? Apakah ada hubungannya dengan sifat dasar
manusia yang menilai akan sesuatu di dalam dirinya dan diluar dirinya? Lebih
detilnya apa yang tidak disenangi itu?
Pertanyaan kemudian jika
kebahagiaan adalah sesuatu yang disenangi tetapi tidak ada sama sekali
keterkaitan antara materi? Yang menjadi pertanyaan kemudian susuatu apa yang
membuat dia senang sedangkan kita hidup di alam materi? Apa landasan dia
sanggup membuat dia bahagia tanpa campur tangan materi sedangkan dia hidup di
alam yang serba real dan realistis?
Banyak jawaban yang kemudian
mungkin bisa membuat kita bingung tentang pencarian kebahagiaan yang hakiki.
Hakiki dalam hal ini adalah kebahagiaan abadi tidak sebentar tapi permanen yang
manusia sendiri alami. Karena kebahagiaan hakiki itu ada, dalam kitab umat
Muslim sudah menerangkan dalam ayat-ayatnya bahwa kebahagiaan sejati atau
hakiki itu ada dan pasti di alami oleh manusia jika mengetahui apa itu
kebahagiaan hakiki dan sanggup mengamalkannya.
Persepsi saya tentang kebahagiaan
Saya pernah membaca sebuah buku
saya lupa judulnya tapi yang ingin saya bahas disini bukan judul bukunya tetapi
isi bukunya yang kemudian mengarahkan saya untuk sedikit memahami ilmu
kejiwaan. Buku bahaksan seperti ini sebelum menggeneralkan apa yang kamu
pikirkan dan apa yang kamu rasakan, pahami dulu dirimu (internal) sendiri dari
aspek kejiwaanmu (keinginan,ketidakinginan), apalagi keterkaitan dengan
kebahagiaan saya dan kebahagiaan orang lain. Kebahagiaan saya mungkin bisa sama
dengan kebahagiaan seperti yang dirasakan oleh orang lain. Tetapi juga mungkin
bisa berbeda yang saya rasakan tentang makna kebahagiaan dan sesuatu yang
dirasakan oleh orang lain atau tingkat/level yang kemudian membuat berbeda
tentang kebahagiaanitu. Saya mungkin lebih menonjolkan rasa nyaman sedangkan
dia rasa nyaman juga tetapi nyaman yang levelnya jauh berbeda dari saya. Ada
juga pemaknaan tentang kebahagiaan itu ada dari seseorang yang lebih mengandalkan
sesuatu yang biasa-biasa dan sama sekali tidak diketahui oleh orang lain
termasuk saya.
Saya tidak bermaksud mengaburkan
makna kebahagiaan yang sudah banyak sekali pertanyaan yang membingungkan
teman-teman mungkin termasuk saya juga bingung sebenarnya. Persepsi tentang
kebahagiaan menurut saya pribadi yaitu susuatu yang nyaman buat saya. Itulah
poin penting tentang kebahagiaan yaitu sesuatu yang saya rasakan nyaman. Tetapi
bisa juga tingkat kebahagiaan itu ada seperti nyaman yang berlebihan sehingga
saya seperti melayang di awan tetapi gambaran jelasnya tidak ada. Dan nyaman
tingkat bawah seperti saya berada di kamar ditemani secangkir kopi hangat
sehabis mandi di pagi hari dan sambil membaca koran serta mengisap rokok
sampoerna. Tingkat kebahagiaan itu mungkin bisa banyak. Tergantung perbedaan
tiap-tiap rasa kebahagiaan itu yang berfariasi jika dibenturkan dengan materi,
pikiran tentang sesuatu (materi), dan rasa tentang materi itu dan internalku
sendiri tidak ada yang bermasalah seperti tidak ada kekhawatiran dan tidak ada
ketakutan.
Saya mengutip perkataan mario
teguh. Kebahagiaan adalah kondisi dimana kita tidak mempunyai rasa kekhawatiran
dan ketakutan. Tetapi apakah itu sudah mewakili definisi kebahagiaan yang
hakiki? Belum tentu sudah. Banyak rujukan yang harus kita awali untuk langsung
menjustifikasi. Tetapi sedikit dari banyaknya referensi tentang kebahagiaan itu
saya dalam hal ini sudah mengiyakan definisi kebahagiaan dari mario teguh jika
dikaitkan dengan pengalaman saya sendiri dalam hidup. Saya merasakan
kebahagiaan jika tidak ada ketakutan dan kekhawatiran. Beda halnya mungkin
dengan kondisi dimana saya berada di kamar sambil menikmati roko, kopi dan
membaca koran. Itu bisa membuat saya bahagia tetapi bisa juga kondisi itu yang
sudah terbiasa saya lakukan dengan berusaha menghilangkan rasa
ketidakbahagiaan, gambarannya menghilangkan rasa khawatir dan takut sambil
menikmati kopi dan lain-lain. Yang ingin dikatakan pak mario teguh kebahagiaan
dimanapun bukan Cuma di kamar sambil menikmati hidangan yang saya suka. Saya bukan berarti menyamakan mungkin
persepsi kebahagiaan yang dialami pak mario teguh dan saya pribadi. Tetapi
definisi kebahagiaan yang dikemukakan pak mario teguh itu sangat masuk akal.
Cara menghadirkan kebahagiaan itu adalah mengabaikan kekhawatiran dan ketakutan
pada diri (mario teguh). Yang saya garis bawahi dari kutipan mario teguh adalah
mengabaikan kekhawatiran dan ketakutan pada diri. Yang menjadi pertanyaan
bagaimana cara mengabaikan kekhawatiran dan ketakutan pada diri itu? Apa
kekhawatiran dan ketakutan setiap orang sama? Dan kemudian bisa mengabaikannya?
Atau malah berbeda kualitas kekhawatiran dan ketakutannya? Apabila berbeda
tingkatan atau kualitas kekhawatiran dan ketakutan itu bisa dibayangkan tiap
orang punya cara sendiri untuk mengabaikannya atau bisa jadi orang yang
mengalaminya rasa itu tidak sanggup mengabaikannya. Saya sendiri sering
mengalami rasa kekhawatiran dan
ketakutan itu. Saya kadang tidak sanggup mengabaikannya. Sangat berat bagi saya
untuk mengabaikannya. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya apakah harus kita
abaikan? Sedangkan kekhawatiran dan ketakutan itu merupakan masalah yang harus
kita selesaikan secepatnya sebelum mengakar atau membesar? Wahh.. beberapa poin
itu mungkin sampai saat ini membingungkan saya. Baru terlintas di benak saya
sangat banyak sekali pertanyaan yang tidak bisa saya jawab satu persatu apalagi
terkait masalah yang harus diselesaikan dengan menghadirkan kebahagiaan seperti
yang dikatakan mario teguh.

No comments:
Post a Comment