Tuesday, 26 August 2014

Sang Pengelana

pencarian simbol kesadaran universal

saya berada dalam kondisi nyaman. apapun yang saya hadapi , dapatkan tak luput dan selalu mengarah pada kenyamanan. hari-hariku tak lain adalah berkelana. berkelana pada tempat-tempat yang pernah saya kunjungi yang membuat suasana pikiran dan hati bersahaja serta bersandar pada tempat yang empuk sampai pada tempat-tempat yang baru dengan harapan susana hati lebih baik dari sebelumnya.

apakah yang engkau cari wahai pengelana? tidakkah rutinitasmu itu hanya mencari kenyamanan hati?
entahlah. pertanyaan itu selalu berputar-putar dikapalaku dan tak jarang suasana hatiku tidak bergeser dari sandaran empuknya kepada sandaran yang terasa kasar.
kemudian berusaha memahami dibalik sosok pengelana. tidak lain dan tidak bisa dinafikan adalah demi kenyamanan hati, kebebasan pikiran, dan ekspresi diri yang tak terhindarkan. dengan itu apa yang saya alami saat ini tidak lain kolaborasi aspek-aspek fungsional diri saya demi kenyamanan, kebebasan yang tercermin dari tindakan saya yang tidak mengarah pada kontrol manusia yang tidak sepaham.

 sang pengelana terus mencari, menemukan yang hanya berbekal potensi diri. entah sampai kapan ? entahlah.. bukan persoalan masa depan, bukan persoalan atau kontradiksi sesaat tetapi demi capaian-capan kenyamanan yang lebih baik.

kehidupan laksana warna  beraneka ragam yg tidak ditemukan pada warna-warna riil didunia. kehidupan bak tirai dibaliknya berisikan ketidaktahuan. maka apresiasilah sang pengelana karena dia ingin selalu mengungkap tirai ketidaktahuan itu, itulah klaim sang pengelana. tetapi apakah benar adanya? entahlah..

kehidupan yang kompleks, terlihat pada beraneka realitas, kejadian, fatamorgana, persepsi manusiawi, bahkan keyakinan kelompok-kelompok mengantarkan sang pengelana terus memahami itu semua. berusaha memahami apa landasan fundamental ketika dibenturkan pada itu semua demi kenyamanan hati , kemerdekaan pikiran serta ekspresi jiwa yang tidak membatasi hak-hak orang-orang yang ingin bernapas? sang pengelana pun terus berusaha mengungkap tabir kaku, beku yang kemudiana  selalu dicairkan pada teman sejawat yang selalu memahaminya, apalagi kalau bukan kopi dan rokok serta buku dan teknologi mutakhir...kehidupan memang kompleks.. untuk saat ini hanya beberapa benda itu yg bisa mencairkan, tetapi bukan untuk menyentuh esensi itu semua.

Sang Pengelana terus berusaha, menembus dinding brengsek yang didalamnya ada kebekuan berpikir dan perasaan yang tidak maksimal. apakah hanya dengan mencairkan kebekuan berpikir dan mamaksimalkan perasaan manusiawi akan ditemukan esensi dari kehidupan ini? entahlah.. Sang pengelana tegas mengatakan..

apakah yang engkau cari sebenarnya wahai pengelana???
apakah dunia ini belum jelas adanya menurut cara pandangmu? sedangkan dunia riil adanya dengan pendekatan akal sehat?? yang ketika memahami substansi dibalik kejadian alam serta konsekuensi dibalik eksistensi  akan menjawab kegelisahan anda sang pengelana?  Pendekatannya bagus. ungkap sang pengelana.

Sang pengelana terus jalan menerobos ketidaktahuan ini... dengan pendekatan intelektual siapa saja dan apa saja yang didapati dikeseharian akan selalu dilakukan sang pengelana demi mengungkap simbol-simbol yang nantinya Insha Allah akan membentuk kesadaran Universal.

No comments:

Post a Comment