![]() |
| Ilustration |
Sebagai
mahasiswa kita tidak terlepas dengan dinamika kampus. Dinamika kampus tersebut
merupakan konsekuensi dari sebuah realita yang kita dapatkan semenjak kita
mengawali perkuliahan yaitu sebagai mahasiswa baru. Diawali dengan bagaimana
kita bergaul dengan mahasiswa lain, komunikasi dengan dosen serta sarana dan
prasarana yang ada di kampus seperti pengalaman penulis rasakan semenjak
menginjakan kaki di fakultas teknik unhas, gowa.
Ketika
bergaul dengan mahasiswa lain tentu kita tak jarang dihadapkan pada karakter
yang berbeda-beda, daerah asal yang berbeda, SMA, suku, ras bahkan kepercayaan
yang berbeda. Seiring berjalannya waktu Perbedaan tersebut Nampak dengan
ekstrimnya ketika kita membentuk sekat-sekat dalam pergaulan kampus yaitu
dengan membentuk kelompok-kelompok mahasiswa yang berlandaskan sifat, kelas sosial,
bahkan kecenderungannya akan sesuatu dalam hal ini ada yang berinisiatif
mengikuti senior-senior dan ada yang tidak.
Sebagai
mahasiswa juga kita dihadapkan pada tenaga pengajar baru yaitu dosen yang
berbeda-beda yang merupakan perpanjangan tangan dari guru sewaktu dibangku SMA.
Perbedaan tersebut terlihat dari segi keilmuan bahkan karakter, cara mengajar
atau sejenisnya. Tak jarang mahasiswa ketika menghadapi dosen mengajar merasa
tidak nyaman, bahkan yang lebih ekstrimnya mahasiswa tak jarang cenderung
pesimis dengan kemampuan dosen dalam mengajar.
Bentuk
dinamika kampus juga terlihat dimana kita dihadapkan pada fasilitas kampus
seperti sarana dan prasarana. Tak jarang
sarana dan prasarana kampus menjadi salah satu kepesimisan mahasiswa untuk
mengembangkan potensi, bakat dan minatnya. Karena tidak adanya ruang ekspresi
untuk pengembangan potensi dan bakat mahasiswa.
Dinamika-dinamika
kampus tersebut merupakan salah satu persoalan fundamental kampus yang bisa
mengubah wajah kampus menjadi wajah yang ekstrim yang bisa melahirkan
konflik-konflik horizontal mahasiswa. Bisa
disimpulkan Yang menjadi persoalan adalah perbedaan. Perbedaan akan eksis
apabila adanya pembanding. Perbedaan merupakan hal yang wajar dalam dinamika
kampus karena tidak luput dari realitas social yang tidak jauh berbeda dengan
realitas social masyarakat Cuma yang menjadi perbedaan adalah dunia kampus
dinaungi oleh orang-orang yang belajar. Dalam dunia kampus tentu kita bernaung
dalam suatu wadah yang sama yaitu fakultas teknik unhas, gowa. Tanpa kita sadari kita bernaung dalam
wadah yang sama, yang menjadi persoalan adalah bagaimana dengan kesamaan
tersebut bisa membuat perubahan dengan tidak terpaku pada perbedaan tadi. Kita
mempunyai orientasi yang sama pada prinsipnya sebagai manusia mencari
kenyamanan, kebahagiaan dan menghindari kekerasan . Terkait dengan wadah yang
sama merupakan keharusan untuk mengubah wajah fakultas teknik yang lebih baik
dari sebelumnya, jauh dari kekerasan untuk melahirkan embrio yang selalu
terpancar kedamaian dan ketentraman serta bagaimana mengangkat harkat dan
martabat fakultas teknik gowa agar bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain.
Begitu
juga dengan perbedaan dosen-dosen merupakan kewajaran. Karena dosen juga
manusia biasa. Satu hal yang tanpa kita
sadari adalah setiap dosen mempunyai kesamaan orientasi yaitu mendidik,
mengarahkan kita sehingga kita bisa mengoptimalkan potensi yang kita miliki
dengan melahirkan skill-skill untuk kemudian bisa kita aplikasikan dalam
kehidupan kita. sehingga bermanfaat buat diri kita, masyarakat, serta bangsa
dan Negara. Terkait kesamaan orientasi dosen adalah salah satu keharusan untuk
menghargai dan mengapresiasi jasa-jasa dosen dengan terus belajar dari perbedaan.
Menggagas
perubahan dalam kesesamaan merupakan manifestasi dari menggagas kegiatan KO-Ekstrakulikuler yang
membutuhkan kesamaan prinsip, orientasi mahasiswa kedepannya untuk fakultas
teknik yang lebih baik, sehingga melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang
berkarakter MARITIM. Selaras dengan perkataan wakil dekan 3 fakultas teknik
unhas, mengutip kampanye presiden amerika serika “sekarang bukan saatnya
mempersoalkan warna kulit hitam dan putih warga amerika, yang menjadi persoalan
adalah bagaimana menyelesaikan masalah di amerika saat ini”. Terkait fakultas teknik kedepannya bukan
persoalan perbedaan diantara mahasiswa tetapi bagaimana untuk menyelesaikan
masalah di fakultas teknik unhas,gowa. Dengan bekerja dengan ikhlas serta
menjunjung tinggi kesesamaan diantara mahasiswa.

bismillah
ReplyDelete