Wednesday, 26 March 2014

MEMAHAMI KESADARAN, kamu harus sadar ! kapan kamu sadar?

Memahami hidup tentu sangat kompleks. banyak hal yang kita dapatkan dalam perjalanan kita berada di bumi Tuhan yang penuh dengan hal-hal baru. hal-hal baru tersebut manakala kita mulai dari tumbuhnya kesadaran kita tentang apa itu? apa ini? apa sana? itulah kesadaran kita selanjutnya pertanyaan itu mengarah ke orang-orang terdekat dalam hidup, siapa lagi kalau bukan orang tua, saudara, dan keluarga yang menjadi saksi awal terbentuknya pemahaman tersebut. itulah masa yang mungkin terbilang kita masih relatif kecil/bayi kapang. kendati pemahaman tersebut belum mencapai tataran analisa, observasi,  dari mana asalnya, siapa pembuatnya, dan pertanyaan mendalam lainnya. tetapi tak jarang ada juga kita dapatkan dalam kasus-kasus yang mengatasnamakan orang-orang yang sudah menjelajahi alam pemikiran kritis pada masa lampau terkait esensi dari apa yang nampak dan dari segala aspek dari apa itu, apa ini dan apa sana.

sulit untuk mendeskripsikan pemahaman yang sudah menjelajahi alam pemikiran tersebut. apakah sekedar menemukan dan memberi nama pada penemuannya, atau ada hal-hal lain yang didapatkan dan kemudian menyimpulkan dengan dasar anggapan bukan kebenaran. atau malah pembenaran yang sistematis/subjektif. tidak menutup kemungkinan juga apa yang mereka pahami murni objektif dan menjadi landasan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni saat ini.

kesadaran tersebut terbilang sangat sulit dipahami. kesadaran mungkin pemahaman, mungkin juga pengetahuan tentang sesuatu, lingkungan, alam semesta. dimana tempatnya sadar itu? kesadaran itu apa dan bagaimana? pernah salah seorang teman sewaktu dalam kondisi yang menurut teman tersebut sangat kontradiksi, dia mengatakan; "bro kamu harus sadar". saya kemudian refleks diarahkan pada alam pemikiran yang terlihat jelas hitam pekat, gambaran kesalahan yang pernah saya lakukan sebelumnya, saat ini, dan kedepan mungkin saya akan lakukan lagi. dosa dalam pengertian teman yang selalu ke masjid, dan kebodohan menurut pemahaman orang yang bijaksana, ketololoan versi anak punk yang sudah mengalami degradasi moral. apakah itu kesadaran yang saya alami? entahlah.. Wallahu'alam bissawab.
saya bisa mengatakan kesadaran itu begini, begitu, dan seterusnya. sangat gampang mengatakannya tetapi saya tidak mau terjebak pada kesadaran yang menguras pikiran, emosional kemudian berefek pada ketidaknyamananku. apakah mengingat kesalahan masa lampau, dosa, noda hitam pekat yang kemudian ditafsirkan/disimpulkan bahwa kamu sadar akan tindakanmu dulu? atau mungkin juga kamu telah paham akan tindakanmu dulu? bisa jadi juga seperti inil; kamu mengingat tindakanmu dulu yang tolol? begitulah dalam kehidupan saya tak jarang saya mengalaminya. saya mengingatnya. kenangan pahit dan manis yang saya ingat apabila pada kondisi tertentu yang memaksa saya untuk mengingatnya. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa kamu sadar ketika kamu sudah memahami akan tindakan kemarin yang keliru dan hari ini tidak akan mengulangi kekeliruan seperti kemarin.

pemahaman tentang kesadaran juga berfariasi. apakah fariasi tersebut karena ada penambahan imbuhan ke dan an? entahlah. saya bukan ahli dalam logika, saya juga tidak terlalu paham tafsir tentang bahasa/kosakata dan kemudian bisa menyimpulkan sadar seperti ini dan kesadaran seperti itu. saya hanya terus mencari cara memahami tentang pernyataan, pertanyaan; kamu harus sadar ! dan kapan kamu harus sadar?. kata kesadaran dan sadar mungkin berbeda. perbedaan trsebut jelas pada kedua kata itu. dan tidak menutup kemungkinan substansi/maknanya juga berbeda.

dari beberapa pembahasan diatas bukan berarti saya menjust bahwa salah. mungkin ada benarnya ttg arti dari sadar dan kesadaran. mengutip sumber yang menurut penulis sangat syarat akan kevalid an. yaitu sadar menurut KBBI adalah 1  a insaf; merasa; tahu dan mengerti: kita harus -- bahwa hidup ini penuh perjuangan; 2 v ingat kembali (dr pingsan dsb); siuman: orang yg pingsan tadi kini sudah --; 3 v bangun (dr tidur): tengah malam dia -- dr tidurnya krn bermimpi buruk;. sedangkan kesadaran menurut pemahaman penulis yaitu sadar itu sendiri yang mengalami imbuhan ke dan an. tetapi agar lebih menguatkan pemahaman sadar dan kesadaran itu alangkah baiknya kita mengutip beberapa tokoh yaitu Martin (1949), beliau mengatakan bahwa Apa yang disebut sebagai sadar sering kali diartikan sebagai suatu sikap dan tanggapan makhluk hidup, baik manusia maupun hewan, terhadap lingkungannya. Bailey (1957) menggambarkan sadar ini sebagai awareness (pengenalan atau pengertian). Jasper (1948) mengaitkan sadar dengan kemampuan meraba rasakan keadaan pada suatu saat tertentu dan Ishii (1972) menyatakan bahwa seseorang dikatakan dalam keadaan ‘sadar’ bila ia dapat mengenal lingkungannya dan secara otomatis dapat memberikan tanggapan terhadap segala rangsangan yang dihadapinya.

dari penjelasan menurut KBBI dan para tokoh itu kita bisa menyimpulkan bahwa kesadaran tidak beda jauh dari pemahaman penulis. untuk menjawab pernyataan diatas dan pertanyaan diatas tidak bisa kita generalkan untuk satu kesimpulan atau garis besar untuk menjawab kesadaran yang masing-masing individu memahami kesadaran itu.

bisa jadi pemahaman setiap individu berbeda-beda tentang substansi sadar atau kesadaran itu. memahami kesadaran berarti dia yang telah melihat kehidupan dan segala aspek kehidupan itu dan kemudian muncul anggapan. baik itu anggapan yang kemudian ditransformasikan menjadi pembenaran atau kebenaran. Pembenaran tidak menutup kemungkinan adalah kebenaran. dan kebenaran bagi pemahaman individu tertentu tidak menutup kemungkinan pembenaran bagi saya, bagi anda, atau malah bagi mereka, bagi kita semua. yang jelas KEBENARAN adalah kebenaran. kebenaran mutlak. Pembenaran murni subjektif yang dialami individu-individu tertentu dan bukan KEBENARAN. ketika pembenaran mengalami beberapa tahapan seperti yang dijelaskan para filsuf dari zaman yunani kono sampai postmodernisme saat ini penulis simpulkan tentang kebenaran yaitu. dari sejarah pemikiran tokoh-tokoh dari zamannya masing-masing yaitu PEMBENARAN yang telah ditransformasikan melalui bebeapa pendekatan. yaitu pendekatan filsafat. aspek-aspeknya tidak menafikan pengalaman indra (empiris). pengalaman indra sangat berperan, sama halnya pendekatan rasio, intuitif. dan kaidah logika yang yang menggunakan kaidah yang valid (logika induktif) sempurna, mengakui hukum nonkontradiksi (kausalitas). dan menghindari filsafat materialisme yang kebanyakan menyandarkan kebenaran pada tiang materi. padahal sangat naif apabila tolak ukur kebenaran kita batasi pada materi. sedangkan banyak realitas yang kita dapatkan dalam kehidupan syarat akan nonmateri. seperti eksistensi hasrat mencintai yang tidak bisa dibeli dengan materi. bahkan eksistensi dibalik apa yang nampak ketika indra tidak sanggup mencapai wujud/materi dibalik tirai yang berwarna merah pada acara kuis superdeal yang ditayangkan di  antv karena keterbatasan indra.

Penulis dalam hal ini tidak menjelaskan tentang filsafat. penulis hanya mencoba menuangkan anggapan yang bisa jadi murni subjektif. nda ada masalah, jika anda membantah berarti anda membuat capaian yang kemudian capaian itu bisa dipertanggung jawabkan demi kemaslahatan umat tentunya, demi rasa ingin tahu lebih mendalam. dan penulis sangat mengapresiasi hal itu.

dari pendekatan filsafat dan yang menyertainya itu bisa penulis simpulkan bahwa demi menganalisa statmen kamu harus sadar dan kapan kamu sadar merupakan fenomena individu tertentu. fenomena yang kemudian mengarahkannya pada alam yang tak luput dari kontradiksi, juga kenyamanan. kontradiksi dan kenyamanan itu eksis manakala dia memaknai statmen itu. apabila pemaknaan tersebut menghegemoni dirinya yang kemudian diarahkannya menuju ketidaknyamanan berarti dia telah mengalami kontradiksi. dia sadar bahwa dia telah mengetahui dirinya dalam kondisi tidak nyaman sehingga dia ingin merubah keadaan dirinya menuju kenyamanan yang sebelumnya dia rasakan. dia sadar akan pemahamannya tentang pentingnya memiliki kesadaran sedini mungkin. demi kenyamanannya kelak. dia sadar akan ada saat dia kembali kepada kenyamanan itu. dan mungkin juga butuh waktu lama untuk mengarah dan berjalan dalam dimensi kerancuan (ketiknyamanan) apakah yang berbentuk materi, nonmateri atau malah kepekaan sosial dalam melihat  realitas.

bagaimana dengan pertanyaan kapan kamu sadar?
saya menjawab . saya sadar akan apa yang saya alami dalam kehidupan dari segala aspek yang saya alami. ketika saya sadar berarti saya mengetahui dengan pasti apa penyebab kesadaran dan apa konsekuensi dari sadar dan finishnya kemana. saya sadar bukan berarti saya kemudian insaf. bukan juga saya sadar berarti saya mengakui kesalahan saya. kapan kamu sadar ? hari ini detik ini ketika alam bawa sadar terus menghegemoni diri dengan konsep dunia dan segala konsekuensi dari pemahaman (konsep) yang sinergis dengan tindakan/perilaku saya. itulah pemahaman dan bukti kesadaran yang saya alami. meskipun murni subjektif.

salam Mahasiswa Indonesia.

No comments:

Post a Comment