Adalah aktifitasku sekarang dan
akan menjadi kebaisaan baruku mulai detik ini. Menulis identik dengan membaca.
Menulia adalah menuangkan ide dalam kata-kata. Menulis juga bisa menuangkan
rasa dalam kata-kata. Menulis demi sebuah tulisan. Apakah itu bagus, atau malah
tidak bagus. Tidak peduli apakah tulisan bagus maupun buruk. Yang terpenting
bagaimana menulis itu bisa bermanfaat buat diri anda sendiri dan lebih mulia
tulisan anda bisa bermanfaat buat orang lain.
Ketika dikatakan menulis
bermanfaat buat diri anda sendiri manakala tulisan bisa meminimalisir rasa
kegundahan, rasa gelisah, galau dan sejenisnya. Itulah mengapa ketika saya
dalam kondisi tidak bagus saya lebih memilih menulis. Menuangkan apa yang
dialami hati saya agar terluapkan dalam bentuk tulisan. Ketika sudah keluar
semua Insya Allah semua akan kembali sedia kala. Seperti halnya teori kejiwaaan
yang mengatakan; demi mengurangi atau menghilangkan penyakit jiwa kita
diharuskan mengeluarkan apa yang kita rasakan kepada sosok psikolog agar suasana
hati kita kembali sediakala. Dan kemudian agar lebih baik lagi yaitu dengan
mendengarkan langkah taktis yang diberi tahukan sosok psikolog tersebut demi
suasana hati yang lebih damai.
Membiasakan menulis tidak susah
juga tidak semudah membalikan telapak tangan.
Demi mewujudkan kebiasaan menulis awalnya kita dibenturkan pada
kebiasaan lama. Kebiasaan yang sudah mendarah daging pada diri kita. Manakala
kebiasaan lama itu sudah sangat nyaman kita rasakan. Kita sudah sangat susah
meninggalkannya. Untuk kemudian mengarah pada kebiasaan baru yaitu kebiasaan
menulis , kita harus menghapuskan kebiasaan lama itu atau mengurangi kebaisaan
lama itu.
Coba bayangkan ketika sudah
terbiasa merokok , kemudian bertekad meninggalkan kebiasaan merokok itu? Sangat
tidak nyaman dirasa meninggalkan kebiasaan merokok itu. Tetapi saya percaya
dengan tekad kuat kebaisaan merokok akan hilang dengan sendirinya.
Lain halnya dengan kebaisaan
merokok. Kebaisaan menulis , adalah sesuatu yang baru. Kita awalnya dituntut
untuk memahami apa ini menulis. Menulis sangat membutuhkan peralatan. Kalau
bukan secarik kertas dan pena, bisa menggunakan peralatan yang lebih modern
yaitu laprop atau ipad. Selanjutnya bukan Cuma itu, kita kemudian menulis apa
yang kita ingin tulis.
Ketika sudah dalam kondisi
peralatan sudah ada dan lengkap, kita harus menulis. Mungkin diawali dengan
memilih topik agar demi meluaskan apa sesungguhnya topik itu dipahami oleh
kita. Selanjutnya kita mamfungsikan pikiran kita, rasa kita. Dari itu banyak
yang mengatakan bahwa sangat rumit mengawali tulisan. Kata apa yang harus
diawali, ada juga yang mengatakan penemepatan kata itu kayaknya tidak bagus.
Yang kemudian selalu berputar-putar pada kebingungan dan sulit menuntaskan
tulisan yang menyeluruh dari topik yang dipilih.
Adapun tanpa topik , saya pernah
melakukan tulisan tanpa topik. Yaitu yang termuat pada diary, saya hanya
menulis kondisi saya, situasi hait saya, pikiran saya saat itu mengarah kemana,
dan kenyataan empiris dilingkungan saya yang saya rasakan, saya dapati.
Itulah kenapa memang lebih ringan
kita mengawali tulisan dengan menggunakan peralatan dengan hadirnya diary
setiap waktu ketika dalam kondisi tertentu kita ingin menulis apa yang kita
dapati dalam setiap harinya. Dan lebih sulit untuk menulis ketika sudah memilih
topik yang ingin ditulis dan selanjutnya untuk mengembangkan topik itu. Tetapi
saya percaya bagi yang sudah memahami topik itu secara pemahamannya apakah itu
benar atau salah , terpenting dia sudah memiliki gambaran tentang topik bisa
menjadi landasan yang bagus. Sisa bagaimana memilih kata yang singkron agar
tercipta kalimat yang nyambung dan tidak tumpah tindih.
Terkait dengan kebiasaan menulis,
tidak sampai saja pada ranah diatas. Kita selanjutnya diarahkan agar selalu
menulis apa saja yang ingin kita tulis. Baik dalam bentuk buku harian, maupun
sudah tersedia topik yang dipilih. Kita kemudian menulis dengan pemahaman
sendiri seperti apa pemahaman kita tentang topik itu. Kita tulis saja, tulis
dengan tujuan mengespor apa yang kita ketahui semua. Aktifitas itu selalu
dibiasakan. Setiap waktunya.
Kebiasaan menulis akan menunjang
kualitas diri agar lebih peka pada data yang kita dapatkan dalam kehidupan.
Apakah menyangkut sosial, politik , ekonomi , tergantung kita kemudian mana
yang lebih penting yang ingin kita persembahkan demi pembuktian akan pemahaman
kita seperti apa kondisi yang kita dapati itu.
Kebiasaan menulis juga berdampak
pada pemahaman tentang diri , agar lebih peka pada diri dalam melihat diri ini.
Melihat sisi kekurangan, kelebihan dan kemudian bisa menjadi inspirasi
orang-orang untuk dijadikan dasar untuk mempertimbangkan tindakan mereka supaya
lebih terarah dan diantisipasi.
No comments:
Post a Comment