![]() |
| Ilustration |
Apa yang kamu lakukan sekarang. tindakan-tindakanmu sekarang merupakan sesuatu yang bersumber dari pemahamanmu akan tindakan itu sebelumnya yang terlintas di pikiran dan benakmu.
sesuatu yang sering orang-orang katakan kepadamu bersumber dari perilaku-perilakumu setiap hari atau secara berangsur-angsur dia lihat atau amati. tapi pernahkah engkau berpikir bahwa tindakan yang sering anda lakukan tiap harinya kadang berlangsung secara otomatis dan kontinue, tanpa kamu pikirkan? atau tidak adanya motivasi sebelumnya? ... meskipun tindakan-tindakan dari kebiasaanmu itu kurang baik? capaian yang luar biasa apabila kebiasaan hari-harimu tak luput dari kebaikan atau hal-hal yang bisa membuatmu maju atau sukses. seperti kebiasaan bangun telat sampai siang hari, kebiasaan bangun subuh untuk mengerjakan sholat subuh. atau bahkan kebiasaanmu main game sampai berlarut-larut di depan layar televisi?
INGAT.. !! ukuran penilaian orang lain yang efektif dilihat dari seberapa akurat penilaian akan kebiasaan sosok yang dia lihat secara kontinue atau tidak pada momen atau hari itu saja. karena ketika si A mengklaim si B bahwa si B jahat atau baik pada hari itu saja di khawatirkan itu merupakan topeng dari pemilik pribadi raga si B sebagai objek yang diamati atau dilihat itu.
terkadang kita cuma ada momen melakukan tindakan atau perilaku yang baik kepada orang lain. dan orang lain yang menjadi objek kebaikan kita suatu saat mengklaim bahwa kita tidak baik. itu merupakan hal yang biasa dialami. tetapi jika anda membiasakan melalukan kebaikan kepada orang lain, dan disuatu saat anda mendapatkan sesuatu yang kontradiksi menurut anda, berarti anda belum efektif membiasakan kebaikan itu terhadap orang lain? butuh lebih membiasakan kebaikan kepada orang lain atau siapa saja demi suatu pengharapan kebaikan dari orang lain baik dalam bentuk tindakan atau secara langsung dia katakan terhdap anda, meskipun itu bukan tujuan hakiki anda..
merubah kebiasaan baik atau kebiasaan produktif merupakan hal yang sangat rumit tapi kita bisa lakukan. terkadang seseorang mengatakan saya tidak mempunyai potensi untuk melakukan kebiasaan baik. karena saya sudah memiliki karakter diluar sifat baik.
satu hal yang harus diketahi bahwa karaker di luar sifat baik atau jahat merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan secara kontinue atau sudah menjadi kebiasaannya. yang menjadi solusi atas pertanyaannya adalah ubah kebiasaan itu menjadi kebiasaan baik meskipun itu rumit tapi yakin kebiasaan yang kurang baik itu bisa di rubah dengan presistensi atau tekad yang bulat dan selanjutnya anda mempunyai kebiasaan baik. karena tuhan sudah mengatakan dalam firmannya "Allah tidak akan membebankan seseorang di luar kesanggupannya".
terkadang juga seseorang mengatakan. saya tidak memiliki motivasi untuk berkembang. atau saya tidak mempunyai keinginan untuk membaca buku. sinis rasanya memang ketika melihat seseorang setiap hari melihatnya didepan kost baca buku. sedangkan anda sendiri tidak mempunyai keinginan membaca. atau dengan bangganya anda melihat teman anda mempunyai karya berupa buku yang sudah dipasarkan dan buku itu populer di Indonesia. yang menjadi pertanyaan adalah apakah saya bisa seperti dia atau malah melebihi dia? apa yang melatarbelakangi kesuksesan teman anda membuat buku?? anda bertanya lagi "kenapa pengetahuannya akan sesuatu sesuatu yang ditulis dibukunya sangat luar biasa?" mungkin sangat banyak pertanyaan yang terlintas di benak anda ketika melihat karya berupa buku teman anda tersebut. atau mungkin lagi pertanyaan anda kepada diri anda "apa yang memotivasi dia sehingga bisa membuat buku yang populer ini?". hmmm..
sekarang lihat diri anda? apa kira-kira yang membuat anda seperti anda sekarang?
lihat perilaku anda sehari-hari. tindakan anda mengarah kemana? apakah tindakan-tindakan atau perilaku anda selama ini di rumah atau dikost merupakan sesuatu yang sudah menjadi budaya atau kebiasaan anda?
alangkah eloknya jika tindakan-tindakan anda selama ini di kost atau di rumah anda tindakan-tindakan yang baik yang secara kontinue atau sudah menjadi kebiasaan anda. saya yakin kebiasaan itu akan membentuk anda sekarang dengan berjuta prestasi.
jika dibenturkan dengan pertanyaan tentang kenapa teman saya bisa membuat buku dan saya tidak. itu memerlukan pemahaman secara detail baik pemahaman akan kepribadian teman anda dan pemahaman akan keseharian teman anda jauh-jauh hari sebelum anda mengenalnya. dan yang paling penting adalah pemahaman akan kebiasaan teman anda itu.
saya bisa pastikan kebiasaan, tradisi, budaya teman anda itu memperlihatkan kebiasaan yang selalu mengarah ke capaiannya atau cita-citanya untuk membuat karya berupa buku. kebiasaan hari-harinya selalu diwarnai dengan elemen-elemen demi tercapainya keinginannya untuk membuat buku. seperti anda mendapatkannya sering membaca buku, menulis diari, menulis artikel atau yang lainnya.
yang menjadi pertanyaan anda kemudian adalah kenapa dia bisa terbiasa membaca buku, terbiasa menulis? itu yang kemudian anda cari jawabannya.
saya akan jelaskan sedikit demi terjawabnya pertanyaan anda.sebelum menjawab pertanyaan anda sebaiknya lihat diri anda dulu. apa yang membuat anda sudah terbiasa dengan tindakan atau perilaku anda sehari-hari, atau hemat saya kebiasaan anda selama ini? apakah bisa menjadi ukuran bahwa anda tidak terbiasa membaca buku, menulis diari, menulis artikel, opini, yang pada akhirnya anda bisa membuat buku? itu rancu sekali.
Ingat. sesuatu yang menjadikan anda sekarang baik anda sekarang masih belum jelas capaian keinginannya yaitu seorang penulis. langkah awal adalah ubah kebiasaan yang tidak memperlihatkan kebiasaan teman anda tadi. jika kebiasan teman anda sering membaca buku, menulis berarti anda harus membiasakan membaca buku, menulis apa saja. biasakan hal itu sebagai awal dari hasrat anda ingin menjadi seorang penulis.
kemudian jika pertanyaan anda tadi tentang apa yang membuat dia sehingga terbiasa membaca buku, menulis buku. jawabannya adalah orang tuanya mungkin seorang penulis, atau selalu mengarahkan dia untuk sering membaca yang kemudian berdampak pada keinginannya yaitu menulis buku. orang tuanya yang menjadi patokan atau budaya kesehariannya semenjak masih balita sudah melihat budaya membaca dan menulis dan sampai dewasa dia selalu mendapatkan keluarganya membaca buku dan menulis buku.
Ingat.. jangan pernah menyesal dengan keluarga anda jika tradisi tersebut tidak anda jumpai di keluarga anda. yang mesti anda lakukan sekarang adalah ubah kebiasaan jelek anda. terapkan dari sekarang kebiasaan untuk menjadi seorang penulis. yaitu terapkan kebiasaan membaca buku, dan selanjutnya setelah membaca biasakan menulis..
Ingat. awal dari merubah kebiasaan sangat berat. tapi jika selanjutnya akan terasa tidak berat lagi. sama halnya puasa di bulan ramadhan. awal puasa sangat dirasakan kelaparan dan berselang satu minggu sudah tidak terasa lagi. yang anda butuhkan demi merubah kebiasaan anda adalah dengan konsistensi tinggi, presistensi (tekad) dalam hati ingin berubah, dan keyakinan akan Sang Pencipta bahwa tujuanku untuk merubah kebiasaan in demi Kebaikanku dan kebaikan semua orang. percaya semua akan indah jika anda sudah terbiasa melakukannya.

Bismillah...
ReplyDelete