saya pernah mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa hal terberat dalam hidup adalah diri sendiri. maksudnya mungkin diri anda adalah lawan, manakala kita sudah bisa memenangkan pertempuran pada diri anda sendiri kemudian akan tercipta salah satunya kreatifitas. penejemahannya kurang lebih seperti ini; diri andalah yang menjadi penentu apa jadinya anda. diri anda yang seharusnya dilawan agar bisa memperlihatkan potensi anda. dan ketika anda sudah menguasai diri anda, cita-cita, harapan, keinginan anda akan segera terwujud, atau apa yang anda inginkan tidak sulit lagi manakala anda sudah bisa melawan diri anda. pemahaman tentang diri anda bisa jadi yang harus dilawan adalah kebiasaan jelek anda, ego anda, bahkan cara pandang anda terhadap dunia.
kalau nda salah kutipannya seperti ini; lawan terberat anda adalah diri anda sendiri,,
entah mana yang benar penafsiran tentang kutipan itu. tidak ada yang menjamin penafsiran saya benar. dan tidak ada yang menjamin penafsiran teman-teman saya benar. alangkah baiknya langsung orang yang mencetuskan kutipan itu yang kemudian diklarifikasi seperti apa penafsirannya.
tapi kita harus realistis. tidak mungkin kita bisa menanyakan pada yang membuat kuitpan itu karena yang membuat kutipan itu saya tidak tahu sosoknya. ada mungkin teman-teman yang mengetahui siapa dibalik yang mencetuskan kutipan itu. tapi saat ini yang bisa saya lakukan adalah memberi penafsiran yang objektif tentang kutipan itu.
yang saya ketahui , manusia sangat kompleks. seiring berjalannya waktu manusia mendapatkan hal-hal baru selagi masih bisa bernapas . hal -hal baru itu kemudian diteruskan melalui panca indranya dan kemudian finish pada akal manusia. getaran/frekuensi yang menjadi penyebab indra bisa merespon hal-hal baru itu. istilah filsafat adalah alat untuk mendapatkan hal-hal baru /pengetahuan berupa panca indra yang terdiri dari ; mata, telinga,perasa,peraba,pencium dan termasuk pikiran manusia sebagai konsekuensi paska diterimanya hal-hal baru itu.
pada diri manusia juga terdapat non materi yaitu berupa roh. banyak tafsiran yang berpendapat mengenai roh yang mengatakan bahwa roh adalah materi, tetapi saya tidak membenarkan bahwa roh adalah materi, tetapi lebih tepat saya mengatakan roh adalah non materi.
pemahaman saya tentang roh adalah non materi karena fungsi indra manusia tidak bisa mengaktualkan non materi itu. dalam hal ini panca indra manusia terbatas pada fungsinya. yang dimana pembagian fungsi sudah berada pada koridor yang ada. seperti mata yang berfungsi hanya pada penglihatan, hidung pada penciuman dll. kemudian selanjutnya pemahaman saya tentang roh lebih detailnya menyangkut unsur-unsur materi tersebut dalam hal materi itu menempati ruang dan waktu, sedangkan non materi bersifat halus, tidak bisa dilihat dengan mata telanjang maupun dengan bantuan teknologi mutakhir. non materi sebatas pemahaman tentang adanya melalui bukti-bukti konseptual yang dibahasakan dalam kitab-kitab yang diakui keobjektifitasnya yang disitu sudah ada petunjuk-petunjuk untuk diketahui.
tentang roh saya tidak mengatakan kita tidak mungkin mengetahuinya secara detail, cuma hanya sedikit pemahaman kita tentang non materi karena seperti awal perkataan saya tadi fungsi alat untuk menerima pengetahuan terbatas , dan akal saya dalam hal ini belum bisa menembus dinding kekakuan yang ada pada diri saya akibt pemahaman saya juga yang masih sedikit. saya juga tidak menjamin akal akan sampai pada non materi/roh itu lebih jelasnya tetapi saya percaya pada akal bahwa segala konsekuensi untuk menjadikan diri yang berpengetahuan seperti halnya orang-orang cerdas terdahulu psti menggunakan fungsi akalnya yang kemudian menjadikan mereka berpandangan luas tentang dunia.
kesimpulan saya akan pemahaman saya tentang roh adalah fitrah manusia yang didalamnya cahaya ilahi yang ditiupkan semenjak masih berada dirahim ibu.cahaya ilahi itu potensi universal sudah termasuk kebaikan, keindahan, kasih sayang, cinta, tolong menolong, dll . dan ketika tindakan manusia bergeser dari potensi universal tersebut yang diliputi hal-hal positif beraarti manusia sudah terhegemoni oleh relasi keegoan, hal-hal menarik dunia sudah terlampau mendominasi cahaya ilahi tersebut. manusia sudah menuhankan hal-hal yang tidak berhubungan dengan fitrah tersebut. bahasa kasarnya manusia sudah menuhankan keegoannya. ketika manusia sudah tidak memperdulikan lagi rasa empati untuk menolong saudaranya itulah tanda manusia sudah bergeser dari fitrahnya.
manakala pernah kita jumpai teman yang lebih condong kearah hura-hura dengan mengedepankan materi, berarti telah menuhankan materi, konsep yang suci sudah ternodai hal-hal yang bersifat duniawi. manusia sudah tidak merdeka secara universal. manusia lebih terikat oleh perkara yang sering dijumpai pada gilirannya membentuk konsep dan cara pandangnya, konsekuensi dari semua itu tindakannya tidak merdeka karena terlampau terbiasa.
ego adalah konsekuensi dari ketertarikan akan dunia yang menjanjikan kenyamanan diri, kenyamanan yang setiap orang berbeda ttg rasa. ego juga merupakan bentukan dari perjalanan hidup yang sering dijumpai dan tidak adanya antisipasi untuk memfilter diri dari doktrin-doktrin yang tidk berdasar pada sifat universal manusia.
meminimalisir ego bisa dilakukan salah satunya mungkin dari beraneka ragam cara menurut pemahaman banyak orang yaitu dengan mengaplikasikan sifat universal manusia yang termuat dalam 99 asma Allah swt. setiap tindakan manusia sejatinya pasti mengarah ke 99 sifat Allah itu cuma terkadang sulit dideteksi, sulit diaplikasikan karena terlampau pikiran yang tidak sistematis dan logis.
langkah konkrit yang bisa kita lakukan yaitu selalu berpikir positif dan mengaktualkan fitrah kita sebagai manusia, mengurangi hal-hal negatif disetiap rutinitas kita tiap harinya , karena pemahaman saya memang sangat berar untuk mengubah kebiasaan yang sudah mendarah daging pada diri kita, olehnya itu step by step untuk mengubah kebiasaan lama. mari bongkar kebiasaan lama , aplikasikan kebiasaan yang sudah menjadi fitrah kita.
salam hari ini , karna hidup adalah hari ini .
salam mahasiswa. :)
No comments:
Post a Comment