![]() | |
| pencarian simbol kesadaran universal |
saya berada dalam kondisi nyaman.
apapun yang saya hadapi , dapatkan tak luput dan selalu mengarah pada
kenyamanan. hari-hariku tak lain adalah berkelana. berkelana pada tempat-tempat
yang pernah saya kunjungi yang membuat suasana pikiran dan hati bersahaja serta
bersandar pada tempat yang empuk sampai pada tempat-tempat yang baru dengan
harapan susana hati lebih baik dari sebelumnya.
apakah yang engkau cari wahai
pengelana? tidakkah rutinitasmu itu hanya mencari kenyamanan hati?
entahlah. pertanyaan itu selalu
berputar-putar dikapalaku dan tak jarang suasana hatiku tidak bergeser dari
sandaran empuknya kepada sandaran yang terasa kasar.
kemudian berusaha memahami dibalik
sosok pengelana. tidak lain dan tidak bisa dinafikan adalah demi kenyamanan
hati, kebebasan pikiran, dan ekspresi diri yang tak terhindarkan. dengan itu
apa yang saya alami saat ini tidak lain kolaborasi aspek-aspek fungsional diri
saya demi kenyamanan, kebebasan yang tercermin dari tindakan saya yang tidak
mengarah pada kontrol manusia yang tidak sepaham.
sang pengelana terus mencari,
menemukan yang hanya berbekal potensi diri. entah sampai kapan ? entahlah..
bukan persoalan masa depan, bukan persoalan atau kontradiksi sesaat tetapi demi
capaian-capan kenyamanan yang lebih baik.
kehidupan laksana warna
beraneka ragam yg tidak ditemukan pada warna-warna riil didunia. kehidupan bak
tirai dibaliknya berisikan ketidaktahuan. maka apresiasilah sang pengelana
karena dia ingin selalu mengungkap tirai ketidaktahuan itu, itulah klaim sang
pengelana. tetapi apakah benar adanya? entahlah..
kehidupan yang kompleks, terlihat
pada beraneka realitas, kejadian, fatamorgana, persepsi manusiawi, bahkan
keyakinan kelompok-kelompok mengantarkan sang pengelana terus memahami itu
semua. berusaha memahami apa landasan fundamental ketika dibenturkan pada itu
semua demi kenyamanan hati , kemerdekaan pikiran serta ekspresi jiwa yang tidak
membatasi hak-hak orang-orang yang ingin bernapas? sang pengelana pun terus berusaha
mengungkap tabir kaku, beku yang kemudiana selalu dicairkan pada teman
sejawat yang selalu memahaminya, apalagi kalau bukan kopi dan rokok serta buku
dan teknologi mutakhir...kehidupan memang kompleks.. untuk saat ini hanya
beberapa benda itu yg bisa mencairkan, tetapi bukan untuk menyentuh esensi itu
semua.
Sang Pengelana terus berusaha,
menembus dinding brengsek yang didalamnya ada kebekuan berpikir dan perasaan
yang tidak maksimal. apakah hanya dengan mencairkan kebekuan berpikir dan
mamaksimalkan perasaan manusiawi akan ditemukan esensi dari kehidupan ini?
entahlah.. Sang pengelana tegas mengatakan..
apakah yang engkau cari sebenarnya
wahai pengelana???
apakah dunia ini belum jelas adanya
menurut cara pandangmu? sedangkan dunia riil adanya dengan pendekatan akal
sehat?? yang ketika memahami substansi dibalik kejadian alam serta konsekuensi
dibalik eksistensi akan menjawab kegelisahan anda sang pengelana?
Pendekatannya bagus. ungkap sang pengelana.
Sang pengelana terus jalan menerobos
ketidaktahuan ini... dengan pendekatan intelektual siapa saja dan apa saja yang
didapati dikeseharian akan selalu dilakukan sang pengelana demi mengungkap
simbol-simbol yang nantinya Insha Allah akan membentuk kesadaran Universal.

No comments:
Post a Comment