Tuesday, 10 December 2013

SEJARAH MEMBEKAS

Ilustration, Tsunami Aceh (2004)
Sejarah merupakan masa lalu.. baik kemarin, hari ini dan detik yang berlalu seiring waktu berjalan. Banyak hal yang membuat saya terkadang begitu memikirkan tentang masa lalu, malah bahkan berefek pada emosionalku ketika mengingat kembali masa lalu. salah satunya yaitu kenangan manis maupun pahit. saya juga terkadang tidak mengingat lagi masa laluku yang mungkin ada beberapa faktor sehingga saya tidak mengingat kembali. tapi pemahamanku ttg daya mengingat masa lalu jika ada torehan akan prestasi masa lalu yaitu manis dan pahit masa lalu yang pernah di alami.
jika ke dua torehan tersebut pernah di alami, kenangan masa lalu akan terus eksis jika kita kembali ke belakang untuk mengingatnya.


saya disni di gedung sekret PK Identitas memikirkan tentang beberapa poin tentang hal-hal yang menjadikan saya sekarang dari beberapa aspek yang melatarbelakangi tindakan dan pemikiran serta emosional (kejiwaanku) pasca mendengar diskusi bersama seniorku di gedung samping masjid poltekkes makassar.

sembari memikirkan akan pentingnya refleksi diri dalam hal ini mengingat kembali masa lalu yang kelam (pahit) dan manis sebagai tolak ukur hal-hal yang membentuk emosional kita yang terwujud dalam tindakan/perilaku saya.

refleksi merupakan hal yang sangat penting. tapi refleksi disini lebih mengarah kepada wujud mengevaluasi hal-hal yang jelek dimasa lalu dan apabila mengingat tindakan masa lalu yang negatif atau pernah di lecehkan oleh orang yang kemudian membekas pada emosional kita segera perbaiki atau refleksi. perbaiki atau refleksi disini adalah segera minta maaf apabila melakukan kesalahan pada orang lain sebelum terlambat. atau pernah disakiti oleh orang lain yang kemudian membekas pada diri segera bertemu oleh ahli psikologi agar mendengar kekesalan kita dan kemudian ahli tersebut memberikan strategi yang jitu agar hal tersebut tidak lama-lama membekas di hati kita karena apabila lama membekas akan menjadikan kita tidak sehat secara emosional dan akan menghalangi perkembangan intelektual kita. berbicara sendiri meluapkan kekesalan atau lebih efektifnya berbicara di depan kaca dengan meluapkan kekesalan akibat disakiti (dizolimi) oleh orang lain adalah hal yang sangat efektif untuk meminimalisir penyakit atau emosional/penyakit psikologi.

mencari sosok idola juga merupakan hal yang sangat fundamen agar membentuk pribadi penyelaras. penyelaras dalam hal ini adalah sebagai bahan refleksi akan arah hidup agar lebih konsisten menjalani visi hidup. mencari sosok idola dalam hal ini juga merupakan refleksi diri untuk bahan penyeimbang dan menuntun motivasi agar selalu eksis di benak kita.

banyak hal yang mengarahkan kita menjadi pribadi yang kurang baik. salah satunya adalah ketidakpekaan akan sesuatu menyangkut emosional kita. seperti kurang peka terhadap film sedih, tidak peka terhadap kenangan masa lalu yang menyedihkan, tidak peka terhadap kelakuan teman kita yang membuat kita begitu terpojok, tidak peka terhadap kelakuan atau perilaku kita terhdap orang lain, tidak peka terhadap hal-hal menyangkut perkembangan kadar emosional/intelektul/spiritual kita terkait hubungan kita dengan sesama, serta yang paling penting hubungan kita dengan Sang Pemilik Ilmu Pengetahuan yang luar biasa yaitu Allah swt.

langkah praktis yang harus dilakukan adalah jadikan sejarah yang membekas sebagai refleksi diri agar lebih baik dari hari kemarin. apabila mendapatkan goresan emosional segara pulihkan dengan refleksi diri yaitu luapkan kegelisahan itu dalam wujud perkataan kepada sosok ahli yang bisa diajak sharing, cari sosok idola yang menjadi motivasi kita dalam melangkah mencari makna kehidupan yang begitu kompleks, budayakan pola hidup konstruktif dalam segala hal. dan menjadi pribadi yang bisa mengevaluasi tindakan/perilaku kita setiap saat. 

1 comment: