Thursday, 23 January 2014

KISAH TAK TERLUPAKAN

Ilustrasi
Ini adalah sebuah kenyataan yang kemudian memaksaku untuk merangkainya menjadi sebuah tulisan yang saya rasa bermakna bagiku. Tulisan yang selalu membuatku merasa bagaikan aku berada pada posisi yang sangat membuatku tentram dan nyaman serta bahagia ketika aku mengingatnya. Inilah persembahan yang kemudian akan aku beriikan pada diriku sendiri sebagai sebuah jiwa yang sangat di kasihi oleh sang Pencipta dengan segala kekuasaan-Nya. 

Dalam kehidupanku, sejak aku dilahirkan oleh ibuku tersayang di bawah kasih sayang sang pemilik Alam semesta aku tak pernah jauh tinggal ataupun meninggalkan keluargaku dan kedua orang tuaku. Tak pernah sedikitpun kasih sayang orang tuaku lalai dari-hari kehari, menit melalui menit dan detik sekalipun. Sebuah bentuk kasih yang terwujud dari kasih sayang Pemilik Alam Semestalah yang kemudian mereka berikan kepadaku sebagai sebuah bentuk rasa cintanya kepadaku. Aku dituntun untuk melakukan hal yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. 

Berawal dari niatan untuk melanjutkan pendidikan dan niatan kedua orang tuaku untuk menjadikan anaknya berhasil dalam mengarungi hidup di dunia yang penuh dengan berbagai macam problematika yang tak akan habis tentunya. Keinginan untuk mencari hal yang manjadi kunci keberhasilan di dunia dan kemudian menghantarkanku dapat bahagia di akherat kelak. Aminnn…



Inilah sebuah kondisi bahwa dunia adalah sebuah hal yang nyata, sebuah entitas dimana didalamnya terdapat berbagai bentuk fenomena yang terkadang membuat pikiran dan perasaan tak pernah dapat menerimannya. Sebuah tempat manusia berdiam diri dengan berbagai problematika yang tiada kunjung selesai. Sebuah arena pertempuran yang selalu mengarahan diri untuk terus berjuang dan bertempur dengan segenap kekuatan dan kemampuan yang dimiliki. Sebuah dunia yang di dalamnya terdapat berbagai kenikmatan, kebahagiaan, kemakmuran dan keamanan dan sebuah dunia yang didalamnya pula terdapat keangkuhan, kekerasan, penderitaan dan kesengsaraan serta berbagai bentuk musuh yang mesti di lawan. 

Disinilah aku berada saat ini, di sebuah tempat di lorong alam semesta, diantara bintang dan matahari yang triliunan banyaknya, diantara galaksi yang bermilyar dan diantara beberapa planet yang saat ini di ketahui oleh pemikiran manusia. Diantara gunung-gunung yang menjulang tinggi, diantara bukit nan hijau permai, diantara rerumputan yang terus tumbuh dengan hijaunya, diantara pepohonan yang terus pola dengan tingginya yang menjulang tanpa memerhatikan apa yang ada disekitarnya.
Saat itu pada tahun berapa, saat aku lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan predikat sebagai salah seorang siswa dengan kadar intelektual biasa... tetapi  satu-satunya siswa yang lulus di salah satu perguruan tinggi Negeri bergengsi yang aku dan kawan-kawanku kenal. Merupakan sebuah prestasi yang cukup menggembirakan saat itu. 

Betapa gembira diriku saat itu. Tetapi ada hal yang tidak ku tahu mengapa dalam kegembiraanku, ada hal yang seakan membentuk sebuah irama yang aku tidak tahu irama apakah gerangan itu. Irama yang kurasakan merupakan sebuah irama yang berasa ada hal yang kemudian akan aku lalui setelah ini. Namun aku tetap berada pada irama yang sat itu aku rasakan dan terjadi padaku. Setelah lulus dari SMA, aku berkeinginan untuk kuliah di sebuah kota yang nantinya akan mengarahkan aku berpisah untuk yang pertama kalinnya dengan kedua orang tuaku, adik-adikku. 

Itulah satu saat dalam hidupku dimana aku harus berada jauh dari kedua orang tuaku dan adik-adikku yang aku sayangi dan aku cintai. Berada di sebuah daerah yang asing yang nantinya tidak ada yang dapat aku mintai nasehat, bantuan dan bahkan kasih sayang dan cinta tidak akan aku dapatkan lagi dari mereka yang aku tinggalkan untuk sementara waktu. Namun ini adalah pilihan yang cukup menarik dan menantang bagiku. Meninggalkan orang tuaku yang aku sayangi, adik-adikku yang aku sayangi, rumahku yang selalu menaungiku dan memberikan kehangatannya dan halaman rumahku dengan bunga-bunganya yang saat pagi selalu membuatku tersenyum dengan warna-warninya yang indah. 

Dalam doaku aku meminta kepada sang Pemilik Alam semesta untuk menjaga Kedua orang tuaku, adik-adikku dan rumahku dan selalu dilindungi dari berbagai hal yang nantinya membuat mereka tidak merasa nyaman dan damai serta bahagia. 

“Ya Allah Sang Pemilik Alam Semesta, Sang Penguasa Langit dan Bumi, doa ku kupanjatkan kepadamu.
Ya Allah Ya Tuhanku Hambamu ini adalah makhluk yang tidak berdaya dengan segala kekurangannya berilah kekuatan untuk menjalani hidup ini.
Ya Allah… Ya Rahman, Ya Rahim….
Dengan segaa kerendahan hati hambamu ini memohon kepadamu, berikanlah kekuatan dan keikhlasan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dalam mengarungi hidup, berikanlah kebahagiaan yang engkau janjikan kepada mereka, berikanlah rahmat dan karuniaMu kepada mereka. 

Saat ini aku dalam genggamanMu dimana aku akan berpisah untuk sementara waktu dengan mereka dalam menjalankan ibadah menuntut ilmu yang engkau serukan dalam Al-Qur’anMu yang suci, aku akan melangkahkan lakiku jauh dari mereka yang aku cintai dan aku sayangi, aku akan melangahkan kakiku dalam mencari ridho dan RahmatMu.
Ya Allah…. Tiada Tuhan Selain Engau…
Kepergianku ini adalah pertama kalinya dalam hidupku, maka berkatilah dan tempatkanlah hambaMu ini selalu dalam lindungan kasih sayang dan cintaMu. Berikanlah dan tunjukanlah jalan yang lurus kepadaku

Perjalanan menuju Makassar sebagai kota tujuan untuk menuntut ilmu adalah perjalanan yang kurasakan cukup berkesan dan sangat menarik. Pertama-tama, aku dan kawan-kawanku harus naik mobil dengan menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam menu pelabuhan yang bernama Wamengkoli. Tiba disana, kami harus menyeberang untuk sampai pada pelabuhan yang sesungguhnya yang kaan mengantarkan kami menuju makassar. 

Di Wamengkoli, tersedia dua pilihan untuk menyeberang. Yang pertama kita dapat menyeberang dengan menggunakan Veri sebagai alat transportasi yang cukup aman dan sangat menyenangan. Kapal very digunakan apabila kita berada dalam kondosi tidak terburu-buru dan apabila kita berada dalam kondisi terburu-buru, maka kita dapat menggunakan alat trasnportasi kedua yakni spit, begitulah masyarakat menyebutnya. Spit adalah kendaraan air sebagai alat tansportasi yang cukup cepat dan sangat efisien. 

Namun saya dan kawan-kawan menggunakan spit untuk menyeberang. Setelah kurang lebih tiga puluh menit, maka tibalah kami di kota madya kabupaten buton yang bernama Bau-Bau. Kota ini cukup besar dan cukup terkenal. Di kota ini terdapat satu pelabuhan dimana kapal-kapal dapat singgah untuk sementara waktu dan selanjutnya melanjutkan perjalanan mereka. 

Setiba di Bau-bau, maka kammi bergeser kesalah satu rumah kawan untuk menunggu tibanya kapal yang akan kami tumpangi menuju makassar. Dengan menggunakan ojek, saya dan kawan-kawanku bergeser kesana. Di sana, kami menunggu dan beristirahat sejenak dan menunggu seorang kawan yang akan membawa informasi bahwa kami harus membeli tiket. Tiket pun kami beli dan setelah menunggu beberapa jam, kapal ternyata telah sandar di pelabuhan dan kami bergegas kesana. Ya… ojek salah satu alat transportasi alternative tercepat untuk sampai di pelabuhan.

Di pebuhan yang oleh masyarakat di sebut sebagai pelabuhan murhum ternyata ramai dan penuh sesak dengan orang-orang yang mengantar, aan berangkat, pedagang, supir taksi, buruh dan lain sebagainya. Betapa sangat memberi saya pemahaman bahwa dunia ini sangat luas dan begitu banyak manusia yang melaksanakan aktifitas untuk dapat mempertahankan hidupnya member makan anak istrinya dan bahkan ada beberapa anak kecil yang mencari kehidupan dengan berbagai cara. 

Dalam pemahamanku, Tuhan, Sang Pemilik Alam semesta telah menunjukan padaku bahwa di dunia ini selain saya yang saat ini akan berangkat mencari ilmu dengan segala hal yang ada pada diriku, masih banyak orang lain di luar sana yang untuk bisa mempertahankan hidupnya mesti bersusah payah mencari dan bahan tidak menemukan tetap mencari dengan segala peluang dan kesempatan yang ia temukan saat itu. Inilah pelajaran yang kemudian dapat aku petik dari kondisi ini, bahwa sebagai manusia yang saat ini mempunyai kebutuhan yang cukup, harus bersyukur dengan segala hal yang kemudian di miliki. Rasa syuur itu akan membawa kebahagiaan dan kenyaman hati dan jiwa serta menantarkan kita pada satu titik di mana Tuhan akan selalu bersama dengan orang-orang yang sabar dan bersyukur atas karunia yang diberikan kepadanya.
Dengan segenap kekuatan dan tenaga yang kami miliki, selangkah demi selangkah, kami menuju ruang tunggu dengan menunjukan tiket selanjutnya menuju kapal yang sejak tadi membuat aku penasaran sebenarnya bagaimana sih kkondisi dalam kapal itu…???

Tangga di lewati dengan desakan dan perjuangan yang cukup berat dan itu adalah hal pertama yang aku rasakan dalam hidupku.

Pertama kali aku menginjakkan kakiku di Makassar, ternyata Makassar adalah sebuah kota besar dan banyak hal baru yang sempat di tangkap oleh mataku. Mulaii dari pelabuhan soekarno Hatta yang sejak tadi menjemput kedatangan dengan orang-orang yang ramai, gedung-gedung yang tinggi menjulang, aktivitas masyarakat dan lebih menarik pada saat naik mobil bersama dengan kawan-kawanku menuju tempat kami untuk tinggal. Jalan yang ramai dengan berbagai macam kendaraan, aktifitas masyarakat mulai dari penjual, pedagang, supir, sampai pada berbagaii aktivitas yang lain yang kadang membuatku ternyata di dunia ini terdapat berbagai jenis aktivitas yang sama namun cara yang diterapkan dalam menjalankan aktifitas itulah yang berbeda. 

Selanjutnya ketika aku dan kawan-awanku tiba di tempat tinggal yang telah disediakan oleh kawan-kawan yyang terlebih dahulu kuliah di makasssar, lelah, letih, lunglai menghampiriku. Kupandangi sekelilingku, lingkungan di sini kurasakan agak nyaman dan damai. Kami di tempatkan di sebuah rumah berlantai dua dan cukup baik. 

Kulangkahkan kakiku untuk merebahkan badanku yang sejak tadi merintih kelelahan. Kemudian aku berpikir bahwa dunia yang luas ini secara keseluruhan berisi manusia yang mana seluruhnya mempunyai akifitas sehari-hari yang sama yaitu berjuang untuk mempertahanakan kehidupannya. Dan aku pun saat ini berada pada posisi menyiapkan amunisi untuk berperang melawan kehidupan.


No comments:

Post a Comment