Saturday, 6 April 2013

MENGGAGAS PERUBAHAN DALAM KESESAMAAN

Ilustration
Sebagai mahasiswa kita tidak terlepas dengan dinamika kampus. Dinamika kampus tersebut merupakan konsekuensi dari sebuah realita yang kita dapatkan semenjak kita mengawali perkuliahan yaitu sebagai mahasiswa baru. Diawali dengan bagaimana kita bergaul dengan mahasiswa lain, komunikasi dengan dosen serta sarana dan prasarana yang ada di kampus seperti pengalaman penulis rasakan semenjak menginjakan kaki di fakultas teknik unhas, gowa.

Ketika bergaul dengan mahasiswa lain tentu kita tak jarang dihadapkan pada karakter yang berbeda-beda, daerah asal yang berbeda, SMA, suku, ras bahkan kepercayaan yang berbeda. Seiring berjalannya waktu Perbedaan tersebut Nampak dengan ekstrimnya ketika kita membentuk sekat-sekat dalam pergaulan kampus yaitu dengan membentuk kelompok-kelompok mahasiswa yang berlandaskan sifat, kelas sosial, bahkan kecenderungannya akan sesuatu dalam hal ini ada yang berinisiatif mengikuti senior-senior dan ada yang tidak.
Sebagai mahasiswa juga kita dihadapkan pada tenaga pengajar baru yaitu dosen yang berbeda-beda yang merupakan perpanjangan tangan dari guru sewaktu dibangku SMA. Perbedaan tersebut terlihat dari segi keilmuan bahkan karakter, cara mengajar atau sejenisnya. Tak jarang mahasiswa ketika menghadapi dosen mengajar merasa tidak nyaman, bahkan yang lebih ekstrimnya mahasiswa tak jarang cenderung pesimis dengan kemampuan dosen dalam mengajar.
Bentuk dinamika kampus juga terlihat dimana kita dihadapkan pada fasilitas kampus seperti  sarana dan prasarana. Tak jarang sarana dan prasarana kampus menjadi salah satu kepesimisan mahasiswa untuk mengembangkan potensi, bakat dan minatnya. Karena tidak adanya ruang ekspresi untuk pengembangan potensi dan bakat mahasiswa.
Dinamika-dinamika kampus tersebut merupakan salah satu persoalan fundamental kampus yang bisa mengubah wajah kampus menjadi wajah yang ekstrim yang bisa melahirkan konflik-konflik horizontal mahasiswa.  Bisa disimpulkan Yang menjadi persoalan adalah perbedaan. Perbedaan akan eksis apabila adanya pembanding. Perbedaan merupakan hal yang wajar dalam dinamika kampus karena tidak luput dari realitas social yang tidak jauh berbeda dengan realitas social masyarakat Cuma yang menjadi perbedaan adalah dunia kampus dinaungi oleh orang-orang yang belajar. Dalam dunia kampus tentu kita bernaung dalam suatu wadah yang sama yaitu fakultas teknik unhas, gowa. Tanpa kita sadari kita bernaung dalam wadah yang sama, yang menjadi persoalan adalah bagaimana dengan kesamaan tersebut bisa membuat perubahan dengan tidak terpaku pada perbedaan tadi. Kita mempunyai orientasi yang sama pada prinsipnya sebagai manusia mencari kenyamanan, kebahagiaan dan menghindari kekerasan . Terkait dengan wadah yang sama merupakan keharusan untuk mengubah wajah fakultas teknik yang lebih baik dari sebelumnya, jauh dari kekerasan untuk melahirkan embrio yang selalu terpancar kedamaian dan ketentraman serta bagaimana mengangkat harkat dan martabat fakultas teknik gowa agar bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain.
Begitu juga dengan perbedaan dosen-dosen merupakan kewajaran. Karena dosen juga manusia biasa.  Satu hal yang tanpa kita sadari adalah setiap dosen mempunyai kesamaan orientasi yaitu mendidik, mengarahkan kita sehingga kita bisa mengoptimalkan potensi yang kita miliki dengan melahirkan skill-skill untuk kemudian bisa kita aplikasikan dalam kehidupan kita. sehingga bermanfaat buat diri kita, masyarakat, serta bangsa dan Negara. Terkait kesamaan orientasi dosen adalah salah satu keharusan untuk menghargai dan mengapresiasi jasa-jasa dosen dengan terus belajar dari perbedaan.
Menggagas perubahan dalam kesesamaan merupakan manifestasi dari  menggagas kegiatan KO-Ekstrakulikuler yang membutuhkan kesamaan prinsip, orientasi mahasiswa kedepannya untuk fakultas teknik yang lebih baik, sehingga melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang berkarakter MARITIM. Selaras dengan perkataan wakil dekan 3 fakultas teknik unhas, mengutip kampanye presiden amerika serika “sekarang bukan saatnya mempersoalkan warna kulit hitam dan putih warga amerika, yang menjadi persoalan adalah bagaimana menyelesaikan masalah di amerika saat ini”.  Terkait fakultas teknik kedepannya bukan persoalan perbedaan diantara mahasiswa tetapi bagaimana untuk menyelesaikan masalah di fakultas teknik unhas,gowa. Dengan bekerja dengan ikhlas serta menjunjung tinggi kesesamaan diantara mahasiswa.

1 comment: