Adalah kata yang mudah di
ucapkan, mudah untuk ditulis. Tetapi untuk kemudian menulis dengan banyak kata
yang tergabung dalam kalimat , selanjutnya dalam bentuk paragraf agak rumit
bagi saya.
Ada beberapa faktor yang
menjadi hambatan buat saya ketika menulis dalam bentuk kalimat maupun yang
dalam bentuk paragraf. Beberapa hambatan tersebut antara lain sulit untuk
merepresentasikan apa yang ada dipikiran dan realitas kehidupan saya. Dalam hal
ini apa yang ada dipikiran sulit untuk mewujudkannya dalam bentuk kata per
kata.
Untuk kemudian mewujudkannya
membutuhkan banyak referensi kata, pemahaman akan topik yang ingin ditulis agar
lebih meluas. Dan juga pemahaman akan tulisan yang baik dan benar juga menjadi
kendala.
Banyak referensi yang bisa
membangkitkan semangat saya untuk selanjutnya ingin mengasah skill menulis.
Pernah menonton disalah satu film inspirasi di laptorp saya, mengatakan bahwa,
awal yang baik menulis adalah menulis terlebih dahulu, menari-nari kan tangan
diatas keyboard tidak perduli tulisan baik atau buruk yang penting kamu sudah
mengawalinya dan terakhir gunakan pikiranmu ketika sudah menulis semua apa yang
ada di pikiranmu yang ingin kamu tulis.
Paska membaca kutipan itu
secara tidak langsung membuat saya berbeda dari sebelumnya dalam hal semangat.
Saya makin bersemangat paska membaca kutipan itu. Tetapi untuk merealisasikan
kutipan itu agak sulit juga saya rasakan. Saya mengalami kendala manakala untuk
mengawali tulisan saya. Mungkin faktor karena saya belum terbiasa. Atau mungkin
akibat kekurangan referensi dan kurangnya pemahaman tentang tema yang saya
gunakan sebagai landasan saya untuk mengembangkan tulisan saya.
Menulis adalah kegiatan
dimana kita lebih dominan memfungsikan akal. Menulis juga kegiatan dimana kita
bermain dalam rana imajinasi yang dibenturkan pada realitas. Manakala tulisan
kita apakah masuk akal atau tidak masuk akal karena bertolak belakang dari data
empiris di kehidpan sehari-hari.
Menulis juga merupakan
kualitas diri seseorang. Sejauh mana pemahamannya akan dunia, tentang apa yang
dia dapatkan yang kemudian disiarkan , dipublikasikana agar bisa memberi
gambaran buat orang-orang agar bisa memahami maksud dari penulis.
Saya selalu pahami menulis
adalah aktivitas yang sangat mulia manakala bisa berbagai referensi, berbagi
pengetahuan, berbagi inspirasi buat siapa saja yang membutuhkannya. Itulah yang
kemudian mengarahkan saya agar bisa menulis. Menulis apa saja yang ada
dipikiranku. Saya tidak mau dibatasi oleh apapun yang menghambat kemerdekeaan
pikiran saya. Dalam hal ini saya mau pikiran saya merdeka seperti halnya hati
saya. Dan fisik saya yang jauh dari gangguan dari luar yang membahayakan fisik
saya.
Pernah suatu ketika saya
mendapati diri saya dilanda kebingungan. Saya kemudian menulis, dan aktifitas
menulis itu ternyata bisa menghegemoni diri saya yang sebelumnya bingung
beralih ke rasa yang berbeda. Seolah kebingungan itu terminimalisir karena
aktifitas menulis .
Saya menulis apa yang saya
rasakan. Aktifitas emosional saya lebih condong untuk kemudian mewujudkannya
dalam bentuk tulisan. Tulisan yang mewakili apa yang saya rasakan. Itu memang
terjadi pada diri saya. Dan sangat berkesan buat saya.
Pernah juga saya menulis
aktifitas pikiran saya. Saya menulis semua apa yang saya pikirkan. Menulis demi
mewujudkan apa sebenarnya yang saya pikirkan. Terkesan sulit tapi saya terus
mencoba menuangkannya dalam bentuk kata per kata agar saya bisa melihat
ternyata saya bisa menuangkan apa yang saya pikirkan dalam bentuk tulisan.
Seperti itulah menulis.
Menulis bukan hanya memberi kontribusi buat siapa saja yang membutuhkan demi
memberi pencerahan, referensi, inspirasi tetapi bisa menjadi obat buat penulis
agar beralih rasa tidak nyaman menjadi berkurang tidak nyamannya , bahasa yang
tepat mungkin akan merasakan kenyamanan ketika apa yang dirasakan tertuang
dalam kata per kata.
Menulis erat kaitannya
dengan membaca. Bagi penulis hebat tulisannya dinikmati oleh pembaca yang
mengakui hasil karyanya. Penulis hebat lahir dari karya tulisnya yang bisa
membuat pembaca merasakan kenyamanan, merasakan manfaat dari tulisannnya.
Penulis hebat mempersembahkan tulisannya demi kebaikan , demi perubahan, demi
pencerahan, insprasi, demi pemahaman kepada siapa saja yang belum memahami
gagasannya. Bisa juga buat pembuktian akan hal-hal yang belum diketahui
orang-orang. Itulah penulis hebat yang sebagian besar karyanya direpresentasi
dalam bentuk buku. Buku yang menjadi landasan buat siapa saja yang ingin
membaca gagasannya. Boleh membantah demi kebaikan. Boleh menerima demi kebaikan.
Untuk mengakhiri tulisan
ini. Saya berpesan buat diri saya sendiri. Menulis adalah menulis. Dikatakan
penulis jika menulis. Tidak peduli tulisan anda bagus maupun buruk. Karena
dikatakan penulis adalah siapa saja yang menulis. Tetapi untuk dikatakan penulis
hebat adalah apabila penulis tersebut mempersembahkan tulisannya dan memberi
manfaat bagi siapa saja yang membacanya.
No comments:
Post a Comment