Thursday, 26 June 2014

KEBIASAAN MENULIS



Adalah aktifitasku sekarang dan akan menjadi kebaisaan baruku mulai detik ini. Menulis identik dengan membaca. Menulia adalah menuangkan ide dalam kata-kata. Menulis juga bisa menuangkan rasa dalam kata-kata. Menulis demi sebuah tulisan. Apakah itu bagus, atau malah tidak bagus. Tidak peduli apakah tulisan bagus maupun buruk. Yang terpenting bagaimana menulis itu bisa bermanfaat buat diri anda sendiri dan lebih mulia tulisan anda bisa bermanfaat buat orang lain. 

Ketika dikatakan menulis bermanfaat buat diri anda sendiri manakala tulisan bisa meminimalisir rasa kegundahan, rasa gelisah, galau dan sejenisnya. Itulah mengapa ketika saya dalam kondisi tidak bagus saya lebih memilih menulis. Menuangkan apa yang dialami hati saya agar terluapkan dalam bentuk tulisan. Ketika sudah keluar semua Insya Allah semua akan kembali sedia kala. Seperti halnya teori kejiwaaan yang mengatakan; demi mengurangi atau menghilangkan penyakit jiwa kita diharuskan mengeluarkan apa yang kita rasakan kepada sosok psikolog agar suasana hati kita kembali sediakala. Dan kemudian agar lebih baik lagi yaitu dengan mendengarkan langkah taktis yang diberi tahukan sosok psikolog tersebut demi suasana hati yang lebih damai.


Membiasakan menulis tidak susah juga tidak semudah membalikan telapak tangan.  Demi mewujudkan kebiasaan menulis awalnya kita dibenturkan pada kebiasaan lama. Kebiasaan yang sudah mendarah daging pada diri kita. Manakala kebiasaan lama itu sudah sangat nyaman kita rasakan. Kita sudah sangat susah meninggalkannya. Untuk kemudian mengarah pada kebiasaan baru yaitu kebiasaan menulis , kita harus menghapuskan kebiasaan lama itu atau mengurangi kebaisaan lama itu.

Coba bayangkan ketika sudah terbiasa merokok , kemudian bertekad meninggalkan kebiasaan merokok itu? Sangat tidak nyaman dirasa meninggalkan kebiasaan merokok itu. Tetapi saya percaya dengan tekad kuat kebaisaan merokok akan hilang dengan sendirinya.

Lain halnya dengan kebaisaan merokok. Kebaisaan menulis , adalah sesuatu yang baru. Kita awalnya dituntut untuk memahami apa ini menulis. Menulis sangat membutuhkan peralatan. Kalau bukan secarik kertas dan pena, bisa menggunakan peralatan yang lebih modern yaitu laprop atau ipad. Selanjutnya bukan Cuma itu, kita kemudian menulis apa yang kita ingin tulis. 

Ketika sudah dalam kondisi peralatan sudah ada dan lengkap, kita harus menulis. Mungkin diawali dengan memilih topik agar demi meluaskan apa sesungguhnya topik itu dipahami oleh kita. Selanjutnya kita mamfungsikan pikiran kita, rasa kita. Dari itu banyak yang mengatakan bahwa sangat rumit mengawali tulisan. Kata apa yang harus diawali, ada juga yang mengatakan penemepatan kata itu kayaknya tidak bagus. Yang kemudian selalu berputar-putar pada kebingungan dan sulit menuntaskan tulisan yang menyeluruh dari topik yang dipilih. 

Adapun tanpa topik , saya pernah melakukan tulisan tanpa topik. Yaitu yang termuat pada diary, saya hanya menulis kondisi saya, situasi hait saya, pikiran saya saat itu mengarah kemana, dan kenyataan empiris dilingkungan saya yang saya rasakan, saya dapati. 

Itulah kenapa memang lebih ringan kita mengawali tulisan dengan menggunakan peralatan dengan hadirnya diary setiap waktu ketika dalam kondisi tertentu kita ingin menulis apa yang kita dapati dalam setiap harinya. Dan lebih sulit untuk menulis ketika sudah memilih topik yang ingin ditulis dan selanjutnya untuk mengembangkan topik itu. Tetapi saya percaya bagi yang sudah memahami topik itu secara pemahamannya apakah itu benar atau salah , terpenting dia sudah memiliki gambaran tentang topik bisa menjadi landasan yang bagus. Sisa bagaimana memilih kata yang singkron agar tercipta kalimat yang nyambung dan tidak tumpah tindih.

Terkait dengan kebiasaan menulis, tidak sampai saja pada ranah diatas. Kita selanjutnya diarahkan agar selalu menulis apa saja yang ingin kita tulis. Baik dalam bentuk buku harian, maupun sudah tersedia topik yang dipilih. Kita kemudian menulis dengan pemahaman sendiri seperti apa pemahaman kita tentang topik itu. Kita tulis saja, tulis dengan tujuan mengespor apa yang kita ketahui semua. Aktifitas itu selalu dibiasakan. Setiap waktunya. 

Kebiasaan menulis akan menunjang kualitas diri agar lebih peka pada data yang kita dapatkan dalam kehidupan. Apakah menyangkut sosial, politik , ekonomi , tergantung kita kemudian mana yang lebih penting yang ingin kita persembahkan demi pembuktian akan pemahaman kita seperti apa kondisi yang kita dapati itu. 

Kebiasaan menulis juga berdampak pada pemahaman tentang diri , agar lebih peka pada diri dalam melihat diri ini. Melihat sisi kekurangan, kelebihan dan kemudian bisa menjadi inspirasi orang-orang untuk dijadikan dasar untuk mempertimbangkan tindakan mereka supaya lebih terarah dan diantisipasi.


No comments:

Post a Comment